Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

Variabilitas genetik, heritabilitas dan kemajuan genetik beberapa karakter kuantitatif galur F3 kedelai hasil persilangan

Jurnal AGRO · Vol. 6 No. 2 (2019) · pp. 134–143

DOI
10.15575/5174
ISSN
2407-7933
Published
2019-12-30
Publisher
Jurusan Agroteknologi
Language
eng

Abstract

Parameter genetik seperti keragaman genetik, heritabilitas dan kemajuan genetik diperlukan untuk merakit kultivar unggul. Untuk itu dialukan evaluasi keragaman genetik, heritabilitas dan kemajuan genetik populasi galur F3 kedelai dari 16 kombinasi persilangan dengan 6 tetua pada beberapa karakter kuantitatif diantaranya yaitu tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah polong isi, jumlah buku subur dan berat biji per tanaman. Penelitian untuk menyiapkan materi genetik dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Jatikerto, Malang pada tahun 2013-2016. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompk (RAK) dengan tiga ulangan. Populasi setiap galur F3 dan tetua pada setiap petak masing-masing 120 tanaman untuk setiap ulangan. Dari hasil keragaman genetik yang diamati, karakter tinggi tanaman, jumlah polong isi, jumlah buku subur dan berat biji per tanaman memiliki nilai keragaman genetik yang luas, sedangkan jumlah cabang memiliki keragaman genetik yang sempit. Nilai heritabilitas karakter pada kombinasi persilangan memiliki nilai sedang hingga tinggi yang berkisar antara 0,25-0,75. Pada karakter tinggi tanaman dari hasil persilangan galur (Anjasmoro x Tanggamus), (Anjasmoro x Grobogan), (Anjasmoro x UB2), (Argopuro x Grobogan), (Grobogan x Anjasmoro), (Grobogan x UB2), (UB2 x UB1), (UB1 x Argopuro) dan (UB1 x UB2) memiliki nilai heritabilitas sedang yaitu 0,46; 0,39; 0,37; 0,46; 0,46; 0,47; 0,46; 0,25; dan 0,47. Pada nilai kemajuan genetik dari 16 galur hasil persilangan, galur (UB2 x Tanggamus) memiliki nilai rata-rata kemajuan genetik paling tinggi yaitu 64,35%, sedangkan galur (UB1 x Argopuro) memiliki nilai rata-rata kemajuan genetik paling rendah yaitu 25,84%.ABSTRACTÂ The F3 soybean progenies derived from 16 cross combinations with six parents were evaluated for their genetic variability, heritability and genetic advances of quantitative traits i.e. plant height, number of branches, number of pods, number of active nodes and seeds weight per plant. The genetic material preparation was conducted at Research Station of Agriculture Faculty, Brawijaya University, Jatikerto, Malang from 2013 to 2016. The experiment was arranged in a randomized block design with three replications. Plant population of each F3Â progenies and their parents were 120 plants at each replication. Among the quantitative characters observed, the variability of plant height, number of active nodes, number of pods and seeds weight per plant was wide, and number of branches was narrow. Heritability value in each cross combination had moderate to high value estimates ranged from 0.25 to 0.75. The character of plant height from crossing lines of (Anjasmoro x Tanggamus), (Anjasmoro x Grobogan), (Anjasmoro x UB2), (Argopuro x Grobogan), (Grobogan x Anjasmoro), (Grobogan x UB2), (UB2 x UB1), (UB1 x Argopuro) and (UB1 x UB2) had moderate heritability, i.e. 0.46; 0.39; 0.37; 0.46; 0.46; 0.47; 0.46; 0.25; and 0.47, respectively. The genetic advance from 16 cross combinations, the line of (UB2 x Tanggamus) had the highest mean of genetic advance for 64.35%. The line of (UB1 x Argopuro) had the lowest mean of genetic advance for 25.84%.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 87 co-authorship links · 8 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Walailak University
  • University of Bengkulu
  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Darmawan SaptadiAffiliation unknown3
Kuswanto KuswantoAffiliation unknown3
Tya Resta FitrianaAffiliation unknown2
Prima VeronikaAffiliation unknown2
Muji SetiyoAffiliation unknown2
Irwandi IrwandiUniversitas Muhammadiyah Bengkulu1
Mariana Ade CahayaUniversitas Muhammadiyah Bengkulu1
Jayanti SyahfitriUniversitas Muhammadiyah Bengkulu1
Safnil ArsyadUniversity of Bengkulu1
Ramadhan TosepuUniversitas Halu Oleo1
Anggun B.U.S. DepariAffiliation unknown1
Sita NurasehAffiliation unknown1
Winda Dwi LestariAffiliation unknown1
Wardono WardonoAffiliation unknown1
Masjaya MasjayaAffiliation unknown1
Sunaryo SunaryoAffiliation unknown1
addion nizoriAffiliation unknown1
Sahrial SahrialAffiliation unknown1
Hendrix Yulis SetyawanAffiliation unknown1
Merlya MerlyaAffiliation unknown1
Annisa'u ChoirunAffiliation unknown1
Ellis NihayatiAffiliation unknown1
Latifah Diah PuspasariAffiliation unknown1
Nur AzizahAffiliation unknown1
Nur Indah AgustinaAffiliation unknown1
Effendy EffendyAffiliation unknown1
