Open access Journal
UANG PANAI’ DALAM TINJAUAN FIQHI ISLAMI
Jurnal Sarjana Ilmu Budaya · Vol. 4 No. 02 (2024) · pp. 32–42
- ISSN
- 2986-0504, 0000-0000
- Published
- 2024-05-31
- Publisher
- Departemen Sastra Asia Barat, Fakultas Ilmu budaya, Universitas Hasanuddin
- Language
- en
Abstract
English
Kajian ini membahas aspek hukum Islam terkait adat pernikahan di Sulawesi Selatan, khususnya mengenai uang panai’. Pertama, kajian menggambarkan variasi pandangan fuqaha empat mazhab mengenai hukum mengadakan pesta dalam Islam, di mana mayoritas memandangnya sebagai mustahabbah, namun terdapat perbedaan pendapat yang memandangnya sebagai wajib. Kedua, kajian membahas status hukum uang panai’ berdasarkan qiyas atau analogi hukum, dengan kesepakatan sebelumnya memengaruhi kecenderungan menjadikannya mustahab atau mubah. Ketiga, kajian menjelaskan bahwa uang panai’ yang resmi menjadi milik keluarga dapat dimanfaatkan sebagai infaq umum, kecuali untuk zakat yang memerlukan kajian lebih mendalam. Terakhir, kajian menentukan minimal uang panai’ sesuai kelayakan fiqih empat mazhab, dengan batasan sesederhana mungkin, tanpa melampauhi batas kelayakan. Implikasi dari kajian ini mencakup kemungkinan penggunaannya sebagai patokan dalam memahami status hukum Islam uang panai’. Kajian ini juga dapat diusulkan sebagai dasar Fatwa, Bayan, atau himbauan MUI Kota Makassar, memberikan arahan yang jelas terkait kehalalan atau keharaman uang panai’. Dengan demikian, kajian ini memiliki dampak positif dalam memberikan panduan dan kebijakan yang tepat terkait uang panai’ dalam konteks adat pernikahan di Sulawesi Selatan.
Indonesian
Kajian ini membahas aspek hukum Islam terkait adat pernikahan di Sulawesi Selatan, khususnya mengenai uang panai’. Pertama, kajian menggambarkan variasi pandangan fuqaha empat mazhab mengenai hukum mengadakan pesta dalam Islam, di mana mayoritas memandangnya sebagai mustahabbah, namun terdapat perbedaan pendapat yang memandangnya sebagai wajib. Kedua, kajian membahas status hukum uang panai’ berdasarkan qiyas atau analogi hukum, dengan kesepakatan sebelumnya memengaruhi kecenderungan menjadikannya mustahab atau mubah. Ketiga, kajian menjelaskan bahwa uang panai’ yang resmi menjadi milik keluarga dapat dimanfaatkan sebagai infaq umum, kecuali untuk zakat yang memerlukan kajian lebih mendalam. Terakhir, kajian menentukan minimal uang panai’ sesuai kelayakan fiqih empat mazhab, dengan batasan sesederhana mungkin, tanpa melampauhi batas kelayakan. Implikasi dari kajian ini mencakup kemungkinan penggunaannya sebagai patokan dalam memahami status hukum Islam uang panai’. Kajian ini juga dapat diusulkan sebagai dasar Fatwa, Bayan, atau himbauan MUI Kota Makassar, memberikan arahan yang jelas terkait kehalalan atau keharaman uang panai’. Dengan demikian, kajian ini memiliki dampak positif dalam memberikan panduan dan kebijakan yang tepat terkait uang panai’ dalam konteks adat pernikahan di Sulawesi Selatan.
Collaboration network of the authors
28 authors · 65 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Universitas Islam Negeri Palangka Raya
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Andi Agussalim | Affiliation unknown | 8 |
| Mujadilah nur | Affiliation unknown | 5 |
| Muhammad Ridwan | Affiliation unknown | 4 |
| Zuhriah Zuhriah | Affiliation unknown | 4 |
| Ilham Ramadhan | Affiliation unknown | 2 |
| Amalia Dzulqaidah | Affiliation unknown | 2 |
| Haeriyyah Haeriyyah | Affiliation unknown | 2 |
| Syamsul Bahri | Affiliation unknown | 1 |
| Tirsa Aminah | Affiliation unknown | 1 |
| M. Ridwan | Affiliation unknown | 1 |
| St Wijdana Ram | Affiliation unknown | 1 |
| Hasniar Hasniar | Affiliation unknown | 1 |
| Inka Pratiwi Hamka | Affiliation unknown | 1 |
| Dinda Ardillah | Affiliation unknown | 1 |
| Muhammad Naufal Asagaf | Affiliation unknown | 1 |
| Muhammad Luthfi | Universitas Islam Negeri Palangka Raya | 1 |
| Muhammad Fadil Arifin | Affiliation unknown | 1 |
| Munif Mutawalli | Affiliation unknown | 1 |
| Putri Gita Cahyani | Affiliation unknown | 1 |
| A. Nurhalifa | Affiliation unknown | 1 |
| Nurul Aulia Hamzah | Affiliation unknown | 1 |
| Supratman | Affiliation unknown | 1 |
| Diah Vita | Affiliation unknown | 1 |
| Haeruddin Haeruddin | Affiliation unknown | 1 |
| Inayah Amaliah Mutmainnah | Affiliation unknown | 1 |
| Nurhidayah Asgar | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.