Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

HUBUNGAN ANTARA ASUPAN MAKAN, STATUS GIZI DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN COVID-19 PADA ORANG DEWASA OVERWEIGHT DAN OBESITAS

Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan · Vol. 10 No. 3 (2022) · hlm. 458–466

ISSN
2580-6874, 2339-269X
Terbit
2022-07-10
Penerbit
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI
Bahasa
en

Abstrak

ABSTRACT Background: Overweight and obesity has been known as a risk factor to get covid-19 and complication or severe covid-19. Due to government regulation like quarantine, people more susceptible to increased their weight in the pandemic covid-19 time. As It make people had difficulty to exercise outside their house and could increase dietary intake of unhealthy food. Aims and objective: our study aimed to investigate the association of dietary intake, nutritional status and physical activity with covid-19 in the overweight and obesity adult population. Method: we conducted a cross sectional study among adult with overweight and obesity in Jambi City. Dietary intake, nutritional status, physical activity and covid 19 data were collected using a FFQ semiquantitatif, GPAQ and structured questionaire respectively. The survey conducted from September to Oktober 2021. Results: A total 156 respondents have been included in the study, Most of the subjects age was between 18 -25 years (69,2%), and females (55,8%). Obesity was observed in 82,1% of the subjects with 78,2% subjects ate more than the recommendation, only 30,1% subjects had inactivity and 19,2% subjects had covid-19. There were 20 subjects (80%) who had covid-19 with over intake and obesity but it was not significant statistically. The physical activity also not related significantly to covid-19. Conclusions: In this study we found no significant association between the dietary intake, nutritional status, and physical activity with covid-19, however our data need to be confirmed and investigate in the future with more extensive population studies. Keyword: Covid-19, Dietary intake, Obesity, Physical activity ABSTRAK Latar belakang: Kelebihan berat badan dan obesitas diketahui meningkatkan risiko terkena Covid-19 dan komplikasi dari penyakit covid-19, atau Covid-19 yang parah. Peraturan pemerintah seperti karantina, mengakibatkan masyarakat lebih mudah untuk meningkatkan berat badannya selama masa pandemi Covid-19. Karena peraturan tersebut menyebabkan masyarakat kesulitan berolahraga di luar rumah dan dapat meningkatkan konsumsi makanan yang tidak sehat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan makan, status gizi, dan aktivitas fisik dengan kejadian Covid-19 pada orang dewasa overweight dan obesitas. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang pada orang dewasa overweight and obesitas di Kota Jambi. Data asupan makan, status gizi, aktivitas fisik, dan kejadian Covid-19 dikumpulkan menggunakan FFQ semikuantitatif, GPAQ, dan kuesioner terstruktur. Pengambilan data berlangsung dari bulan September hingga Oktober 2021. Hasil: Total responden yang mengikuti penelitian ini sebanyak 156 orang, sebagian besar responden penelitian berusia 18-25 tahun (69,2%) dan berjenis kelamin perempuan (55,8%). Obesitas di temukan pada 82,1% responden dengan 78,2% responden asupan makannya lebih, responden yang kurang aktif hanya 30,1% dan 19,2% responden pernah terkena penyakit covid-19. Terdapat 20 responden (80%) yang terkena covid-19 dengan asupan makan lebih dan obesitas tetapi hasil ini tidak signifikan secara statistik. Aktivitas fisik juga tidak berhubungan signifikan dengan covid-19. Kesimpulan: Tidak ditemukan hubungan yang bermakna secara statistik antara asupan makan, status gizi, dan aktivitas fisik dengan kejadian Covid-19 pada orang dewasa overweight dan obesitas (nilai P > 0,05). Kata kunci: Asupan makan, aktivitas fisik, covid-19, obesitas

