Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

Kelimpahan dan Keanekaragaman Teripang Pada Daerah Sasisen dan Non-Sasisen Di Perairan Pulau Numfor

ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua · Vol. 2 No. 1 (2019)

DOI
10.31957/acr.v2i1.983
ISSN
2622-6561, 2685-1865
Published
2019-07-26
Publisher
Cenderawasih University
Language
eng

Abstract

Salah satu upaya untuk menjaga keberadaan dan kelestarian sumberdaya alam di wilayah pesisir dan laut adalah dengan diterapkannya wilayah-wilayah yang dilindungi, baik secara hukum maupun adat istiadat. Sasisen merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Biak dalam usaha perlindungan kawasan dan sumberdaya laut. Sasisen sudah lama dikenal oleh masyarakat adat Biak, namun pada umumnya sasisen yang biasanya dilakukan oleh masyarakat adat Biak adalah sasisen dusun kelapa, dusun pinang, dan tumbuh-tumbuhan lainnya dalam rangka kegiatan-kegiatan adat dan gereja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis teripang, kelimpahan dan keanekaragaman teripang di ekosistem padang lamun yang merupakan daerah sasisen (Kampung Pakreki) dan non-sasisen (Kampung Manggari) di Pulau Numfor. Metode yang digunakan dalam inventarisasi dan pengambilan data teripang adalah transek garis dengan panjang 100 m dan lebar 25 m, dimana di setiap stasiun terdapat 3 transek. Hasil penelitian menunjukan bahwa daerah sasisen ditemukan 2 jenis teripang, yaitu Holothuria atra dan Holothuria argus. Sedangkan di daerah non-sasisen ditemukan 8 jenis teripang yaitu Holothuria atra, Holothuria argus, Holothuria scabra, Bohadschia scabra, Agtinopyga miliaris, Bohadschia vitiensis, Holothuria nobilis, dan Agtinopyga lecanora. Jumlah individu teripang tertinggi adalah jenis H. atra di daerah sasisen. Kelimpahan teripang di daerah sasisen berkisar antara 0,017 ind/m2 sampai 0,333 ind/m2, sedangkan di daerah non-sasisen berkisar antara 0,017 ind/m2 sampai 0,167 ind/m2. Tingkat keanekaragaman di daerah sasisen 0,191 dan di daerah non-sasisen 1,808. Keanekaragaman teripang di daerah sasisen tergolong rendah, sedangkan di daerah non-sasisen tergolong sedang.Kata Kunci: Kelimpahan; Keanekaragaman; Teripang; Ekosistem lamun; Sasien dan non-sasisen

Collaboration network of the authors

40 authors · 160 co-authorship links · 17 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Cenderawasih University
  • Universitas Sains dan Teknologi Jayapura
  • Diponegoro University
  • Universitas Gadjah Mada
  • Universitas Papua
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Ervina IndrayaniCenderawasih University5
Baigo HamunaCenderawasih University5
Kalvin PaikiCenderawasih University4
Popi Ida Laila AyerCenderawasih University4
Korinus RejauwCenderawasih University4
John D. KalorCenderawasih University3
Nelly LungaCenderawasih University3
Daniel LantangCenderawasih University3
Herlando SinagaUniversitas Sains dan Teknologi Jayapura3
Ester RampaUniversitas Sains dan Teknologi Jayapura3
Maklon WarpurCenderawasih University3
Tien Nova B. YenusiDiponegoro University2
Yunus Pajanjan PaulanganCenderawasih University2
Tamara Louraine Jeanette KainamaCenderawasih University2
Kristhopolus K. RumbiakCenderawasih University2
Elisabeth Payung AlloCenderawasih University2
Vera K. MandeyCenderawasih University2
Suharno SuharnoCenderawasih University1
Suharyanto SuharyantoUniversitas Gadjah Mada1
Chris D. SembayAffiliation unknown1
Verena AgustiniCenderawasih University1
Helena Trivona TuriridayUniversitas Papua1
Tien Y.B YenusiCenderawasih University1
Rosye H.R. TanjungCenderawasih University1
Eduard RaunsayAffiliation unknown1
Basa T. RumahorboCenderawasih University1
Efray WanimboCenderawasih University1
Miryam BaransanoCenderawasih University1
Shanti RosdiantiCenderawasih University1
Alfred DimaraCenderawasih University1
Agustinus RenyoetCenderawasih University1
Khristhoper Aris Arianto ManaluCenderawasih University1
Tamara KainamaCenderawasih University1
Krithopolus RumbiakCenderawasih University1
Ign. Joko SuyonoCenderawasih University1
Daawia DaawiaCenderawasih University1
Suriani Br. SurbaktiCenderawasih University1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/ACR/oai, first harvested 1 Nov 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kelimpahan dan Keanekaragaman Teripang Pada Daerah Sasisen dan Non-Sasisen Di Perairan Pulau Numfor</dc:title>
	<dc:creator>Baransano, Natan</dc:creator>
	<dc:creator>Dimara, Lisiard</dc:creator>
	<dc:creator>Menufandu, Herlina</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Salah satu upaya untuk menjaga keberadaan dan kelestarian sumberdaya alam di wilayah pesisir dan laut adalah dengan diterapkannya wilayah-wilayah yang dilindungi, baik secara hukum maupun adat istiadat. Sasisen merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Biak dalam usaha perlindungan kawasan dan sumberdaya laut. Sasisen sudah lama dikenal oleh masyarakat adat Biak, namun pada umumnya sasisen yang biasanya dilakukan oleh masyarakat adat Biak adalah sasisen dusun kelapa, dusun pinang, dan tumbuh-tumbuhan lainnya dalam rangka kegiatan-kegiatan adat dan gereja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis teripang, kelimpahan dan keanekaragaman teripang di ekosistem padang lamun yang merupakan daerah sasisen (Kampung Pakreki) dan non-sasisen (Kampung Manggari) di Pulau Numfor. Metode yang digunakan dalam inventarisasi dan pengambilan data teripang adalah transek garis dengan panjang 100 m dan lebar 25 m, dimana di setiap stasiun terdapat 3 transek. Hasil penelitian menunjukan bahwa daerah sasisen ditemukan 2 jenis teripang, yaitu Holothuria atra dan Holothuria argus. Sedangkan di daerah non-sasisen ditemukan 8 jenis teripang yaitu Holothuria atra, Holothuria argus, Holothuria scabra, Bohadschia scabra, Agtinopyga miliaris, Bohadschia vitiensis, Holothuria nobilis, dan Agtinopyga lecanora. Jumlah individu teripang tertinggi adalah jenis H. atra di daerah sasisen. Kelimpahan teripang di daerah sasisen berkisar antara 0,017 ind/m2 sampai 0,333 ind/m2, sedangkan di daerah non-sasisen berkisar antara 0,017 ind/m2 sampai 0,167 ind/m2. Tingkat keanekaragaman di daerah sasisen 0,191 dan di daerah non-sasisen 1,808. Keanekaragaman teripang di daerah sasisen tergolong rendah, sedangkan di daerah non-sasisen tergolong sedang.Kata Kunci: Kelimpahan; Keanekaragaman; Teripang; Ekosistem lamun; Sasien dan non-sasisen</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Cenderawasih University</dc:publisher>
	<dc:date>2019-07-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/ACR/article/view/983</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31957/acr.v2i1.983</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua; Vol. 2 No. 1 (2019)</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua; Vol 2 No 1 (2019)</dc:source>
	<dc:source>2622-6561</dc:source>
	<dc:source>2685-1865</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/ACR/article/view/983/863</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua</dc:rights>
</oai_dc:dc>