Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

Tingkat Kecernaan Juvenil Ikan Bandeng Chanos-Chanos yang Diberi Pakan Berbahan Tepung Ampas Minyak Biji Kapuk (Ceiba petandra)

Jurnal Media Akuatika · Vol. 6 No. 4 (2021) · pp. 184–191

DOI
10.33772/jma.v6i4.17537
ISSN
2503-4324
Published
2021-10-21
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Kendala bahan baku pakan sumber protein nabati tepung kedelai yaitu bergantung impor sehingga disubtitusi menggunakan tepung ampas minyak biji kapuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecernaan juvenil ikan bandeng (Chanos-chanos) yang diberi pakan berbahan tepung ampas minyak biji kapuk. Empat jenis pakan dibuat berdasarkan subtitusi tepung kedelai (TK) dengan tepung ampas minyak biji kapuk (TAMBK) yang terdiri atas:100% TK; 0% TAMBK (pakan A), 75% TK: 25% TAMBK (pakan B), 50% TK: 50% TAMBK (pakan C), dan 25% TK: 75% TAMBK (pakan D). Semua pakan percobaan ditambahkan 0,5 % kromium oksida (Cr2O3) sebagai indikator menentukan tingkat kecernaan pada ikan. Sebanyak 120 ekor juvenil ikan bandeng (bobot awal rata-rata: 0,80±1,91 g) dimasukkan ke dalam 12 akuarium (10 ekor/ akuarium) yang berukuran 60×40×50 cm. Pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari (pukul 08.00 dan 16.00) berdasarkan bobot tubuh selama 60 hari pemeliharaan, kemudian dilakukan pengumpulan feses setiap 3-4 jam setelah ikan diberi makan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pakan berbahan tepung ampas minyak biji kapuk memberikan pengaruh yang sama terhadap tingkat kecernaan protein dan kecernaan total juvenil ikan bandeng (Chanos-chanos). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kecernaan protein juvenile ikan bandeng (Chanos-chanos) dalam kategori kurang baik sedangkan kecernaan total menunjukan kisaran optimal.Kata Kunci: Tepung ampas minyak biji kapuk, tepung kedelai, juvenil ikan bandeng Chanos-chanos

Collaboration network of the authors

40 authors · 106 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Agus KurniaAffiliation unknown9
Indriyani NurUniversitas Halu Oleo9
Wellem H. MuskitaAffiliation unknown7
Yusnaini YusnainiUniversitas Halu Oleo5
Oce AstutiUniversitas Halu Oleo5
Oce AstutiAffiliation unknown4
Yusnaini YusnainiUniversitas Halu Oleo4
Muhammad IdrisUniversitas Halu Oleo4
Muhammad IdrisUniversitas Halu Oleo3
Wa IbaUniversitas Halu Oleo3
La Ode Baytul AbidinAffiliation unknown3
Herlan HidayatUniversitas Halu Oleo3
Anshar AnsharAffiliation unknown3
Abdul Muis BalubiUniversitas Halu Oleo2
Abdul M. BalubiAffiliation unknown2
La Ode Baytul AbidinUniversitas Halu Oleo2
. YusnainiAffiliation unknown2
Wellem H. MuskitaAffiliation unknown2
SuwarjoyowirayatnoAffiliation unknown2
Jon DahlanUniversitas Halu Oleo2
Sulastri IlyasUniversitas Halu Oleo2
Abdul MajidUniversitas Halu Oleo1
Ni Gusti KetutAffiliation unknown1
Prima Endang SusilowatiUniversitas Halu Oleo1
Sitti Asna SamuriaUniversitas Halu Oleo1
Waode MushaffaAffiliation unknown1
Santi SantiAffiliation unknown1
Erick Arjuna ArisUniversitas Halu Oleo1
Musarlin MusarlinAffiliation unknown1
Ayub M. PadangaranUniversitas Halu Oleo1
Azuka B. YuukannaUniversitas Halu Oleo1
Abdul RahmanUniversitas Halu Oleo1
Armin .Affiliation unknown1
Muhammad IdrisAffiliation unknown1
. RusminaAffiliation unknown1
Sukriawan SukriawanUniversitas Halu Oleo1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/oai, first harvested 31 Oct 2026, last seen 8 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Tingkat Kecernaan Juvenil Ikan Bandeng Chanos-Chanos yang Diberi Pakan Berbahan Tepung Ampas Minyak Biji Kapuk (Ceiba petandra)</dc:title>
	<dc:creator>Syam, Ratna Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Hamzah, Muhaimin</dc:creator>
	<dc:creator>Muskita, Wellem H.</dc:creator>
	<dc:creator>Kurnia, Agus</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kendala bahan baku pakan sumber protein nabati  tepung kedelai yaitu bergantung impor sehingga disubtitusi menggunakan tepung ampas minyak biji kapuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecernaan juvenil ikan bandeng (Chanos-chanos) yang diberi pakan berbahan tepung ampas minyak biji kapuk. Empat jenis pakan dibuat berdasarkan subtitusi tepung kedelai (TK) dengan tepung ampas minyak biji kapuk (TAMBK) yang terdiri atas :100% TK; 0% TAMBK (pakan A), 75% TK : 25% TAMBK (pakan B), 50% TK : 50% TAMBK (pakan C), dan 25% TK : 75% TAMBK (pakan D). Semua pakan percobaan ditambahkan 0,5 % kromium oksida (Cr2O3) sebagai indikator menentukan tingkat kecernaan pada ikan. Sebanyak 120 ekor juvenil ikan bandeng (bobot awal rata-rata : 0,80±1,91 g) dimasukkan ke dalam 12 akuarium (10 ekor/ akuarium) yang berukuran 60×40×50 cm. Pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari (pukul 08.00 dan 16.00) berdasarkan bobot tubuh selama 60 hari pemeliharaan, kemudian dilakukan pengumpulan feses setiap 3-4 jam setelah ikan diberi makan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pakan berbahan tepung ampas minyak biji kapuk memberikan pengaruh yang sama terhadap tingkat kecernaan protein dan kecernaan total juvenil ikan bandeng (Chanos-chanos). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kecernaan protein juvenile ikan bandeng (Chanos-chanos) dalam kategori kurang baik sedangkan kecernaan total menunjukan kisaran optimal.Kata Kunci: Tepung ampas minyak biji kapuk, tepung kedelai, juvenil ikan bandeng Chanos-chanos </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-10-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/article/view/17537</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/jma.v6i4.17537</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Media Akuatika; Vol 6, No 4 (2021): Oktober; 184-191</dc:source>
	<dc:source>2503-4324</dc:source>
	<dc:source>10.33772/jma.v6i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/JMA/article/view/17537/14047</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Media Akuatika</dc:rights>
</oai_dc:dc>