Respatijarti RespatijartiAffiliation unknown1
Rawina SaragihAffiliation unknown1
Chindy Ulima ZanettaAffiliation unknown1
Fakhri HafidhAffiliation unknown1
Zainyah Salmah ArruumAffiliation unknown1
Aprilia RidhawatiAffiliation unknown1
Dyah Retno WulandariAffiliation unknown1
Fajriyatus ShoidahAffiliation unknown1
Muhammad Asya FadillahAffiliation unknown1
Chaireni MartasariAffiliation unknown1
Kristianto NugrohoAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/ja/oai, first harvested 7 Nov 2026, last seen 7 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Variabilitas genetik, heritabilitas dan kemajuan genetik beberapa karakter kuantitatif galur F3 kedelai hasil persilangan</dc:title>
	<dc:creator>Karyawati, Anna Satyana</dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Gita Novita</dc:creator>
	<dc:creator>Waluyo, Budi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Heritabilitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kedelai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kemajuan genetik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Parameter genetik seperti keragaman genetik, heritabilitas dan kemajuan genetik diperlukan untuk merakit kultivar unggul. Untuk itu dialukan evaluasi keragaman genetik, heritabilitas dan kemajuan genetik populasi galur F3 kedelai dari 16 kombinasi persilangan dengan 6 tetua pada beberapa karakter kuantitatif diantaranya yaitu tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah polong isi, jumlah buku subur dan berat biji per tanaman. Penelitian untuk menyiapkan materi genetik dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Jatikerto, Malang pada tahun 2013-2016. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompk (RAK) dengan tiga ulangan. Populasi setiap galur F3 dan tetua pada setiap petak masing-masing 120 tanaman untuk setiap ulangan. Dari hasil keragaman genetik yang diamati, karakter tinggi tanaman, jumlah polong isi, jumlah buku subur dan berat biji per tanaman memiliki nilai keragaman genetik yang luas, sedangkan jumlah cabang memiliki keragaman genetik yang sempit. Nilai heritabilitas karakter pada kombinasi persilangan memiliki nilai sedang hingga tinggi yang berkisar antara 0,25-0,75. Pada karakter tinggi tanaman dari hasil persilangan galur (Anjasmoro x Tanggamus), (Anjasmoro x Grobogan), (Anjasmoro x UB2), (Argopuro x Grobogan), (Grobogan x Anjasmoro), (Grobogan x UB2), (UB2 x UB1), (UB1 x Argopuro) dan (UB1 x UB2) memiliki nilai heritabilitas sedang yaitu 0,46; 0,39; 0,37; 0,46; 0,46; 0,47; 0,46; 0,25; dan 0,47. Pada nilai kemajuan genetik dari 16 galur hasil persilangan, galur (UB2 x Tanggamus) memiliki nilai rata-rata kemajuan genetik paling tinggi yaitu 64,35%, sedangkan galur (UB1 x Argopuro) memiliki nilai rata-rata kemajuan genetik paling rendah yaitu 25,84%.ABSTRACT The F3 soybean progenies derived from 16 cross combinations with six parents were evaluated for their genetic variability, heritability and genetic advances of quantitative traits i.e. plant height, number of branches, number of pods, number of active nodes and seeds weight per plant. The genetic material preparation was conducted at Research Station of Agriculture Faculty, Brawijaya University, Jatikerto, Malang from 2013 to 2016. The experiment was arranged in a randomized block design with three replications. Plant population of each F3 progenies and their parents were 120 plants at each replication. Among the quantitative characters observed, the variability of plant height, number of active nodes, number of pods and seeds weight per plant was wide, and number of branches was narrow. Heritability value in each cross combination had moderate to high value estimates ranged from 0.25 to 0.75. The character of plant height from crossing lines of (Anjasmoro x Tanggamus), (Anjasmoro x Grobogan), (Anjasmoro x UB2), (Argopuro x Grobogan), (Grobogan x Anjasmoro), (Grobogan x UB2), (UB2 x UB1), (UB1 x Argopuro) and (UB1 x UB2) had moderate heritability, i.e. 0.46; 0.39; 0.37; 0.46; 0.46; 0.47; 0.46; 0.25; and 0.47, respectively. The genetic advance from 16 cross combinations, the line of (UB2 x Tanggamus) had the highest mean of genetic advance for 64.35%. The line of (UB1 x Argopuro) had the lowest mean of genetic advance for 25.84%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Agroteknologi</dc:publisher>
	<dc:date>2019-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/ja/article/view/5174</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15575/5174</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal AGRO; Vol. 6 No. 2 (2019); 134-143</dc:source>
	<dc:source>2407-7933</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/ja/article/view/5174/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Agro</dc:rights>
</oai_dc:dc>