Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS BAWANG MERAH MELALUI PENGGUNAAN BIJI SEBAGAI BIBIT

Jurnal Dinamika Pengabdian · Vol. 2 No. 2 (2017) · pp. 188–193

DOI
10.20956/jdp.v2i2.2162
ISSN
2528-3219, 2460-8173
Published
2017-08-02
Publisher
Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS
Language
en

Abstract

Bawang merah salah satu komoditas sayuran penting yang banyak dibutuhkan masyarakat sebagai bumbu penyedap masakan. Kebutuhan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan beragamnya produk olahan. Ketersediaannya yang langka menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan mempengaruhi inflasi secara nasional. Sebagai komoditas penting maka pemerintah mencanangkan produksi nasional bawang merah sebesar 1.410.847 ton. Untuk mencapai produksi tersebut dibutuhkan benih sebanyak 155.556 ton umbi bibit dan biji bibit (True shallot seed) sebanyak 28.590. Selama ini, biaya usahatani bawang merah khususnya dari bibit dapat mencapai 60% dari total biaya produksi dengan mutu bibit yang kurang memenuhi syarat agronomi. Karena bibit diperoleh dari umbi yang diseleksi dari hasil panen umbi untuk konsumsi. Semestinya produksi untuk bibit berbeda cara pe-nanganannya dengan produksi untuk konsumsi. Perbanyakan tanaman bawang merah dengan umbi memiliki kekurangan di antraanya biayanya mahal karena dibutuhkan bibit dalam jumlah besar (1,0-1,5 ton/ha), mudah rusak dan umur simpannya singkat (kurang 3 bulan) serta mengalami masa dormansi. Sedangkan keuntungan menggunakan biji adalah biaya produksinya rendah karena dibutuhkan 5-6 kg/ha, hemat biaya transportasi bibit, umur simpan lebih lama (2 tahun), ukuran umbi lebih besar, dan produksinya lebih tinggi. Penggunaan biji untuk bibit bawang merah merupakan alternatif dalam membudidayakan bawang merah lebih murah dengan produktivitas yang tinggi. Kata Kunci, Bawang merah, biji untuk bibit, dan umbi untuk bibit.

Collaboration network of the authors

40 authors · 178 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Katriani MantjaAffiliation unknown7
Novaty Eny DunggaAffiliation unknown7
RafiuddinAffiliation unknown6
Ade RosmanaAffiliation unknown5
Vien Sartika DewiAffiliation unknown5
Feranita HaringAffiliation unknown5
NurfaidaAffiliation unknown4
Ifayanti RidwanAffiliation unknown4
Fachira UlfaAffiliation unknown3
Heliawaty HeliawatyAffiliation unknown3
Muh RiadiAffiliation unknown3
Nuniek WidiayaniAffiliation unknown3
Muhammad FariedAffiliation unknown3
Hari IswoyoAffiliation unknown3
Pipi DiansariAffiliation unknown3
Astina TambungAffiliation unknown3
Rahmansyah DermawanAffiliation unknown2
Rafiuddin RafiuddinAffiliation unknown2
Abd. Haris BahrunAffiliation unknown2
Muh. JayadiAffiliation unknown2
Nurlina KasimAffiliation unknown2
Radianti Yahya DouwAffiliation unknown1
MamingAffiliation unknown1
malik abd malik ash shiddieqyAffiliation unknown1
Muhammad NathanAffiliation unknown1
Mutiara Cantika Garcia TiaraAffiliation unknown1
- FitrianiAffiliation unknown1
Yuliani SuparminAffiliation unknown1
Nevyani AsikinAffiliation unknown1
Vilzah FatimahAffiliation unknown1
Abdul SalamInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Marini Amalia MansurAffiliation unknown1
Safrullah AmirAffiliation unknown1
Muthia Muthmainnah MannanAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/jdp/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS BAWANG MERAH  MELALUI PENGGUNAAN BIJI SEBAGAI BIBIT</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Syam'un, Elkawakib</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Yassi, Amir</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Jayadi, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sjam, Sylvia</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ulfa, Fachirah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Zainal, .</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Bawang merah salah satu komoditas sayuran penting yang banyak dibutuhkan masyarakat sebagai bumbu penyedap masakan. Kebutuhan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan beragamnya produk olahan. Ketersediaannya yang langka menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan mempengaruhi inflasi secara nasional. Sebagai komoditas penting maka pemerintah mencanangkan produksi nasional bawang merah sebesar 1.410.847 ton. Untuk mencapai produksi tersebut dibutuhkan benih sebanyak 155.556 ton umbi bibit dan biji bibit (True shallot seed) sebanyak 28.590. Selama ini, biaya usahatani bawang merah khususnya dari bibit dapat mencapai 60% dari total biaya produksi dengan mutu bibit yang kurang memenuhi syarat agronomi. Karena bibit diperoleh dari umbi yang diseleksi dari hasil panen umbi untuk konsumsi. Semestinya produksi untuk bibit berbeda cara pe-nanganannya dengan produksi untuk konsumsi. Perbanyakan tanaman bawang merah dengan umbi memiliki kekurangan di antraanya biayanya mahal karena dibutuhkan bibit dalam jumlah besar (1,0-1,5 ton/ha), mudah rusak dan umur simpannya singkat (kurang 3 bulan) serta mengalami masa dormansi. Sedangkan keuntungan menggunakan biji adalah biaya produksinya rendah karena dibutuhkan 5-6 kg/ha, hemat biaya transportasi bibit,  umur simpan lebih lama (2 tahun), ukuran umbi  lebih besar, dan produksinya lebih tinggi. Penggunaan biji untuk bibit bawang merah merupakan alternatif dalam membudidayakan bawang merah lebih murah dengan produktivitas yang tinggi.   Kata Kunci, Bawang merah, biji untuk bibit, dan umbi untuk bibit.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS</dc:publisher>
	<dc:date>2017-08-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jdp/article/view/2162</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/jdp.v2i2.2162</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Dinamika Pengabdian; Vol. 2 No. 2 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 2 MEI 2017; 188-193</dc:source>
	<dc:source>2528-3219</dc:source>
	<dc:source>2460-8173</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jdp/article/view/2162/1170</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2017 Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP)</dc:rights>
</oai_dc:dc>