Jurnal
Studi Terhadap Makna Hadis-Hadis Moderasi Beragama
Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah: Media Kajian Al-Qur'an dan Al-Hadits Multi Perspektif · Vol. 19 No. 2 (2022) · hlm. 210–220
- ISSN
- 2599-2619, 1693-7562
- Terbit
- 2022-07-31
- Penerbit
- South East Asia Regional Intellectual Forum of Qoran Hadith (SEARFIQH)
- Bahasa
- eng
Abstrak
Prophet Muhammad SAW is a source of information and guidance for people in carrying out the complete Islamic law. However, the understanding of this information does not always result in a unanimous agreement among the Muslim community, except in some aspects that are clearly defined in the Quran and authenticated Hadiths. In some cases, there may be opportunities for different practices based on the context of the situation. During the Prophet's lifetime, his companions could easily confirm the correctness of their actions by seeking his guidance. In certain cases, the Prophet's guidance was clear and unambiguous, and his companions were obliged to follow it. In other cases, the Prophet provided alternatives, allowing them to choose according to the situation they faced. In the context of religious moderation, which requires alternatives in some matters, there is a need for in-depth research into some Hadiths that contain messages on the importance of practicing religious moderation. This is necessary to avoid misunderstandings among the Muslim community and to create a harmonious religious social life, both within and outside the Muslim community.ABSTRAKNabi Muhammad Saw merupakan sumber informasi dan panutan bagi manusia dalam melaksanakan syariat Islam secara kaffah. Pemahaman terhadap berbagai informasi tersebut tidak secara tegas menghasilkan satu kata sepakat bagi umatnya, kecuali dalam beberapa aspek yang ditetapkan dengan ayat Alquran yang muhkam dan hadis-hadis mutawatir. Bahkan dalam beberapa kasus, dianggap memiliki peluang untuk dipraktikkan dengan beberapa alternatif, sesuai dengan konteks yang mengitari umat manusia. Dalam praktiknya, para sahabat dengan mudah dapat mengkonfirmasi setiap amalan yang mereka lakukan karena masih hidupnya Nabi Saw. Dalam kasus tertentu, para sahabat mendapati titah Nabi jelas dan tegas, sehingga tidak boleh bagi mereka mempraktikkan dengan cara yang tidak diizinkan oleh Nabi mereka. Sedangkan dalam beberapa aspek lainnya, Nabi memberikan alternatif kepada mereka untuk memilih sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. Dalam konteks moderasi beragama, yang menuntut adanya alternatif-alternatif dalam suatu perkara, dibutuhkan penelitian secara mendalam terhadap beberapa hadis yang mengandung pesan-pesan terhadap pentingnya praktik moderasi beragama tersebut, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di kalangan umat Islam, dan juga dapat menciptakan kehidupan sosial keagamaan secara harmonis khusus di internal umat Islam itu sendiri, dan secara umum terkait pihak eksternal umat Islam.
Kata kunci
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 73 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- Universitas Syiah Kuala
- Universitas Muslim Indonesia
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Andri Nirwana AN | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Mazlan Ibrahim | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Bukhori Abdul Shomad | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Damanhuri Damanhuri | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nurdin Bakry | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Safria Andy | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Muhammad Habibi MZ | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nursyahindah Binti Mahmud | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Asnawiyah Asnawiyah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nazaryani Nazaryani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nur Najihah Aula | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Yusrizal Yusrizal | Universitas Syiah Kuala | 1 |
| Muji Mulia | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nurbaiti Nurbaiti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Edi Yuhermansyah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Suha Nazwa | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Syarifah Khairannur | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Siti Najwa Binti Bakri | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Fakhrurrazi Fakhrurrazi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nur Azizah Fayyadhah Binti Baharuddin Nur Azizah Fayyadhah Binti Baharuddin | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Arifah Fitria | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Boihaqi bin Adnan | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| M. Andreansyah Sitorus | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Mahmuddin Mahmuddin | Universitas Muslim Indonesia | 1 |
| Syahabuddin Syahabuddin | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Erwin Hafid | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| St Ibrah Mustafa Kamal | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ikhsan Nur | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sri Chalida | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sarmida Hanum | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Zulihafnani Zulihafnani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Suwarni Suwarni | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Aditya Faruq Alfurqan | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Muhammad Shiddiq | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Mohd Farhan bin Md Amin | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Hisyami bin Yazid | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Siti Hajril Masyithah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.