Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

SEBARAN DAN KONDISI EKOSISTEM PERAIRAN DI PULAU PANAMPEANG POLEWALI MANDAR

Jurnal Ilmu Kelautan SPERMONDE · Vol. UME (2019)

DOI
10.20956/jiks.v5i1.7028
ISSN
2614-5049, 2460-0156
Published
2019-07-15
Publisher
Hasanuddin University
Language
en

Abstract

Ekosistem pesisir seperti mangrove, lamun dan terumbu karang akan mengalami kerusakan dapat diakibat oleh faktor abiotik dan gangguan akibat manusia (anropogenik). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, sebaran dan kondisi ekosistem di pulau panampeang Polewali Mandar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Desember 2018 pada Pulau Panampeang di Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat. Sampling Mangrove menggunakan plot berukuran 10 m x 10 m mempunyai Empat stasiun pengamatan dengan Tiga kali pengulangan setiap stasiun dengan jarak pengulangan 5 m. Sampling pengambilan data padang dengan estimasi penutupan lamun dilakukan dengan cara membentangkan transek garis sepanjang 100 m dan menempatkan kuadran 0,5 x 0,5 m2 dengan kisi-kisi pada interval jarak 20 meter. Transek ini dilakukan pada lokasi yang memiliki ekosistem padang lamun dan pengambilan data ekosistem terumbu karang dilakukan dengan menggunakan metode RRA (Rapid Reef Assessment). Hasil penelitian jenis mangrove yang ditemukan pada pulau-pulau kecil Polewali Mandar yaitu Rhizophora mucronata, Avicennia alba dan Sonneratia alba. Secara umum kondisi kerapatan mangrove sangat padat. Secara umum kondisi tutupan lamun baik dan secara umum kondisi penutupan karang hidup (live coral) rusak buruk

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 154 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • State University of Makassar
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Shinta WerorilangiAffiliation unknown13
Akbar TahirAffiliation unknown10
Rahmadi TambaruAffiliation unknown5
M. Farid SamawiAffiliation unknown4
Arniati ArniatiAffiliation unknown4
Andi Iqbal BurhanuddinAffiliation unknown4
Muh. Farid SamawiAffiliation unknown4
Supriadi MashorengAffiliation unknown4
M Natsir NessaAffiliation unknown4
Syafyudin YusufAffiliation unknown3
Hamzah HamzahAffiliation unknown3
Jamaluddin JompaAffiliation unknown3
Rantih IsyriniAffiliation unknown2
Amran SaruAffiliation unknown2
Muhammad Irwandhi AmriAffiliation unknown2
Safruddin SafruddinAffiliation unknown2
Farid SamawiAffiliation unknown2
Arniati MassinaiAffiliation unknown2
Khairul AmriAffiliation unknown2
Inayah YasirAffiliation unknown2
Amir Hamzah MuhiddinAffiliation unknown2
Mutahharah HasyimState University of Makassar1
M. A. MartawijayaAffiliation unknown1
Muliana RazaqAffiliation unknown1
Nisa Nadziro KhoolishohAffiliation unknown1
Cintya PaduaAffiliation unknown1
Putri AdeliaAffiliation unknown1
Wilma J MokaAffiliation unknown1
Tri HaryantoAffiliation unknown1
Mardiyani MardiyaniAffiliation unknown1
Naharuddin NabaingAffiliation unknown1
Ahmad FaisalAffiliation unknown1
Rastina RachimAffiliation unknown1
Alfian NoorAffiliation unknown1
Fajar Maulana IsmanAffiliation unknown1
Adi ZulkarnaenAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/jiks/oai, first harvested 4 Nov 2026, last seen 4 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">SEBARAN DAN KONDISI EKOSISTEM PERAIRAN DI PULAU PANAMPEANG POLEWALI MANDAR</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Isman, Muh</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rani, Chair</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Haris, Abdul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Faizal, Ahmad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">ekosistem pesisir</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">identifikasi jenis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">kondisi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">pulau panampeang</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Ekosistem pesisir seperti mangrove, lamun dan terumbu karang akan mengalami kerusakan dapat diakibat oleh faktor abiotik dan gangguan akibat manusia (anropogenik). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, sebaran dan kondisi ekosistem di pulau panampeang Polewali Mandar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Desember 2018 pada Pulau Panampeang di Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat. Sampling Mangrove menggunakan plot berukuran 10 m x 10 m mempunyai Empat stasiun pengamatan dengan Tiga kali pengulangan setiap stasiun dengan jarak pengulangan 5 m. Sampling pengambilan data padang dengan estimasi penutupan lamun dilakukan dengan cara membentangkan transek garis sepanjang 100 m dan menempatkan kuadran 0,5 x 0,5 m2 dengan kisi-kisi pada interval jarak 20 meter. Transek ini dilakukan pada lokasi yang memiliki ekosistem padang lamun dan pengambilan data ekosistem terumbu karang dilakukan dengan menggunakan metode RRA (Rapid Reef Assessment). Hasil penelitian jenis mangrove yang ditemukan pada pulau-pulau kecil Polewali Mandar yaitu Rhizophora mucronata, Avicennia alba dan Sonneratia alba. Secara umum kondisi kerapatan mangrove sangat padat. Secara umum kondisi tutupan lamun baik dan secara umum kondisi penutupan karang hidup (live coral) rusak buruk</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2019-07-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jiks/article/view/7028</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/jiks.v5i1.7028</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Ilmu Kelautan SPERMONDE; VOLUME 5 NUMBER 1, 2019</dc:source>
	<dc:source>2614-5049</dc:source>
	<dc:source>2460-0156</dc:source>
	<dc:source>10.20956/jiks.v5i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jiks/article/view/7028/3875</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmu Kelautan SPERMONDE</dc:rights>
</oai_dc:dc>