Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Journal

HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN STATUS GIZI BADUTA USIA 6-24 BULAN DI DESA TIMBUSENG KABUPATEN GOWA

Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) · Vol. 9 No. 1 (2021)

DOI
10.30597/jgmi.v9i1.10158
ISSN
2686-1909, 2302-8807
Published
2021-12-23
Publisher
Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0

Abstract

Pendahuluan: Gizi sangat berperan dalam tumbuh kembang anak. Tujuan pemberian gizi yang baik adalah mencapai tumbuh kembang anak yang adekuat. Pada bayi dan anak,kekurangan gizi akan menimbulkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang apabilatidak diatasi secara dini akan berlanjut hingga dewasa. Tujuan: Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui hubungan pemberian Air Susu Ibu Eksklusif dengan status gizi baduta usia6-24 bulan. Metode: Jenis penelitian penelitian yang digunakan adalah oservasional analitikdengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional dengan jumlah sampel yangdidapatkan sebanyak 108 anak. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapathubungan antara pemberian ASI Eksklusif dengan status gizi berdasarkan Berat BadanMenurut Umur (p=0,457), tidak terdapat hubungan antara pemberian ASI Eksklusif denganstatus gizi berdasarkan Panjang Badan Menurut Umur (p=0,929), dan terdapat hubunganpemberian ASI Eksklusif dengan status gizi Berdasarkan Berat Badan Menurut PanjangBadan (p=0,041). Kesimpulan: Pemberian ASI Eksklusif memiliki hubungan dengan statusgizi baduta berdasarkan indikator berat badan menurut panjang badan (BB/PB) tetapi tidakdemikian untuk status gizi berdasarkan indikator berat badan menurut umur (BB/U) sertapanjang badan menurut umur (PB/U).

Collaboration network of the authors

40 authors · 153 co-authorship links · 6 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Hasanuddin University
  • Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Aminuddin SyamHasanuddin University10
Healthy HidayantiHasanuddin University6
Marini Amalia MansurAffiliation unknown5
Rahayu IndriasariHasanuddin University4
Abdul SalamAffiliation unknown4
Devintha ViraniHasanuddin University4
Abdul SalamHasanuddin University4
Burhanuddin BaharHasanuddin University4
Healthy HidayantyHasanuddin University4
Nurhaedar JafarAffiliation unknown4
Syamsiar Siang RussengHasanuddin University3
Citrakesumasari CitrakesumasariHasanuddin University3
Saifuddin SirajuddinHasanuddin University3
Abdul Razak ThahaHasanuddin University3
Veni HadjuAffiliation unknown3
Rahayu INDRIASARIAffiliation unknown2
Nurpudji Astuti TaslimHasanuddin University2
Ridwan M. ThahaHasanuddin University2
Abdul SalamHasanuddin University2
Andi Nur HudayahAffiliation unknown2
Ezha WidnatusifahAffiliation unknown2
Marini AmaliaAffiliation unknown2
Yessy KurniatiUniversitas Islam Negeri Alauddin Makassar2
St. Mutiatu RahmahHasanuddin University1
Masyitha MuisHasanuddin University1
Wina Kurnia SHasanuddin University1
Fitriani Rahmatismi BlongkodHasanuddin University1
Gemely DelfaniHasanuddin University1
Hermawati HermawatiAffiliation unknown1
Dian NovriantiHasanuddin University1
Ranny Ayu Kurnia AjieHasanuddin University1
Ain Widya SurgawiHasanuddin University1
Nurhaedar JafarHasanuddin University1
Dwi SulastriHasanuddin University1
Herman HermanAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/mgmi/oai, first harvested 3 Nov 2026, last seen 3 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN STATUS GIZI BADUTA USIA 6-24 BULAN DI DESA TIMBUSENG KABUPATEN GOWA</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Hamid, Nur Anissa</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Hadju, Veni</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Dachlan, Djunaidi M</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Jafar, Nurhaedar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Battung, Sabaria</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Pendahuluan: Gizi sangat berperan dalam tumbuh kembang anak. Tujuan pemberian gizi yang baik adalah mencapai tumbuh kembang anak yang adekuat. Pada bayi dan anak,kekurangan gizi akan menimbulkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang apabilatidak diatasi secara dini akan berlanjut hingga dewasa. Tujuan: Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui hubungan pemberian Air Susu Ibu Eksklusif dengan status gizi baduta usia6-24 bulan. Metode: Jenis penelitian penelitian yang digunakan adalah oservasional analitikdengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional dengan jumlah sampel yangdidapatkan sebanyak 108 anak. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapathubungan antara pemberian ASI Eksklusif dengan status gizi berdasarkan Berat BadanMenurut Umur (p=0,457), tidak terdapat hubungan antara pemberian ASI Eksklusif denganstatus gizi berdasarkan Panjang Badan Menurut Umur (p=0,929), dan terdapat hubunganpemberian ASI Eksklusif dengan status gizi Berdasarkan Berat Badan Menurut PanjangBadan (p=0,041). Kesimpulan: Pemberian ASI Eksklusif memiliki hubungan dengan statusgizi baduta berdasarkan indikator berat badan menurut panjang badan (BB/PB) tetapi tidakdemikian untuk status gizi berdasarkan indikator berat badan menurut umur (BB/U) sertapanjang badan menurut umur (PB/U).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mgmi/article/view/10158</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.30597/jgmi.v9i1.10158</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition); Vol. 9 No. 1 (2020): Vol.9, 2020,, Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia, The Journal of Indonesian Community NutritionNutrition</dc:source>
	<dc:source>2686-1909</dc:source>
	<dc:source>2302-8807</dc:source>
	<dc:source>10.30597/jgmi.v9i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mgmi/article/view/10158/5270</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>