Open access Journal
Wakatobi Mangrove Trap 1st Generation: A Small-Scale Prototype of Mangrove Biota Trapping Technology for Wakatobi Small-Islands, Southeast Sulawesi
Zona Laut Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan · Vol. ume No. vember (2023) · pp. 336–344
- ISSN
- 2721-5717, 2747-2124
- Published
- 2023-11-11
- Publisher
- Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin
- Language
- id
Abstract
English
Mangrove ecosystems have forest functions and benefits as a nursery zone for fisheries biota, protecting coastal abrasion, carbon sinks, and supporting nutrient content for aquatic health. Unfortunately, the area of this forest is decreasing, so conservation efforts are needed. Mangrove forests in Wakatobi Regency are a very important resource for coastal areas and small islands and should be preserved and continuously developed, along with other resources. Mangrove forest conservation efforts have become the main concern of the parties. However, planting and rehabilitation efforts are still an obstacle due to very slow growth and even death. Several cases were found where mangrove propagule planting on Wangi-Wangi Island Beach died in a short time. The aim of the research is to design a prototype or simple technology that is useful for trapping sediment and reducing the influence of waves at the beginning of propagule planting and when mangrove saplings have begun to grow and survive at the age of about 1.5 to 3 years. This research is included in quantitatively applied research in the form of a simple structural product that is then installed on Melaione Matahora Beach and Liya Togo Beach. The results obtained are the design (prototype) of a mangrove trap with a concrete structure measuring as 1 m x 0,5 m x 0,5 m with a shape similar to a puzzle box, each side of which locks together. Wakatobi mangrove trap box contains a mixture of mangrove leaf litter, seagrass litter, aggregate humus soil, and sandy soil, which is then planted with propagules of mangrove. This research lasted approximately 1 (one) year more, and the mangrove-planted seedlings grew well, although seedlings planted on Melaione Matahora Beach initially died due to moss pests, but after repairing the prototype to the 1st generation model, the propagule grew well and survival until now.
Indonesian
Ekosistem mangrove bermanfaat sebagai zona asuhan bagi biota perikanan, menjaga abrasi pantai, penyerap karbon dan pendukung kandungan nutrien bagi kesehatan perairan laut. Namun luas area hutan mangrove di Wakatobi tidak pernah bertambah dan cenderung mengalami penurunan mutu kesehatannya, sehingga perlu upaya pelestarian dan rehabilitasi. Hutan mangrove di Kabupaten Wakatobi merupakan sumber daya wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang sangat penting, untuk dijaga dan terus dikembangkan, bersama sumber daya lainnya. Upaya pelestarian hutan mangrove sudah menjadi perhatian utama untuk semua pihak. Akan tetapi, upaya penanaman dan rehabilitasi masih menjadi tantangan karena pertumbuhan yang sangat lambat dan bahkan mengalami kematian yang lebih cepat. Beberapa kasus ditemukan penanaman propagul mangrove di Pantai Pulau Wangi-Wangi mengalami kematian dalam waktu yang singkat, diduga karena faktor alam tapi disisi lain tidak kepedulian dalam proses pemeliharaannya. Tujuan penelitian adalah merancang prototipe atau desain teknologi sederhana yang berguna untuk merangkap sedimen serta meredam pengaruh arus-gelombang pada awal penanaman propagul dan ketika anakan mangrove sudah mulai tumbuh dan bertahan pada umur sekitar 1,5 hingga 3 tahun. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kuantitatif-terapan yang menghasilkan produk struktur sederhana dalam bentuk prototipe dan kemudian prototipe tersebut dipasang pada Pantai Melaione Matahora dan Pantai Liya Togo. Hasil yang diperoleh adalah rancang bangun (prototype) mangrove trap dengan struktur beton berukuran 1 m x 0,5 m x 0,5 m, dengan bentuk mirip kotak puzzle, yang masing-masing sisi saling mengunci. Kotak wakatobi mangrove trap kemudian diisi dengan substrat campuran serasah daun mangrove, serasah lamun dan aggregate tanah humus dan lumpur berpasir, lalu di dalamnya ditanam propagul mangrove jenis Rhizopora. Penelitian ini berlangsung kurang lebih 1 (satu) tahun lebih, dan bibit mangrove yang ditanam tumbuh dengan baik,. Hasil monitoring ditemukan untuk bibit propagul yang ditanam pada Pantai Melaione Matahora, pada awalnya mati oleh akibat serangan hama lumut namun setelah diperbaiki prototipenya ke model generasi ke-I, propagule tersebut tumbuh dengan baik dan bertahan hingga sekarang
Keywords
Collaboration network of the authors
23 authors · 130 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Elsari Tanjung Putri | Affiliation unknown | 2 |
| Lidya Katili | Affiliation unknown | 2 |
| Saeful A. Tauladani | Affiliation unknown | 2 |
| Franky Adrian Darondo | Affiliation unknown | 2 |
| Jenny I. Manengkey | Affiliation unknown | 1 |
| Karyanto | Affiliation unknown | 1 |
| Rudi Saranga | Affiliation unknown | 1 |
| Jul Manohas | Affiliation unknown | 1 |
| Karyanto Karyanto | Affiliation unknown | 1 |
| Samuel Hamel | Affiliation unknown | 1 |
| Silvester Simau | Affiliation unknown | 1 |
| Lusje D. Antou | Affiliation unknown | 1 |
| Peggy Pontoh | Affiliation unknown | 1 |
| Mohammad Akbar | Affiliation unknown | 1 |
| Yuli Purwanto | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.