Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

POTENSI LIMBAH CAIR TAHU SEBAGAI SUMBER NITROGEN PADA PRODUKSI SELULOSA BAKTERI

BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR · Vol. 5 No. 1 (2019) · pp. 9–17

DOI
10.20956/bioma.v5i1.8804
ISSN
2548-6659, 2528-7168
Published
2019-12-31
Publisher
Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University
Language
en

Abstract

Produksi selulosa bakteri (nata) pada umumnya menggunakan pupuk ZA (Amonium sulfat) atau urea sebagai sumber nitrogen. Penggunaan sumber nitrogen alami seperti limbah cair tahu dalam produksi selulosa bakteri, merupakan alternatif pengganti pupuk ZA yang lebih aman untuk dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi limbah cair tahu sebagai sumber nitrogen pada produksi selulosa bakteri. Produksi selulosa bakteri dilakukan menggunakan substrat air kelapa yang ditambahkan limbah cair tahu dengan perlakuan perbandingan antara air kelapa dan limbah cair tahu adalah 1: 1; 1: 3 dan 3: 1. Fermentasi selulosa bakteri dilakukan dengan metode statis (diam) selama 14 hari menggunakan bakteri Acetobacter xylinum. Parameter yang diukur meliputi ketebalan, rendemen, kadar serat kasar dan kadar air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selulosa bakteri dapat diproduksi pada perlakuan perbandingan air kelapa dan limbah cair tahu 1:1 dan 3: 1, namun perlakuan substrat dengan perbandingan air kelapa dan limbah cair tahu 1: 3 tidak menghasilkan selulosa bakteri. Selulosa bakteri yang diproduksi menggunakan subtrat air kelapa dan limbah cair tahu sebagai sumber nitrogen dengan perbandingan 1: 1 memiliki ketebalan 15,03 mm, rendemen 13,25%, kadar serat 0,29% dan kadar air 86,76%, sedangkan selulosa bakteri dari substrat dengan perbandingan air kelapa dan limbah cair tahu 3: 1 memiliki ketebalan 16,69 mm, rendemen 12,89%, kadar serat 0,28%, dan kadar air 87,11%. Dengan demikian, limbah cair tahu berpotensi digunakan sebagai sumber nitrogen untuk memproduksi selulosa bakteri. Kata kunci:Selulosa bakteri, Limbah cair tahu, sumber nitrogen, nata.

Collaboration network of the authors

40 authors · 87 co-authorship links · 1 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Ahmad Dahlan
  • Sriwijaya University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Lili DarlianAffiliation unknown3
Mashuni MashuniAffiliation unknown2
Asrul SaniAffiliation unknown2
Dirvamena BoerUniversitas Halu Oleo2
Darwis SulemanUniversitas Halu Oleo2
Fahyuddin FahyuddinAffiliation unknown2
Muzuni MuzuniAffiliation unknown2
Sitti Wirdhana AhmadAffiliation unknown2
Muhammad Aswan AswanAffiliation unknown1
Wa IbaUniversitas Halu Oleo1
Wa Ode Linda Rahayu AnggrainiUniversitas Halu Oleo1
Wa SintaAffiliation unknown1
Susi IsrawatiAffiliation unknown1
M SirihAffiliation unknown1
Santi SeptianaAffiliation unknown1
Sartina ButonAffiliation unknown1
Novi NurdiyantiAffiliation unknown1
Muh SyahruramadhanAffiliation unknown1
Andri PrionoAffiliation unknown1
Haidin HaidinAffiliation unknown1
Desty TryaswatyAffiliation unknown1
A. NurhanaAffiliation unknown1
Indrawati .Affiliation unknown1
Hasmiah .Affiliation unknown1
Marwati ArjiAffiliation unknown1
Wina RezkyAffiliation unknown1
Wa Ode Sitti NurhalizaAffiliation unknown1
Andi Asrul AmirAffiliation unknown1
Ardiansyah ArdiansyahUniversitas Ahmad Dahlan1
M. Rajab Sutra MijayaAffiliation unknown1
Nurhayani H. MuhiddinAffiliation unknown1
Indrawati IndrawatiSriwijaya University1
Harmonika NyiliantriAffiliation unknown1
Jamili JamiliAffiliation unknown1
Muhamad Azwar SyahAffiliation unknown1
Darul TrisandyAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">POTENSI LIMBAH CAIR TAHU SEBAGAI SUMBER NITROGEN PADA  PRODUKSI SELULOSA BAKTERI</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Yanti, Nur Arfa</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ambardini, Sri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Isra, Wa Ode</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Parakkasi, Vidya Nur Riska</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Produksi selulosa bakteri (nata) pada umumnya menggunakan pupuk ZA (Amonium sulfat) atau urea sebagai sumber nitrogen. Penggunaan sumber nitrogen alami seperti limbah cair tahu dalam produksi selulosa bakteri, merupakan alternatif pengganti pupuk ZA yang  lebih aman untuk dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi limbah cair tahu sebagai sumber nitrogen pada produksi selulosa bakteri. Produksi selulosa bakteri dilakukan menggunakan substrat air kelapa yang ditambahkan limbah cair tahu dengan perlakuan perbandingan antara air kelapa dan limbah cair tahu adalah 1 : 1; 1 : 3 dan 3: 1. Fermentasi selulosa bakteri dilakukan dengan metode statis (diam) selama 14 hari menggunakan bakteri Acetobacter xylinum. Parameter yang diukur meliputi ketebalan, rendemen, kadar serat kasar dan kadar air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selulosa bakteri dapat diproduksi pada perlakuan  perbandingan air kelapa dan limbah cair tahu 1 :1 dan 3 : 1, namun perlakuan substrat dengan perbandingan air kelapa dan limbah cair tahu 1 : 3 tidak menghasilkan selulosa bakteri. Selulosa bakteri yang diproduksi menggunakan subtrat air kelapa dan limbah cair tahu sebagai sumber nitrogen dengan  perbandingan 1 : 1 memiliki ketebalan 15,03 mm, rendemen 13,25%, kadar serat 0,29% dan kadar air 86,76%, sedangkan selulosa bakteri dari substrat dengan perbandingan air kelapa  dan limbah cair tahu 3 : 1 memiliki ketebalan 16,69 mm, rendemen  12,89%, kadar serat 0,28%, dan kadar air 87,11%. Dengan demikian, limbah cair tahu berpotensi digunakan sebagai sumber nitrogen untuk memproduksi selulosa bakteri. Kata kunci :Selulosa bakteri, Limbah cair tahu, sumber nitrogen, nata.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2019-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/8804</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/bioma.v5i1.8804</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR; Vol. 5 No. 1 (2020); 9-17</dc:source>
	<dc:source>2548-6659</dc:source>
	<dc:source>2528-7168</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/8804/4559</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR</dc:rights>
</oai_dc:dc>