Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 2

Penentuan Arsitektur Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation (Bobot Awal dan Bias Awal) Menggunakan Algoritma Genetika

IJCCS (Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems) · Vol. 9 No. 1 (2015) · pp. 77–88

DOI
10.22146/ijccs.6642
ISSN
2460-7258, 1978-1520
Published
2015-01-31
Publisher
IndoCEISS in colaboration with Universitas Gadjah Mada, Indonesia.
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

AbstrakKelemahan dari jaringan syaraf tiruan backpropagation adalah sangat lama untuk konvergen dan permasalahan lokal mininum yang membuat jaringan syaraf tiruan (JST) sering terjebak pada lokal minimum. Kombinasi parameter arsiktektur, bobot awal dan bias awal yang baik sangat menentukan kemampuan belajar dari JST untuk mengatasi kelemahan dari JST backpropagation. Pada penelitian Ini dikembangkan sebuah metode untuk menentukan kombinasi parameter arsitektur, bobot awal dan bias awal. Selama ini kombinasi ini dilakukan dengan mencoba kemungkinan satu per satu, baik kombinasi hidden layer pada architecture maupun bobot awal, dan bias awal. Bobot awal dan bias awal digunakan sebagai parameter dalam perhitungan nilai fitness. Ukuran setiap individu terbaik dilihat dari besarnya jumlah kuadrat galat (sum of squared error = SSE) masing – masing individu, individu dengan SSE terkecil merupakan individu terbaik. Kombinasi parameter arsiktektur, bobot awal dan bias awal yang terbaik akan digunakan sebagai parameter dalam pelatihan JST backpropagation.Hasil dari penelitian ini adalah sebuah solusi alternatif untuk menyelesaikan permasalahan pada pembelajaran backpropagation yang sering mengalami masalah dalam penentuan parameter pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa metode algoritma genetika dapat memberikan solusi bagi pembelajaran backpropagation dan memberikan tingkat akurasi yang lebih baik, serta menurunkan lama pembelajaran jika dibandingkan dengan penentuan parameter yang dilakukan secara manual. Kata kunci Jaringan syaraf tiruan, algoritma genetika, backpropagation, SSE, lokal minimum AbstractThe weakness of back propagation neural network is very slow to converge and local minima issues that makes artificial neural networks (ANN) are often being trapped in a local minima. A good combination between architecture, intial weight and bias are so important to overcome the weakness of backpropagation neural network.This study developed a method to determine the combination parameter of architectur, initial weight and bias. So far, trial and error is commonly used to select the combination of hidden layer, intial weight and bias. Initial weight and bias is used as a parameter in order to evaluate fitness value. Sum of squared error(SSE) is used to determine best individual. individual with the smallest SSE is the best individual. Best combination parameter of architecture, initial weight and bias will be used as a paramater in the backpropagation neural network learning. The results of this study is an alternative solution to solve the problems on the backpropagation learning that often have problems in determining the parameters of the learning. The result shows genetic algorithm method can provide a solution for backpropagation learning and can improve the accuracy, also reduce long learning when it compared with the parameters were determined manually. Keywords: Artificial neural network, genetic algorithm, backpropagation, SSE, local minima.

