Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan
Language
eng
Abstract
English
Numeracy competence is a fundamental skill that determines students' readiness to meet twenty-first century demands. Persistent cross-national gaps in achievement, most recently documented in PISA 2022, suggest that differences in curriculum design play a substantial role in shaping those disparities. This study examined the relationship between mathematics curriculum structure and the development of numeracy competence through a comparative analysis of Indonesia and Finland. A Systematic Literature Review (SLR) guided by the PRISMA 2020 framework was conducted across Google Scholar, Scopus, and SINTA databases using Publish or Perish, producing 15 articles from an initial pool of 130 based on predetermined inclusion criteria and quality appraisal using an instrument adapted from the Critical Appraisal Skills Programme (CASP). Thematic analysis suggests that Finland's coherent, conceptually oriented curriculum appears to be associated with the development of students' reasoning and problem-solving abilities, whereas Indonesia's curriculum, which remains comparatively fragmented and procedurally focused, appears to constrain the development of contextual numeracy. The results indicate that curriculum effectiveness in supporting numeracy is determined not merely by written content, but by the extent to which curriculum structure shapes students' overall learning experiences. The implications of this study are relevant to curriculum policy and mathematics curriculum design in Indonesia.
Indonesian
Kompetensi numerasi merupakan keterampilan fundamental yang menentukan kesiapan siswa menghadapi tuntutan abad ke-21, namun kesenjangan capaian antarnegara yang tercermin dalam hasil PISA 2022 menunjukkan bahwa perbedaan desain kurikulum berperan signifikan dalam membentuk perbedaan tersebut. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis komparasi pendidikan matematika di Indonesia dan Finlandia, khususnya keterkaitan antara struktur kurikulum matematika dan pengembangan kompetensi numerasi. Dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) yang mengacu pada panduan PRISMA 2020, pencarian literatur dilakukan melalui basis data Google Scholar, Scopus, dan SINTA menggunakan aplikasi Publish or Perish, yang menghasilkan 15 artikel terpilih dari 130 artikel awal berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Analisis tematik menunjukkan bahwa kurikulum Finlandia yang koheren dan berorientasi konseptual berkaitan erat dengan berkembangnya kemampuan penalaran dan pemecahan masalah siswa, sementara kurikulum Indonesia yang masih cenderung terfragmentasi dan prosedural tampaknya membatasi perkembangan numerasi kontekstual. Temuan ini mengindikasikan bahwa efektivitas kurikulum dalam mendukung numerasi tidak semata ditentukan oleh isi dokumen, melainkan oleh bagaimana struktur kurikulum membentuk keseluruhan pengalaman belajar siswa. Implikasi penelitian ini relevan bagi pengembangan kebijakan dan desain kurikulum matematika di Indonesia.
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.