Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

Kelembagaan Pemanfaatan Bak Penampungan Air untuk Pengembangan Pola Agroforestry di Desa Cenrana Baru Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros

Jurnal Hutan dan Masyarakat · Vol. UME No. MOR (2022) · pp. 124–134

DOI
10.24259/jhm.v13i2.11905
ISSN
2613-9979, 1907-5316
Published
2022-01-04
Publisher
Fakultas Kehutanan, Universitas Hasanuddin
Language
en

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi Petani Agroforestry di Desa Cenrana Baru, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, yaitu (1) kekeringan lahan di musim kemarau menyebabkan tidak berkembangnya budidaya tanaman agroforestry, (2) Kebutuhan sebuah model agroforestry kebun campuran – talun untuk sumber pendapatan, bulanan, musiman dan tahunan (3) Terdapat bak penampungan air yang membutuhkan kelembagaan pengelolaan diantara anggota kelompok tani suatu hamparan lahan agroforestry menggunakan modal sosial yang terdapat pada pengelolaan sawah dan lahan agroforestry. Untuk mengatasi permasalahan diatas dilakukan penelitian aksi partisipatif melalui observasi dan diskusi terfokus. Hasil penelitian, disepakati bahwa bak penampungan air hanya untuk penyiraman tanaman agroforestry, tidak untuk pengairan lahan tanaman semusim. Pengadaan selang dan pembagian air dari kolam penampungan utama ke bak air di lahan petani dilakukan sendiri oleh masing – masing petani secara bergiliran untuk meringankan beban kerja dan tidak mengganggu kegiatan wanatani ladang setiap anggota kelompok tani pengembang agroforestry. Pola agroforestry yang disepakati adalah kebun campuran pola Alley Cropping dengan kombinasi jenis tanaman kemiri + kopi + gamal + merica. Pola agroforestry Alley Cropping dicirikan dengan petani tetap menanam tanaman semusim sambil mengembangkan agroforestry secara bertahap dalam luasan 20 x 20 m setiap tahun sebagai bentuk strategi mengatasi keterbatasan air disamping tetap terpenuhi subsistensi pangan rumah tangga petani bersangkutan.

Collaboration network of the authors

40 authors · 94 co-authorship links · 6 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Hasanuddin University
  • Ministry of Environment and Forestry, Republic of Indonesia
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Andang Suryana SomaHasanuddin University4
Syamsuddin MillangHasanuddin University4
Wahyuni WahyuniHasanuddin University3
Anwar UmarHasanuddin University3
Roland BarkeyHasanuddin University2
Makkarennu MakkarennuHasanuddin University2
A MujetahidHasanuddin University2
Rizki AmaliahHasanuddin University2
nur aeniAffiliation unknown1
HasnawirAffiliation unknown1
Beta PutrantoHasanuddin University1
Wahyudi IsnanAffiliation unknown1
Leny RachmawatiMinistry of Environment and Forestry, Republic of Indonesia1
Syamsu RijalHasanuddin University1
Munajat NursaputraHasanuddin University1
Tita Rahayu AriefHasanuddin University1
Budirman BachtiarHasanuddin University1
Muhammad IrfanAffiliation unknown1
Karla Kembongallo MatandungHasanuddin University1
Wahyuni WahyuniHasanuddin University1
Reza Ashari WirawanAffiliation unknown1
Andi Khairil A. SamsuHasanuddin University1
Yulsan Demma SemuHasanuddin University1
Samsul LabacoHasanuddin University1
Qamaru Zaman PabottingiHasanuddin University1
Muh. RestuHasanuddin University1
Fauziyah AbidinHasanuddin University1
Basran Nur BasirHasanuddin University1
Nuranita NuranitaHasanuddin University1
Nurul AprianiAffiliation unknown1
Baharuddin MappangajaHasanuddin University1
AbkarHasanuddin University1
Akbar Wahyudi Akbar WahyudiHasanuddin University1
AsriannyHasanuddin University1
AsriantyHasanuddin University1
Nurul FadilahHasanuddin University1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/jhm/oai, first harvested 4 Nov 2026, last seen 4 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Kelembagaan Pemanfaatan Bak Penampungan Air untuk  Pengembangan Pola Agroforestry di Desa Cenrana Baru Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Dassir, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Paembonan, Samuel A.</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Arsyad, Usman </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Wahyuni</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Permasalahan utama yang dihadapi Petani Agroforestry di Desa Cenrana Baru, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, yaitu (1) kekeringan lahan di musim kemarau menyebabkan tidak berkembangnya budidaya tanaman agroforestry, (2) Kebutuhan sebuah model agroforestry kebun campuran – talun untuk sumber pendapatan, bulanan, musiman dan tahunan (3) Terdapat bak penampungan air yang membutuhkan kelembagaan pengelolaan diantara anggota kelompok tani suatu hamparan lahan agroforestry menggunakan modal sosial yang terdapat pada pengelolaan sawah dan lahan agroforestry. Untuk mengatasi permasalahan diatas dilakukan penelitian aksi partisipatif melalui observasi dan diskusi terfokus. Hasil penelitian, disepakati bahwa bak penampungan air hanya untuk penyiraman tanaman agroforestry, tidak untuk pengairan lahan tanaman semusim. Pengadaan selang dan pembagian air dari kolam penampungan utama ke bak air di lahan petani dilakukan sendiri oleh masing – masing petani secara bergiliran untuk meringankan beban kerja dan tidak mengganggu kegiatan wanatani ladang setiap anggota kelompok tani pengembang agroforestry. Pola agroforestry yang disepakati adalah kebun campuran pola Alley Cropping dengan kombinasi jenis tanaman kemiri + kopi + gamal + merica. Pola agroforestry Alley Cropping dicirikan dengan petani tetap menanam tanaman semusim sambil mengembangkan agroforestry secara bertahap dalam luasan 20 x 20 m setiap tahun sebagai bentuk strategi mengatasi keterbatasan air disamping tetap terpenuhi subsistensi pangan rumah tangga petani bersangkutan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Kehutanan, Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2022-01-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jhm/article/view/11905</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.24259/jhm.v13i2.11905</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Hutan dan Masyarakat; VOLUME 13 NOMOR 2, DESEMBER 2021; 124-134</dc:source>
	<dc:source>2613-9979</dc:source>
	<dc:source>1907-5316</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jhm/article/view/11905/7705</dc:relation>
</oai_dc:dc>