Open access Journal
Tinjauan Yuridis Mengenai Dampak COVID-19 Terhadap Pemutusan Hubungan Kerja
Halu Oleo Law Review (HOLREV) · Vol. 4 No. 2 (2020) · pp. 157–176
- ISSN
- 2548-1754, 2548-1762
- Published
- 2020-09-28
- Publisher
- Halu Oleo University
- Language
- eng
Abstract
Penyebaran virus COVID-19, telah berkembang pesat dalam beberapa bulan ini di dunia termasuk Indonesia oleh sebab itu, pemerintah menghimbau agar belajar, ibadah, dan bekerja dilakukan di rumah masing-masing untuk mencegah penyebaran COVID-19. Kebijakan pemerintah tersebut akhirnya membuat beberapa perusahaan di tanah air memilih untuk melakukan pemutusan hubungan kerja yang berakibat banyaknya karyawan merasa dirugikan. Pada karya ilmiah ini penulis menggunakan metode penelitian hukum normatif empiris dalam menyelesaikan dampak COVID-19 terhadap pemutusan Hubungan Kerja. Sehubungan dengan hal ini peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk memberikan solusi dengan cara menciptakan kepastian hukum agar tidak ada pihak yang dirugikan. Dalam Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan sendiri tidak dijelaskan secara rinci apakah adanya wabah atau penyakit pandemi saat ini termasuk dalam keadaan memaksa “force majeur”, dengan ketidakjelasan Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 maka pemerintah dalam memberikan kepastian hukum menerbitkan Keppres 12 Tahun 2020 Tentang Penetapan Bencana Non Alam penyebaran COVID-19 sebagai bencana nasional. Tetapi dengan dibuatnya Keppres 12 Tahun 2020 ini bukannya memberikan kepastian hukum namun menimbulkan banyak pertanyaan apakah di dalam Pemutusan Hubungan Kerja ini termasuk “FORCE MAJEUR” atau “HARDSHIP”.
Keywords
Collaboration network of the authors
40 authors · 86 co-authorship links · 13 across different organisations · showing the 40 most connected
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Universitas Halu Oleo
- Universitas Airlangga
- Universitas Ahmad Dahlan
- Institut Agama Islam Negeri Kendari
- Universitas Muhammadiyah Kendari
- Institut Agama Islam Nurul Hakim
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Oheo Kaimuddin Haris | Universitas Halu Oleo | 6 |
| Handrawan Handrawan | Universitas Halu Oleo | 5 |
| Anton Yudhana | Universitas Ahmad Dahlan | 1 |
| Fitri Anggraini | Universitas Ahmad Dahlan | 1 |
| Nurhafidah Nurhafidah | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Ghozi Naufal Qois | Universitas Airlangga | 1 |
| Nathania Nurianto | Universitas Airlangga | 1 |
| Michelle Warokka Putri | Universitas Airlangga | 1 |
| Prawitra Thalib | Universitas Airlangga | 1 |
| Faizal Kurniawan | Universitas Airlangga | 1 |
| Atiqoh Farhah Maulani | Universitas Airlangga | 1 |
| Syahbudin Syahbudin | Universitas Halu Oleo | 1 |
| La Ode Syukur | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Jopang Jopang | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Muh Amir | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Iskandar Iskandar | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Muhar Jaya | Affiliation unknown | 1 |
| Alfiyan Alfiyan | Affiliation unknown | 1 |
| Yusuf Mars | Affiliation unknown | 1 |
| Deity Yuningsih | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Teguh Pratiknyo | Affiliation unknown | 1 |
| Ahmad Arif | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Rusnadi Dwi Saputra | Affiliation unknown | 1 |
| Didik Efrianto | Affiliation unknown | 1 |
| Sabrina Hidayat | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Muhammad Sidrat | Affiliation unknown | 1 |
| Supriyadin Supriyadin | Universitas Muhammadiyah Kendari | 1 |
| Darwin Pandjaitan | Institut Agama Islam Nurul Hakim | 1 |
| Adi Rais Patanra | Affiliation unknown | 1 |
| Safril Sofwan Sanib | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Rahman Hasima | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Heryanti Heryanti | Affiliation unknown | 1 |
| Jumiati Ukkas | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Ramadan Tabiu | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Nur Intan | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Heryanti Heryanti | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.