Open access Journal
Kedudukan Hukum Pengadaan Barang dan Jasa Dalam Pelayanan Publik
Halu Oleo Legal Research · Vol. 1 No. 1 (2019) · pp. 111–122
- ISSN
- 2657-0017
- Published
- 2019-07-29
- Publisher
- Halu Oleo University
- Language
- eng
Abstract
Kerangka hukum dan perundang-undangan tentang pengadaan barang dan jasa untuk Pemerintah telah mengalami kemajuan cukup pesat dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa Pemerintah. Perpres ini mendorong penerapan prinsipprinsip dasar dalam proses pengadaan barang dan jasa yang transparan, terbuka, adil, kompetitif, ekonomis, dan efisien.Regulasi pengadaan Pemerintah melalui keputusan Presiden tidak berada pada tingkat hukum yang cukup tinggi. Masalah utamanya adalah dalam lingkungan desentralisasi, regulasi pengadaan publik melalui keputusan presiden tidak menetapkan prinsip-prinsip dasar dan kebijakan yang mengatur pengadaan Pemerintah pada tingkat perundang-undangan yang cukup tinggi. Inilah yang menyebabkan mengapa ada kebutuhan terhadap Undang-undang (UU) pengadaan yang memperhatikan baik kelaziman yang berlaku secara internasional maupun kepentingan spesifik Indonesia.Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif, dimana pendekatan terhadap permasalahan dilakukan dengan mengkaji ketentuan peraturan perundangan yang berlaku. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Statute approach adalah pendekatan perundang-undangan yang dilakukan dengan cara menelaah semua undang-undang dan regulasi yang berkaitan dengan isu hukum. Untuk bahan penelitian, dikumpulkan sebanyak mungkin data yang diperoleh mengenai masalah yang berhubungan dengan penelitian ini. Karena penelitian ini bersifat yuridis normatif, maka digunakan bahan hukum primer dan sekunder.Dalam penelitian ini peneliti menemukan beberapa hasil Kedudukan Hukum pengadaan barang dan jasa dapat menjamin peningkatan pelayanan publik hal ini dapat dilihat dari materi muatan peraturan pelaksana pengadaan barang/jasa yang memiliki kriteria keadaan tertentu terhadap Undang-Undang Jasa Konstruksi yang merujuk pada prinsip hukum transparansi dan akuntabilitas sehingga terpenuhi pelayanan publik atas pengelolaan pengadaan barang/jasa. Bahwa pengaturan hukum atas Tanggung Jawab Jabatan Pengguna Anggaran sebagai Organ Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah memiliki korelasi antara tanggung gugat lembaga peradilan pada jabatan pengguna anggaran atas kesalahan penggunaan metode penunjukan langsung menjadi tanggung jawab institusi, untuk tanggung gugat perdata dan tanggung jawab pidana pada jabatan pengguna anggaran atas kesalahan penggunaan metode penunjukan langsung, menjadi tanggung jawab pribadi.
Keywords
Collaboration network of the authors
40 authors · 96 co-authorship links · 8 across different organisations · showing the 40 most connected
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Universitas Halu Oleo
- Indonesia Open University
- Institut Agama Islam Al-Yasini Pasuruan
- Badan Pengawas Pemilihan Umum
- Ministry of Religious Affairs
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Kamaruddin Jafar | Universitas Halu Oleo | 9 |
| Rahman Hasima | Universitas Halu Oleo | 4 |
| Muhammad Jufri Dewa | Universitas Halu Oleo | 3 |
| La Ode Muhamad Sulihin | Universitas Halu Oleo | 3 |
| Muhammad Sabaruddin Sinapoy | Universitas Halu Oleo | 3 |
| Muh. Sabaruddin Sinapoy | Universitas Halu Oleo | 3 |
| Nur Intan | Universitas Halu Oleo | 3 |
| Muhamad Nazar | Universitas Halu Oleo | 2 |
| Muhammad Sjaiful | Universitas Halu Oleo | 2 |
| Sahrina Safiuddin | Universitas Halu Oleo | 2 |
| Muhammad Jufri | Universitas Halu Oleo | 2 |
| Lade Sirjon | Universitas Halu Oleo | 2 |
| Yessinia Bela Abidin | Badan Pengawas Pemilihan Umum | 2 |
| Muhamad Ikbal Safwan | Affiliation unknown | 2 |
| Oma Irama | Ministry of Religious Affairs | 2 |
| Heryanti Heryanti | Affiliation unknown | 2 |
| Asri Sarif | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Iksan Rompo | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Handrawan Handrawan | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Rustam Ukkas | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Moh. Iksanuddin Makmun | Indonesia Open University | 1 |
| Mahardian Mahardian | Institut Agama Islam Al-Yasini Pasuruan | 1 |
| Masna Masna | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Deity Yuningsih | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Jamaluddin Jamaluddin | Affiliation unknown | 1 |
| Fahrudin Rasyid | Affiliation unknown | 1 |
| Rahmi Paramitha Amiruddin | Affiliation unknown | 1 |
| Rahmad Hidayat | Affiliation unknown | 1 |
| Jonova Rampoallo | Affiliation unknown | 1 |
| Muhammad Taher Jufri | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Markus Iman Sucipto | Affiliation unknown | 1 |
| Irwan Masrun | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Umar Ali | Affiliation unknown | 1 |
| Musdar Musdar | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Asri Asri | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Ridawati Ridawati | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Muḥammad Ḥasan | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.