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 295 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
HafizahAfiliasi tidak diketahui7
Denok Tri HardiningsihAfiliasi tidak diketahui7
Rina Nofri EnisAfiliasi tidak diketahui7
Anggelia PuspasariAfiliasi tidak diketahui6
Citra MaharaniAfiliasi tidak diketahui6
Erny KusdiyahAfiliasi tidak diketahui6
MiftahurrahmahAfiliasi tidak diketahui5
Nyimas Natasha Ayu ShafiraAfiliasi tidak diketahui5
Huntari HarahapAfiliasi tidak diketahui4
Amelia Dwi FitriAfiliasi tidak diketahui4
Hasna DewiAfiliasi tidak diketahui4
Mara Imam Taufiq SiregarAfiliasi tidak diketahui3
Tengku Arief Buana PerkasaAfiliasi tidak diketahui3
Susan TarawifaAfiliasi tidak diketahui3
Lipinwati LipinwatiAfiliasi tidak diketahui3
Tia Wida Ekaputri HzAfiliasi tidak diketahui3
Herlambang HerlambangAfiliasi tidak diketahui3
Zahra Frizki AstyAfiliasi tidak diketahui2
Mirna Marhami IskandarAfiliasi tidak diketahui2
LipinwatiAfiliasi tidak diketahui2
Tia Wida Ekaputri HzAfiliasi tidak diketahui2
Budi JustitiaAfiliasi tidak diketahui2
HaninaAfiliasi tidak diketahui2
Armaidi DarmawanAfiliasi tidak diketahui2
FitriyantiAfiliasi tidak diketahui2
Wahyu Indah Dewi AuroraAfiliasi tidak diketahui2
Hanina HaninaAfiliasi tidak diketahui2
MiftahurahmahAfiliasi tidak diketahui2
Fairuz FairuzAfiliasi tidak diketahui1
Nuriyah NuriyahAfiliasi tidak diketahui1
Nur Afni LestariAfiliasi tidak diketahui1
Patrick Wiliam GadingAfiliasi tidak diketahui1
Dea Anenta VeonikaAfiliasi tidak diketahui1
Tia Wida Ekaputri Hz HzAfiliasi tidak diketahui1
Annissa DelfiraAfiliasi tidak diketahui1
Willy hardi MarpaungAfiliasi tidak diketahui1
Raihanah SusanAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://online-journal.unja.ac.id/index.php/kedokteran/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">HUBUNGAN ANTARA ASUPAN MAKAN, STATUS GIZI DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN COVID-19 PADA ORANG DEWASA  OVERWEIGHT DAN OBESITAS </dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Suzan, Raihanah </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Halim, Rita</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ayudia, Esa Indah</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">ABSTRACT
Background: Overweight and obesity has been known as a risk factor to get covid-19 and complication or severe covid-19. Due to government regulation like quarantine, people more susceptible to increased their weight in the pandemic covid-19 time. As It make people had difficulty to exercise outside their house and could increase dietary intake of unhealthy food. Aims and objective: our study aimed to investigate the association of dietary intake, nutritional status and physical activity with covid-19 in the overweight and obesity adult population. Method: we conducted a cross sectional study among adult with overweight and obesity in Jambi City. Dietary intake, nutritional status, physical activity and covid 19 data were collected using a FFQ semiquantitatif, GPAQ and structured questionaire respectively. The survey conducted from September to Oktober 2021. 
Results: A total 156 respondents have been included in the study, Most of the subjects age was between 18 -25 years (69,2%), and females (55,8%). Obesity was observed in 82,1% of the subjects with 78,2% subjects ate more than the recommendation,&amp;nbsp; only 30,1% subjects had inactivity and 19,2% subjects had covid-19. There were 20 subjects (80%) who had covid-19 with over intake and obesity but it was not significant statistically. The physical activity also not related significantly to covid-19. &amp;nbsp;
Conclusions: In this study we found no significant association between the dietary intake, nutritional status, and physical activity with covid-19, however our data need to be confirmed and investigate in the future with more extensive population studies. 
&amp;nbsp;
Keyword: Covid-19, Dietary intake, Obesity, Physical activity
&amp;nbsp;
ABSTRAK
Latar belakang: Kelebihan berat badan dan obesitas diketahui meningkatkan risiko terkena Covid-19 dan komplikasi dari penyakit covid-19, atau Covid-19 yang parah. &amp;nbsp;Peraturan pemerintah seperti karantina, mengakibatkan masyarakat lebih mudah untuk meningkatkan berat badannya selama masa pandemi Covid-19. Karena peraturan tersebut menyebabkan masyarakat kesulitan berolahraga di luar rumah dan dapat meningkatkan konsumsi makanan yang tidak sehat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan makan, status gizi, dan aktivitas fisik dengan kejadian Covid-19 pada orang dewasa overweight dan obesitas. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang pada orang dewasa overweight and obesitas di Kota Jambi. Data asupan makan, status gizi, aktivitas fisik, dan kejadian Covid-19 dikumpulkan menggunakan FFQ semikuantitatif, GPAQ, dan kuesioner terstruktur. Pengambilan data berlangsung dari bulan September hingga Oktober 2021.
Hasil: Total responden yang mengikuti penelitian ini sebanyak 156 orang, sebagian besar responden penelitian berusia 18-25 tahun (69,2%) dan berjenis kelamin perempuan (55,8%). Obesitas di temukan pada 82,1% responden dengan 78,2% responden asupan makannya lebih, responden yang kurang aktif hanya 30,1% dan 19,2% responden pernah terkena penyakit covid-19. Terdapat 20 responden (80%) yang terkena covid-19 dengan asupan makan lebih dan obesitas tetapi hasil ini tidak signifikan secara statistik. Aktivitas fisik juga tidak berhubungan signifikan dengan covid-19.
Kesimpulan: Tidak ditemukan hubungan yang bermakna secara statistik antara asupan makan, status gizi, dan aktivitas fisik dengan kejadian Covid-19 pada orang dewasa overweight dan obesitas (nilai P &amp;gt; 0,05).
&amp;nbsp;
Kata kunci: Asupan makan, aktivitas fisik, covid-19, obesitas</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI</dc:publisher>
	<dc:date>2022-07-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://online-journal.unja.ac.id/kedokteran/article/view/19595</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan; Vol. 10 No. 3 (2022): Jambi Medical Journal: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan ; 458-466</dc:source>
	<dc:source>2580-6874</dc:source>
	<dc:source>2339-269X</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://online-journal.unja.ac.id/kedokteran/article/view/19595/13873</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2022 JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan"</dc:rights>
</oai_dc:dc>