Department of Chemistry Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Language
eng
Abstract
English
This study aims to develop a Schoology-based e-learning media and to find out the validity and response of users (teachers and students). The method used in this research was Research and Development (R&D) with the Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE) model. The implementation stage was not carried out due to the limitations of the research. Validation tests carried out by material and media experts as well as limited trials on students and teachers were obtained using a questionnaire. The data analysis technique used was descriptive analysis. The validation results from material and media expert showed the percentage of 93.23% and 90.69% in the valid category. The results of trial by student and teacher responses showed the percentage of 94.40% and 93.12% in good category. The Schoology-based e-learning media on ion equilibrium and buffer solutions is valid and suitable for use in online learning.Â
Indonesian
Kebutuhan akan adanya media pembelajaran yang sesuai tuntutan Abad 21 dan dapat memfasilitasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran pada masa pandemi COVID-19 merupakan suatu urgensi yang tak terhindari. Melalui penelitian ini, tujuannya menghasilkan media e-Learning berbasis Schoology dan mengetahui validitas dan respon pengguna (guru dan peserta didik) dari produk yang dihasilkan guna dapat dimanfaatakan pada pembelajaran dalam jaringan. Penelitian mengacu pada metode R & D dengan model pengembangan ADDIE, yang meliputi tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Data validasi ahli materi dan media serta data uji coba 1-1 dan respon guru diperoleh menggunakan instrumen penelitian berupa angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil validasi oleh ahli materi dan media menunjukkan persentase 93,23% dan 90,69% dengan kategori valid. Sedangkan hasil uji coba 1-1 oleh peserta didik dan respon guru menunjukkan persentase 94,40% dan 93,12% dengan kategori baik.
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.