Journal
Sejauh mana Implementasi Kebijakan Perhutanan Sosial? (Studi Kasus Hutan Kemasyarakatan di Gunung Silanu KPH Kelara)
Jurnal Hutan dan Masyarakat · Vol. UME No. 2 (2024) · pp. 95–106
- ISSN
- 2613-9979, 1907-5316
- Published
- 2024-01-28
- Publisher
- Fakultas Kehutanan, Universitas Hasanuddin
- Language
- en
Abstract
Pengelolaan hutan saat ini berhadap dengan konflik tenurial dengan masyarakat. Dalam hal mengatasi hal tersebut, maka muncul kebijakan pengelolaan hutan berbasis masyarakat yang lebih dikenal dengan istilah perhutanan sosial. Kondisi Perhutanan Sosial konkonsentrasi pada penerbitan izin sangat cepat, pengembangan skema baru dan struktur regulasi. Namun kebijakan tersebut bahwa hanya berfokus yang luar biasa pada penerbitan izin daripada penerapan yang sebenarnya. Sehingga kami bertujuan kami menelaah sejauh mana impementasi kebijakan perhutanan social dengan studi kasus yang kami ambil adalah Hutan Kemasyarakatan (HKm) yang ada di Desa Gunung Silanu, Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif yang dilengkapi dengan analisis ex-post sebagai metode evaluasi dengan menilai implemetasi suatu kebijakan. Indikator utama pada analisis tersebut adalah tata Kelola kelembagaan, Kawasan dan usaha yang tertuang dalam Peraturan Menteri Lingkungan dan Kehutanan Nomor 9 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Perhutanan Sosial. Pengambilan data mulai wawancara dan diskusi dalam bentuk Focus Group Discussion dengan empat pemegang izin Hutan Kemasyarakatan, KPH, dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatano, serta dilengkapi observasi lapangan, dan studi literatur. Hasil menunjukkan dari tiga tata Kelola perhutanan sosial masih banyak yang belum terimplementasi. Hasil menunjukkan bahwa dari tiga tata kelola perhutanan sosial masih banyak yang belum dilaksanakan sebagaimana mestinya. Hal tersebut terjadi karena para pemegang izin mempunyai keterbatasan dalam menata mulai dari kelembagaan, kawawasan, dan usaha. Perlu dilakukan pendampingan secara intensif terhadap para pemegang izin Perhutanan Sosial.
Collaboration network of the authors
33 authors · 108 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- State University of Makassar
- Indonesia Open University
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Chairil A | Affiliation unknown | 4 |
| Munajat Nursaputra | Affiliation unknown | 3 |
| Syamsuddin Millang | Affiliation unknown | 2 |
| Try Ardiansyah | Affiliation unknown | 2 |
| Samuel A. Paembonan | Affiliation unknown | 1 |
| Leny Rachmawati | Affiliation unknown | 1 |
| Andang Suryana Soma | Affiliation unknown | 1 |
| A. Mujetahid | Affiliation unknown | 1 |
| Aulia Nurfadilla | Affiliation unknown | 1 |
| Andi vika Faradiba | Affiliation unknown | 1 |
| Budirman Bachtiar | Affiliation unknown | 1 |
| Nasri Nasri | Affiliation unknown | 1 |
| Afandi Ahmad | Affiliation unknown | 1 |
| Chairil | Affiliation unknown | 1 |
| Revalina Theresia Sinaga | Affiliation unknown | 1 |
| Helen Natalia Kasang | Affiliation unknown | 1 |
| Yulanda Angel Tangdilintin | Affiliation unknown | 1 |
| Anugrahandini Natsir | Affiliation unknown | 1 |
| Nurul Muchlisah Basri | Affiliation unknown | 1 |
| Budi Arty | Affiliation unknown | 1 |
| Muhammad Hasan | State University of Makassar | 1 |
| Mustari Mustari | Affiliation unknown | 1 |
| Nur Ana | Affiliation unknown | 1 |
| Muhammad Dinar | Affiliation unknown | 1 |
| Lily Diana Fitry | Affiliation unknown | 1 |
| Faisal Akbar Zaenal | Affiliation unknown | 1 |
| Ahmad Yani | Indonesia Open University | 1 |
| Muhammad Nasir | Affiliation unknown | 1 |
| Nur Fadhillah Muhlis | Affiliation unknown | 1 |
| Andi Badli Rompegading | Affiliation unknown | 1 |
| Rizal Irfandi | Affiliation unknown | 1 |
| Muhammad Arafah | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.