Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

UJI SITOTOKSIK DAN FITOKIMIA FRAKSI N-HEKSAN EKTRAK BATANG DAN DAUN KROKOT Portulaca oleracea L

BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR · Vol. 8 No. 2 (2023) · pp. 81–87

DOI
10.20956/bioma.v8i2.26928
ISSN
2548-6659, 2528-7168
Published
2023-06-07
Publisher
Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University
Language
en

Abstract

Krokot Portulaca oleracea L adalah salah satu tumbuhan yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku obat-obatan tradisional dan kosmetik. krokot dapat dikonsumsi sebagai sayuran bergizi dan digunakan untuk sifat farmakologisnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi sitotoksik dan kandungan senyawa kimia dari fraksi n-Heksan esktrak daun krokot. Ekstraksi sampel menggunakan metode eksperimental, pengujian sitotoksik menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), dengan 300 larva udang Artemia salina L., dan konsentrasi yang digunakan 100, 10, 1, 0.1 dan 0.01 ppm, analisis data yang digunakan, analisa probit. Uji Fitokimia dilakukan untuk mengetahui senyawa yang terkandung dalam batang dan daun krokot. Hasil penelitian menunjukkan sifat sangat toksik terhadap larva Artemia salina dengan nilai LC50 10,343 ppm. Hal ini mengindikasikan daun krokot Portulaca oleracea L dapat dikembangkan sebagai bahan dasar obat karena memiliki bioaktivitas yang sangat tinggi dengan nilai LC50= 10.343 ppm, dengan kandungan senyawa kimia alkaloid, flavonoid, saponin, dan Tanin. Kata kunci: 1. Krokot (Portulaca oleracea L), 2. Sitotoksik, 3. Fitokimia.

Collaboration network of the authors

35 authors · 85 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Sulawesi Tenggara
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Sjafaraenan SjafaraenanAffiliation unknown7
Mustika TuwoAffiliation unknown5
Magdalena LitaayAffiliation unknown3
Rosana AgusAffiliation unknown3
Slamet SantosaAffiliation unknown2
Willem MokaAffiliation unknown2
Andi Ilham LatunraAffiliation unknown2
Evy Noviana NovianaAffiliation unknown2
Ulfah Nur AmaliahAffiliation unknown1
Munif S HasanAffiliation unknown1
Elis TambaruAffiliation unknown1
Syahribulan SyahribulanAffiliation unknown1
Nur Ramaliani SamsulAffiliation unknown1
Herwin HerwinUniversitas Sulawesi Tenggara1
Jennyta Dhewi Darmansyah TanjungAffiliation unknown1
Jennyta Dhewi Darmansyah TanjungAffiliation unknown1
Handayani LolodatuAffiliation unknown1
Arfan SabranAffiliation unknown1
Siti Nadya WulandariAffiliation unknown1
Nur HaedarAffiliation unknown1
Henra -Affiliation unknown1
Olivia Datu ParungAffiliation unknown1
Ahyar AhmadAffiliation unknown1
Hanapi UsmanAffiliation unknown1
Sry SukmawatyAffiliation unknown1
Ophirtus SumuleAffiliation unknown1
Besse MulihardiantiAffiliation unknown1
A. MasniawatiAffiliation unknown1
Winda WinartiAffiliation unknown1
SulfahriAffiliation unknown1
Alif Rahman HabibiAffiliation unknown1
Andi MasniawatiAffiliation unknown1
Magfira MagfiraAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">UJI SITOTOKSIK DAN FITOKIMIA FRAKSI N-HEKSAN  EKTRAK  BATANG DAN DAUN KROKOT  Portulaca oleracea L</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Eva Johannes </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sjafaraenan</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Krokot Portulaca oleracea L adalah salah satu tumbuhan yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku obat-obatan tradisional dan kosmetik. krokot dapat dikonsumsi sebagai sayuran bergizi dan digunakan untuk sifat farmakologisnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi sitotoksik dan kandungan senyawa kimia dari fraksi n-Heksan esktrak daun krokot. Ekstraksi sampel menggunakan metode eksperimental, pengujian sitotoksik menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), dengan 300 larva udang Artemia salina L., dan konsentrasi yang digunakan 100, 10, 1, 0.1 dan 0.01 ppm, analisis data yang digunakan, analisa probit. Uji Fitokimia dilakukan untuk mengetahui senyawa yang terkandung dalam batang dan daun krokot. Hasil penelitian menunjukkan sifat sangat toksik terhadap larva Artemia salina dengan nilai LC50 10,343 ppm. Hal ini mengindikasikan daun krokot Portulaca oleracea L dapat dikembangkan sebagai bahan dasar obat karena memiliki bioaktivitas yang sangat tinggi dengan nilai LC50= 10.343 ppm, dengan kandungan senyawa kimia alkaloid, flavonoid, saponin, dan Tanin.
Kata kunci : 1. Krokot (Portulaca oleracea L), 2. Sitotoksik, 3. Fitokimia.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/26928</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/bioma.v8i2.26928</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR; Vol. 8 No. 2 (2023): Bioma : Juli - Desember 2023; 81-87</dc:source>
	<dc:source>2548-6659</dc:source>
	<dc:source>2528-7168</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/26928/9870</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR</dc:rights>
</oai_dc:dc>