Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

KEWENANGAN PENGADILAN AGAMA DALAM MENYELESAIKAN SENGKETA PERBANKAN SYARI’AH PASCA PUTUSAN MK NOMOR 93/PUU-X/2012

ADLIYA: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan · Vol. 9 No. 2 (2019) · pp. 339–353

DOI
10.15575/adliya.v9i1.6170
ISSN
2657-2125, 1978-8312
Published
2019-10-16
Publisher
Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Language
eng

Abstract

AbstrakTulisan ini akan memaparkan tentang sejauh mana kompe­ten­si Pengadilan Agama dalam menyelesaikan sengketa per­ban­kan syari’ah pasca lahirnya putusan Mahkamah Konstitusi No­mor 93/PUU-X/2012 mengenai judicial review atas pen­jelasan Pa­sal 55 ayat (2) dan (3) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syari’ah. Sehingga tulisan ini lebih mem­fokuskan kepada pembahasan tentang kewenangan Pe­nga­dilan Agama dalam menyelesaikan sengketa perbankan sya­ri’ah tanpa ada lagi pilihan forum penyelesaian ke Pengadil­an Umum. Kemudian bagaimana kedudukan hu­kum pada pi­lih­an forum lain secara non-litigasi dalam pen­jelasan Pasal 55 ayat (2) ­Un­dang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Per­ban­kan Syari’ah tersebut? Oleh karena itu, tulisan ini memuat pen­je­lasan kompetensi Pengadilan Agama dalam menye­lesai­kan seng­keta perbankan syari’ah pasca lahir­nya Undang-Un­dang Nomor 3 Tahun 2006, kewenangan Pengadilan Agama da­­lam me­nye­lesaikan sengketa perbankan syari’ah pasca lahirnya Un­dang-Undang Nomor 21 Tahun 2008, dan impli­kasi putusan Mah­kamah Konstitusi Nomor 93/PUU-X/2012 ter­hadap kom­­petensi absolut Pengadilan Agama dalam menyelesaikan seng­keta perbankan syari’ah.

Keywords

Collaboration network of the authors

9 authors · 13 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
AYON DINIYANTOAffiliation unknown2
Bunga Desyana PratamiAffiliation unknown1
Trianah SofianiAffiliation unknown1
Shofian bin AhmadAffiliation unknown1
Muhammad HasanuddinAffiliation unknown1
Sofyan al-HakimAffiliation unknown1
Mohammad FatehAffiliation unknown1
Rifdah NabilatuzainAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/adliya/oai, first harvested 7 Nov 2026, last seen 7 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KEWENANGAN PENGADILAN AGAMA  DALAM MENYELESAIKAN SENGKETA PERBANKAN SYARI’AH PASCA PUTUSAN MK NOMOR 93/PUU-X/2012</dc:title>
	<dc:creator>Suhendar, Heris</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Perbankan Syari’ah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengadilan Agama</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Basyarnas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakTulisan ini akan memaparkan tentang sejauh mana kompe­ten­si Pengadilan Agama dalam menyelesaikan sengketa per­ban­kan syari’ah pasca lahirnya putusan Mahkamah Konstitusi No­mor 93/PUU-X/2012 mengenai judicial review atas pen­jelasan Pa­sal 55 ayat (2) dan (3) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syari’ah. Sehingga tulisan ini lebih mem­fokuskan kepada pembahasan tentang kewenangan Pe­nga­dilan Agama dalam menyelesaikan sengketa perbankan sya­ri’ah tanpa ada lagi pilihan forum penyelesaian ke Pengadil­an Umum. Kemudian bagaimana kedudukan hu­kum pada pi­lih­an forum lain secara non-litigasi dalam pen­jelasan Pasal 55 ayat (2) ­Un­dang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Per­ban­kan Syari’ah tersebut? Oleh karena itu, tulisan ini memuat pen­je­lasan kompetensi Pengadilan Agama dalam menye­lesai­kan seng­keta perbankan syari’ah pasca lahir­nya Undang-Un­dang Nomor 3 Tahun 2006, kewenangan Pengadilan Agama da­­lam me­nye­lesaikan sengketa perbankan syari’ah pasca lahirnya Un­dang-Undang Nomor 21 Tahun 2008, dan impli­kasi putusan Mah­kamah Konstitusi Nomor 93/PUU-X/2012 ter­hadap kom­­petensi absolut Pengadilan Agama dalam menyelesaikan seng­keta perbankan syari’ah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung</dc:publisher>
	<dc:date>2019-10-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format></dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/adliya/article/view/6170</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15575/adliya.v9i1.6170</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">ADLIYA: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan; Vol. 9 No. 2 (2015): ADLIYA : Jurnal Hukum dan Kemanusiaan; 339-353</dc:source>
	<dc:source>2657-2125</dc:source>
	<dc:source>1978-8312</dc:source>
	<dc:source>10.15575/adliya.v9i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/adliya/article/view/6170/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 ADLIYA: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan</dc:rights>
</oai_dc:dc>