Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Journal

EXTENDED SPECTRUM BETA LACTAMASE (ESBL); INDIKATOR RESISTENSI ANTIBIOTIKA GOLONGAN SEFALOSPORIN UNTUK PASIEN TERINFEKSI BAKTERI Pseudomonas aeruginosa di RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR

Majalah Farmasi dan Farmakologi · Vol. 27 No. 1 (2023) · pp. 1–4

ISSN
2655-6715, 1410-7031
Published
2023-05-03
Publisher
Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0

Abstract

β-laktamase spektrum luas (ESBL) merupakan suatu kelompok enzim laktamase yang bertanggungjawab terhadap sebagian besar kasus resisten bakteri yang sebagian besar merupakan bakteri gram negatif, terhadap antibiotika β-laktam generasi baru yang kini telah teridentifikasi dalam jumlah besar di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk Memperoleh data prevalensi dari resistensi antibiotika golongan sefalosporin pada bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Mengetahui frekuensi kejadian Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBL) pada 25 spesimen klinis di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar selama periode April – Juli 2017. Pengujian yang dilakukan meliputi uji sensitivitas antimikroba yang dilakukan dengan mengguakan metode difusi agar Kirby-Bauer dan uji produksi ESBL dengan menggunakan metode double disc synergy test (DDST) dan phenotypic confirmatory test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri Pseudomonas aeruginosa berhasil diisolasi dari semua sampel dengan tingkat keakuratan sebesar (90% - 99%). Pada uji sensitivitas antimikroba ditemukan bahwa dari 25 sampel klinik yang diuji terhadap antibiotika sefalosporin, yang telah mengalami resistensi secara berurutan dari yang terbesar adalah cefotaxime 19 sampel (76%), ceftriaxone 16 sampel (64%), dan ceftazidime 7 sampel (28%). Pada uji produksi ESBL ditemukan 21 sampel (84%) positif ESBL pada antibiotika cefotaxime+as. klavulanat, 21 sampel (84%) positif ESBL pada antibiotika ceftriaxone+as.klavunalat, dan 16 sampel (64%) positif ESBL pada antibiotika ceftriaxone.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 124 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Yulia Yusrini DjabirAffiliation unknown2
Elly WahyudinAffiliation unknown2
Ahyar AhmadAffiliation unknown2
Sartini SartiniAffiliation unknown2
Yenti PurnamasariAffiliation unknown1
Faisal AttamimiAffiliation unknown1
Agus Sangka PratamaAffiliation unknown1
M Nasrum MassiAffiliation unknown1
Marianti A. ManggauAffiliation unknown1
Hasyim KasimAffiliation unknown1
Subehan LalloAffiliation unknown1
Restuyani ParanoanAffiliation unknown1
Munawarah MunawarahAffiliation unknown1
Arif SantosoAffiliation unknown1
Nur IdaInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
MusdalifahAffiliation unknown1
Lukman HardiaAffiliation unknown1
Mansyur AriefAffiliation unknown1
Herlina RanteAffiliation unknown1
Risfah YuliantyAffiliation unknown1
Rosany TayebAffiliation unknown1
Aisyah FatmawatyAffiliation unknown1
SartiniAffiliation unknown1
Ermina PakkiAffiliation unknown1
IswahyudiAffiliation unknown1
Islamudin AhmadAffiliation unknown1
Vivian IdrisAffiliation unknown1
Mustika SariUniversitas Halu Oleo1
Nikmatia LatiefAffiliation unknown1
Muhammad ArsyadUniversitas Halu Oleo1
Yunus MusaAffiliation unknown1
Burhanuddin RasyidAffiliation unknown1
Muh. JayadiAffiliation unknown1
Abd. Haris BahrunAffiliation unknown1
Muhammad Fuad AnshoriAffiliation unknown1
Achmad Kautsar BaharuddinAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">EXTENDED SPECTRUM BETA LACTAMASE (ESBL); INDIKATOR RESISTENSI ANTIBIOTIKA GOLONGAN SEFALOSPORIN UNTUK PASIEN TERINFEKSI BAKTERI Pseudomonas aeruginosa di RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">A. Sibadu, Muhammad Subhan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">M. Natsir Djide</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Muh. Nasrum Massi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Nurul Muhlisa Mus</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Antibiotika Sefalosporin, Pseudomonas aeruginosa, Resistensi, ESBL</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">β-laktamase spektrum luas (ESBL) merupakan suatu kelompok enzim laktamase yang bertanggungjawab terhadap sebagian besar kasus resisten bakteri yang sebagian besar merupakan bakteri gram negatif, terhadap antibiotika β-laktam generasi baru yang kini telah teridentifikasi dalam jumlah besar di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk Memperoleh data prevalensi dari resistensi antibiotika golongan sefalosporin pada bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Mengetahui frekuensi kejadian Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBL) pada 25 spesimen klinis di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar selama periode April – Juli 2017. Pengujian yang dilakukan meliputi uji sensitivitas antimikroba yang dilakukan dengan mengguakan metode difusi agar Kirby-Bauer dan uji produksi ESBL dengan menggunakan metode double disc synergy test (DDST) dan phenotypic confirmatory test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri Pseudomonas aeruginosa berhasil diisolasi dari semua sampel dengan tingkat keakuratan sebesar (90% - 99%). Pada uji sensitivitas antimikroba ditemukan bahwa dari 25 sampel klinik yang diuji terhadap antibiotika sefalosporin, yang telah mengalami resistensi secara berurutan dari yang terbesar adalah cefotaxime 19 sampel (76%), ceftriaxone 16 sampel (64%), dan ceftazidime 7 sampel (28%). Pada uji produksi ESBL ditemukan 21 sampel (84%) positif ESBL pada antibiotika cefotaxime+as. klavulanat, 21 sampel (84%) positif ESBL pada antibiotika ceftriaxone+as.klavunalat, dan 16 sampel (64%) positif ESBL pada antibiotika ceftriaxone.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2023-05-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/article/view/13574</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Majalah Farmasi dan Farmakologi; Vol. 27 No. 1 (2023): MFF; 1-4</dc:source>
	<dc:source>2655-6715</dc:source>
	<dc:source>1410-7031</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mff/article/view/13574/9689</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Majalah Farmasi dan Farmakologi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>