Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

PERENCANAAN SISTEM DRAINASE PERMUKIMAN KUMUH DI KE-LURAHAN LAPULU KOTA KENDARI

Jurnal Perencanaan Wilayah · Vol. 3 No. 2 (2019)

DOI
10.33772/jpw.v3i2.7605
ISSN
2502-4205
Published
2019-07-09
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Kawasan permukiman dapat juga dikatakan kumuh apabila saluran drainasenya tidak berfungsi dengan baik, untuk itu diperlukan perencanaan sistem Drainase (jaringan drainase) agar dapat berfungsi secara optimal sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) guna menampung debit aliran air yang normal, terutama pada saat musim hujan dan terjadi pasang air laut sehingga tidak mengalami genangan atau banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksisting jaringan drainase, area genangan, dan merencanakan pembangunan drainase yang optimal sesuai standar di Kelurahan Lapulu. Hasil penelitian menunjukkan eksisting jaringan drainase masih banyak ditemukan tidak berfungsi dengan optimal, seperti letak saluran drainase yang lebih tinggi dari pekarangan warga, adanya saluran drainase yang tersumbat oleh sampah, tertimbun tanah dan pasir, terputus karena pergeseran air dan rusak. Jumlah total jaringan drainase yang terdapat masalah yaitu sebesar 5.388 meter dengan prosentase 92,7% dan 250 bangunan yang disekitarnya terdapat genangan atau 43% dari seluruh bangunan. Perlunya sosialisasi oleh instansi yang terkait, Lembaga Swadaya Masyarakat, pemerhati lingkungan, maupun Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Guna menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah di saluran drainase dan selalu menjaga saluran drainase agar tetap bersih sehingga dapat dengan lancar mengalirkan air pembuangan dari permukiman, air hujan dan genangan. Kata Kunci: Permukiman Kumuh, Sistem Jaringan Drainase.

Collaboration network of the authors

40 authors · 91 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Muhammad Aswar LimiUniversitas Halu Oleo5
Adris Ade PutraAffiliation unknown4
Hasbullah SyafAffiliation unknown3
Munirwan ZaniUniversitas Halu Oleo2
Samsul Alam FykaUniversitas Halu Oleo2
Darwan DarwanAffiliation unknown2
Abdul KadirUniversitas Halu Oleo2
Sarinah SarinahAffiliation unknown1
La Ode Arfan DeduAffiliation unknown1
Yusnaeni YusnaeniAffiliation unknown1
Muhammad RamliUniversitas Halu Oleo1
Marsuki IswandiUniversitas Halu Oleo1
Muhibudin MuhibudinAffiliation unknown1
Analuddin AnaluddinUniversitas Halu Oleo1
Irfan IdoAffiliation unknown1
Muliddin MuliddinAffiliation unknown1
Ansyahrul MukmininAffiliation unknown1
Lies IndriyaniAffiliation unknown1
La Baco S.Affiliation unknown1
Baso MursidiAffiliation unknown1
Kahirun KahirunUniversitas Halu Oleo1
La Baco S.Affiliation unknown1
Nasaruddin NasaruddinAffiliation unknown1
Hartina BatoaAffiliation unknown1
Kardin KardinAffiliation unknown1
La Ode Muh. HarafahAffiliation unknown1
Weka WidayatiUniversitas Halu Oleo1
Risnawati RisnawatiAffiliation unknown1
Sitti MarwahUniversitas Halu Oleo1
Muhamad Yusuf BasoAffiliation unknown1
Agustinus LolokAffiliation unknown1
Mustarum MusarudinAffiliation unknown1
Feryati FeryatiAffiliation unknown1
Sahindomi BanaAffiliation unknown1
La BacoAffiliation unknown1
Eulisa EulisaAffiliation unknown1
La Onu OlaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/ppw/oai, first harvested 30 Oct 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERENCANAAN SISTEM DRAINASE PERMUKIMAN KUMUH DI KE-LURAHAN LAPULU KOTA KENDARI</dc:title>
	<dc:creator>Machmuddin, Machmuddin</dc:creator>
	<dc:creator>Yunus, Lukman</dc:creator>
	<dc:creator>Magribi, La Ode Muh.</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kawasan permukiman dapat juga dikatakan kumuh apabila saluran drainasenya tidak berfungsi dengan baik, untuk itu diperlukan perencanaan sistem Drainase (jaringan drainase) agar dapat berfungsi secara optimal sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) guna menampung debit aliran air yang normal, terutama pada saat musim hujan dan terjadi pasang air laut sehingga tidak mengalami genangan atau banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksisting jaringan drainase, area genangan, dan merencanakan pembangunan drainase yang optimal sesuai standar di Kelurahan Lapulu. Hasil penelitian menunjukkan eksisting jaringan drainase masih banyak ditemukan tidak berfungsi dengan optimal, seperti letak saluran drainase yang lebih tinggi dari pekarangan warga, adanya saluran drainase yang tersumbat oleh sampah, tertimbun tanah dan pasir, terputus karena pergeseran air dan rusak. Jumlah total jaringan drainase yang terdapat masalah yaitu sebesar 5.388 meter dengan prosentase 92,7% dan 250 bangunan yang disekitarnya terdapat genangan atau 43% dari seluruh bangunan. Perlunya sosialisasi oleh instansi yang terkait, Lembaga Swadaya Masyarakat, pemerhati lingkungan, maupun Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Guna menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah di saluran drainase dan selalu menjaga saluran drainase agar tetap bersih sehingga dapat dengan lancar mengalirkan air pembuangan dari permukiman, air hujan dan genangan. Kata Kunci : Permukiman Kumuh, Sistem Jaringan Drainase.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-07-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/ppw/article/view/7605</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jpw.v3i2.7605</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Perencanaan Wilayah; Vol 3, No 2 (2018)</dc:source>
	<dc:source>2502-4205</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jpw.v3i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/ppw/article/view/7605/5579</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Perencanaan Wilayah</dc:rights>
</oai_dc:dc>