Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

PERBANDINGAN PH SALIVA SETELAH KONSUMSI BUAH NANAS DAN BUAH BELIMBING

Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan · Vol. 10 No. 1 (2022) · hlm. 26–36

DOI
10.22437/jmj.v10i1.13201
ISSN
2580-6874, 2339-269X
Terbit
2022-05-30
Penerbit
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI
Bahasa
en

Abstrak

Latar Belakang: Masalah rongga mulut di Indonesia yang terbanyak adalah terkait karies gigi dan penyakit periodontal. Salah satu faktor yang mempengaruhi timbulnya penyakit tersebut adalah pH saliva. Stimulus mekanik dan kimiawi dari makanan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi pH saliva. Cuci mulut dengan mengkonsumsi buah adalah salah satu cara menjaga pH saliva agar dalam kondisi optimum dalam mencegah terjadinya penyakit gigi. Dari penelitian sebelumnya diketahui bahwa buah nanas dan buah belimbing efektif dalam meningkatkan laju aliran saliva. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pH saliva setelah mengkonsumsi buah nanas dan belimbing. Metode: Penelitian ini adalah penelitian experimental dengan menggunakan pretest and postest group design. Populasi yang digunakan adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran FKIK UNJA angkatan 2017 dan 2018. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling sebanyak 36 orang yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan mengkonsumsi buah nanas dan buah belimbing. Hasil pemeriksaan pH saliva kedua kelompok dianalisis menggunakan program komputer. Hasil: Uji statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok buah nanas dengan kelompok buah belimbing dalam meningkatkan pH saliva dengan nilai p 0,855. Simpulan: Konsumsi buah nanas dan belimbing dapat meningkatkan pH saliva, namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok buah nanas dengan kelompok buah belimbing. Kata kunci: Â pH, Saliva, Nanas, Belimbing

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 203 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Erny KusdiyahAfiliasi tidak diketahui7
Armaidi DarmawanAfiliasi tidak diketahui6
Wahyu Indah Dewi AuroraAfiliasi tidak diketahui6
Ima MariaAfiliasi tidak diketahui3
Anggelia PuspasariAfiliasi tidak diketahui3
Citra MaharaniAfiliasi tidak diketahui3
Irawan Anasta PutraAfiliasi tidak diketahui3
Huntari HarahapAfiliasi tidak diketahui3
Miftahurrahma MiftahurrahmaAfiliasi tidak diketahui2
Putri Sari WulandariAfiliasi tidak diketahui2
Mirna Marhami IskandarAfiliasi tidak diketahui2
Amelia Dwi FitriAfiliasi tidak diketahui2
Nyimas Natasha Ayu ShafiraAfiliasi tidak diketahui2
Ave Olivia RahmanAfiliasi tidak diketahui2
Humaryanto HumaryantoAfiliasi tidak diketahui2
Raihanah SuzanAfiliasi tidak diketahui2
Ratna SugiartiAfiliasi tidak diketahui1
ElfianiAfiliasi tidak diketahui1
Andika SulistiawanAfiliasi tidak diketahui1
Patrick Wiliam GadingAfiliasi tidak diketahui1
Budi JustisiaAfiliasi tidak diketahui1
Repelita WitriAfiliasi tidak diketahui1
Tia Wida Ekaputri HzAfiliasi tidak diketahui1
FitriyantiAfiliasi tidak diketahui1
Andi SubandiAfiliasi tidak diketahui1
Rina Nofri EnisAfiliasi tidak diketahui1
HerlambangAfiliasi tidak diketahui1
Susan TarawifaAfiliasi tidak diketahui1
Budi JustitiaAfiliasi tidak diketahui1
Ikmal Galih SaputraAfiliasi tidak diketahui1
Irwandi JaswirAfiliasi tidak diketahui1
Diana Nur AfifahAfiliasi tidak diketahui1
Gemala AnjaniAfiliasi tidak diketahui1
Nina RestiAfiliasi tidak diketahui1
Maria MexitaliaAfiliasi tidak diketahui1
Hanna Wydia GultomAfiliasi tidak diketahui1
Natalia DamayantiAfiliasi tidak diketahui1
Hasna DewiAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://online-journal.unja.ac.id/index.php/kedokteran/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PERBANDINGAN PH SALIVA SETELAH KONSUMSI BUAH NANAS DAN BUAH BELIMBING</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Syauqy, Ahmad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Iskandar, Mirna </dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Latar Belakang: Masalah rongga mulut di Indonesia yang terbanyak adalah terkait karies gigi dan penyakit periodontal. Salah satu faktor yang mempengaruhi timbulnya penyakit tersebut adalah pH saliva. Stimulus mekanik dan kimiawi dari makanan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi pH saliva. Cuci mulut dengan mengkonsumsi buah adalah salah satu cara menjaga pH saliva agar dalam kondisi optimum dalam mencegah terjadinya penyakit gigi. Dari penelitian sebelumnya diketahui bahwa buah nanas dan buah belimbing efektif dalam meningkatkan laju aliran saliva.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pH saliva setelah mengkonsumsi buah nanas dan belimbing.
Metode : Penelitian ini adalah penelitian experimental dengan menggunakan pretest and postest group design. Populasi yang digunakan adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran FKIK UNJA angkatan 2017 dan 2018. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling sebanyak 36 orang yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan mengkonsumsi buah nanas dan buah belimbing. Hasil pemeriksaan pH saliva kedua kelompok dianalisis menggunakan program komputer.
Hasil: Uji statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok buah nanas dengan kelompok buah belimbing dalam meningkatkan pH saliva dengan nilai p 0,855.
Simpulan: Konsumsi buah nanas dan belimbing dapat meningkatkan pH saliva, namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok buah nanas dengan kelompok buah belimbing.
Kata kunci :  pH, Saliva, Nanas, Belimbing</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI</dc:publisher>
	<dc:date>2022-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://online-journal.unja.ac.id/kedokteran/article/view/13201</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22437/jmj.v10i1.13201</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan; Vol. 10 No. 1 (2022): Jambi Medical Journal: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan ; 26-36</dc:source>
	<dc:source>2580-6874</dc:source>
	<dc:source>2339-269X</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://online-journal.unja.ac.id/kedokteran/article/view/13201/13383</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2022 JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan"</dc:rights>
</oai_dc:dc>