Collaboration network of the authors

40 authors · 52 co-authorship links · 7 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Gadjah Mada
  • Udayana University
  • Institut Teknologi dan Sains Mandala
  • Jenderal Soedirman University
  • Politeknik Gorontalo
  • Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Sri T. HartatiUniversitas Gadjah Mada6
Aina MusdholifahUniversitas Gadjah Mada4
Edi WinarkoUniversitas Gadjah Mada4
Khabib MustofaUniversitas Gadjah Mada4
Edhy SutantaUniversitas Gadjah Mada4
Agus HarjokoUniversitas Gadjah Mada2
Rahmat BudiarsaUniversitas Gadjah Mada2
Musdalifah DaudAffiliation unknown1
Ratna JuitaAffiliation unknown1
Bangun WijayantoUniversitas Gadjah Mada1
Decky HendarsyahUniversitas Gadjah Mada1
Awaluddin AwaluddinAffiliation unknown1
Putri Elfa Mas’udiaAffiliation unknown1
Rina PramitasariUniversitas Gadjah Mada1
Albert Dian SanoAffiliation unknown1
Abdul WahidInstitut Teknologi dan Sains Mandala1
Nur HasanahAffiliation unknown1
Muhamad Munawar YusroJenderal Soedirman University1
Muhammad FakhrurrifqiAffiliation unknown1
Peggi Sri AstutiUdayana University1
Rahman EramaPoliteknik Gorontalo1
Nola RithaUniversitas Maritim Raja Ali Haji1
Ria AstriratmaUniversitas Gadjah Mada1
Made Arya BudhiAffiliation unknown1
Elizabeth Paskahlia GunawanAffiliation unknown1
Ulfi Saidata AesyiAffiliation unknown1
Anny Kartika SariUniversitas Gadjah Mada1
Ida Bagus Gede SarasvanandaUdayana University1
Indra PratisthaUniversitas Gadjah Mada1
Beta Yudha MahindartaUniversitas Gadjah Mada1
Dian MustikaningrumUniversitas Gadjah Mada1
Susilo RomadhonUniversitas Gadjah Mada1
Muhammad MukharirUniversitas Gadjah Mada1
Amelia Dita HandayaniUniversitas Gadjah Mada1
Nikolas Adhi PrasetyoUniversitas Gadjah Mada1
Susi Eva Maria PurbaUniversitas Gadjah Mada1
Kharis Suryandaru PratamaUniversitas Gadjah Mada1
Bernard Renaldy SutejaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.ugm.ac.id/ijccs/oai, first harvested 26 Okt 2026, last seen 26 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penentuan Arsitektur Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation (Bobot Awal dan Bias Awal) Menggunakan Algoritma Genetika</dc:title>
	<dc:creator>Suhendra, Christian Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Wardoyo, Retantyo</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakKelemahan dari jaringan syaraf tiruan backpropagation adalah sangat lama untuk konvergen dan permasalahan lokal mininum yang membuat jaringan syaraf tiruan (JST) sering terjebak pada lokal minimum. Kombinasi parameter arsiktektur, bobot awal dan bias awal yang baik sangat menentukan kemampuan belajar dari JST untuk mengatasi kelemahan dari JST backpropagation.            Pada penelitian Ini dikembangkan sebuah metode untuk menentukan kombinasi parameter arsitektur, bobot awal dan bias awal. Selama ini kombinasi ini dilakukan dengan mencoba kemungkinan satu per satu, baik kombinasi hidden layer pada architecture maupun bobot awal, dan bias awal. Bobot awal dan bias awal digunakan sebagai parameter dalam perhitungan nilai fitness. Ukuran setiap individu terbaik dilihat dari besarnya jumlah kuadrat galat (sum of squared error = SSE) masing – masing individu, individu dengan SSE terkecil merupakan individu terbaik. Kombinasi parameter arsiktektur, bobot awal dan bias awal yang terbaik akan digunakan sebagai parameter dalam pelatihan JST backpropagation.Hasil dari penelitian ini adalah sebuah solusi alternatif untuk menyelesaikan permasalahan pada pembelajaran backpropagation yang sering mengalami masalah dalam penentuan parameter pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa metode algoritma genetika dapat memberikan solusi bagi pembelajaran backpropagation dan memberikan tingkat akurasi yang lebih baik, serta menurunkan lama pembelajaran jika dibandingkan dengan penentuan parameter yang dilakukan secara manual. Kata kunci  Jaringan syaraf tiruan, algoritma genetika, backpropagation, SSE, lokal minimum AbstractThe weakness of back propagation neural network is very slow to converge and local minima issues that makes artificial neural networks (ANN) are often being trapped in a local minima. A good combination between architecture, intial weight and bias are so important to overcome the weakness of backpropagation neural network.This study developed a method to determine the combination parameter of architectur, initial weight and bias. So far, trial and error is commonly used to select the combination of hidden layer, intial weight and bias. Initial weight and bias is used as a parameter in order to evaluate fitness value. Sum of squared error(SSE) is used to determine best individual. individual with the smallest SSE is the best individual. Best combination parameter of architecture, initial weight and bias will be used as a paramater in the backpropagation neural network learning.            The results of this study is an alternative solution to solve the problems on the backpropagation learning that often have problems in determining the parameters of the learning. The result shows genetic algorithm method can provide a solution for backpropagation learning and can improve the accuracy, also reduce long learning when it compared with the parameters were determined manually. Keywords: Artificial neural network, genetic algorithm, backpropagation, SSE, local minima.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">IndoCEISS in colaboration with Universitas Gadjah Mada, Indonesia.</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">IndoCEISS</dc:contributor>
	<dc:date>2015-01-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US"></dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.ugm.ac.id/ijccs/article/view/6642</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22146/ijccs.6642</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">IJCCS (Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems); Vol 9, No 1 (2015): January; 77-88</dc:source>
	<dc:source>2460-7258</dc:source>
	<dc:source>1978-1520</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.ugm.ac.id/ijccs/article/view/6642/5190</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2015 IJCCS - Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>