Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Journal

PELATIHAN PEMBUATAN BAHAN PENGAYA KOMPOS PADA KELOMPOK TANI HUTAN MEGA BUANA 3 DESA LIPUKASI KECAMATAN TANETE RILAU KABUPATEN BARRU

Jurnal Dinamika Pengabdian · Vol. 8 No. 1 (2022) · pp. 11–17

DOI
10.20956/jdp.v8i1.23525
ISSN
2528-3219, 2460-8173
Published
2022-10-15
Publisher
Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Kompos merupakan bahan organik yang telah mengalami proses dekomposi oleh mikroba. Kompos mengandung unsur hara makro dan mikro yang lengkap namun kadarnya kecil. Penambahan bahan pengaya dalam kompos dapat meningkatkan kualitas kompos. KTH Mega Buana 3 merupakan salah satu kelompok tani hutan yang memproduksi kompos dengan memanfaatkan daun-daun kering, rerumputan dan limbah organik lainnya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada anggota KTH Mega Buana 3 tentang limbah pertanian yang dapat digunakan sebagai bahan pengaya kompos. Metode pelaksanaan kegiatan adalah penyuluhan dan pelatihan. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan dilaksanakan di tempat pembuatan kompos KTH Mega Buana 3. Hasil dari kegiatan ini adalah: 1) anggota KTH mengetahui limbah pertanian yang dapat digunakan sebagai bahan pengaya kompos; 2) mengetahui peralatan yang dibutuhkan untuk pembuatan bahan pengaya kompos; 3) terampil menggunakan tungku pengarangan dan mesin penggiling arang. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan limbah pertanian seperti batang pisang, kulit kapok dan sabut kelapa sebagai bahan pengaya kompos dan menjadi produk unggulan KTH Mega Buana 3. Kata kunci: Arang, Batang pisang, Kulit kapok, Sabut kelapa. ABSTRACT Compost is organic material that has undergone a microbial decomposition process. Compost contains complete macro and micro nutrients but the levels are small. The addition of additives in the compost can improve the quality of the compost. KTH Mega Buana 3 is a forest farmer group that produces compost by utilizing dry leaves, grass and other organic waste. The purpose of this activity is to provide knowledge and skills to members of KTH Mega Buana 3 about agricultural waste that can be used as compost add-on. The method of implementing the activities is counseling and training. Extension and training activities were carried out at the composting site of KTH Mega Buana 3. The results of this activity were: 1) KTH members knew agricultural waste that could be used as compost add-on; 2) knowing the equipment needed for the manufacture of compost additives; 3) Skilled in using charcoal kilns and grinding machines. This activity is expected to increase the utilization of agricultural waste such as banana stems, kapok skin and coconut fiber as compost additives and become the flagship product of KTH Mega Buana 3. Keywords: Charcoal, Banana stem, Kapok skin, Coconut fiber

Keywords

Collaboration network of the authors

31 authors · 103 co-authorship links · 19 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Muhammadiyah University of Makassar
  • Hasanuddin University
  • Universitas Muhammadiyah Parepare
  • Universitas PGRI Palembang
  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Rohana RohanaAffiliation unknown4
KasifahAffiliation unknown3
Abubakar IdhanAffiliation unknown2
Nanda SafiraMuhammadiyah University of Makassar2
Rohana RohanaUniversitas PGRI Palembang2
Iradhatullah RahimUniversitas Muhammadiyah Parepare2
Selfi AmandiraMuhammadiyah University of Makassar2
Muhammad SyahrirMuhammadiyah University of Makassar2
Ilhamsyah AidinMuhammadiyah University of Makassar2
Sukma SyafarMuhammadiyah University of Makassar2
Iradhatullah RahimAffiliation unknown2
Marhamah NadirHasanuddin University1
Sartika LabanHasanuddin University1
Dewi SartikaMuhammadiyah University of Makassar1
Amanda Patappari FirmansyahMuhammadiyah University of Makassar1
Sitti ArwatiMuhammadiyah University of Makassar1
Reni FatmasariMuhammadiyah University of Makassar1
Aidil AkbarAffiliation unknown1
Juliani IbrahimAffiliation unknown1
Akbar AkbarInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
JumiatiAffiliation unknown1
Asriyanti SyarifAffiliation unknown1
Muh.Ikmal SalehAffiliation unknown1
Akbar AkbarAffiliation unknown1
Muh. Ikmal SalehAffiliation unknown1
JumiatiMuhammadiyah University of Makassar1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/jdp/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PELATIHAN PEMBUATAN BAHAN PENGAYA KOMPOS PADA KELOMPOK TANI HUTAN MEGA BUANA 3 DESA LIPUKASI KECAMATAN TANETE RILAU KABUPATEN BARRU</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Anwar, Andi Rahayu</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Syamsia, Syamsia</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Latifah, Husna</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Syarif, Asriyanti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Burhanuddin, Burhanuddin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Arang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Batang pisang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kulit kapok</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Sabut kelapa</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Kompos merupakan bahan organik yang telah mengalami proses dekomposi oleh mikroba. Kompos mengandung unsur hara makro dan mikro yang lengkap namun kadarnya kecil. Penambahan bahan pengaya dalam kompos dapat meningkatkan kualitas kompos. KTH Mega Buana 3 merupakan salah satu kelompok tani hutan yang memproduksi kompos dengan memanfaatkan daun-daun kering, rerumputan dan limbah organik lainnya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada anggota KTH Mega Buana 3 tentang limbah pertanian yang dapat digunakan sebagai bahan pengaya kompos. Metode pelaksanaan kegiatan adalah penyuluhan dan pelatihan. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan dilaksanakan di tempat pembuatan kompos KTH Mega Buana 3. Hasil dari kegiatan ini adalah: 1) anggota KTH mengetahui limbah pertanian yang dapat digunakan sebagai bahan pengaya kompos; 2) mengetahui peralatan yang dibutuhkan untuk pembuatan bahan pengaya kompos; 3) terampil menggunakan tungku pengarangan dan mesin penggiling arang. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan limbah pertanian seperti batang pisang, kulit kapok dan sabut kelapa sebagai bahan pengaya kompos dan menjadi produk unggulan KTH Mega Buana 3.
Kata kunci: Arang, Batang pisang, Kulit kapok, Sabut kelapa.
ABSTRACT
Compost is organic material that has undergone a microbial decomposition process. Compost contains complete macro and micro nutrients but the levels are small. The addition of additives in the compost can improve the quality of the compost. KTH Mega Buana 3 is a forest farmer group that produces compost by utilizing dry leaves, grass and other organic waste. The purpose of this activity is to provide knowledge and skills to members of KTH Mega Buana 3 about agricultural waste that can be used as compost add-on. The method of implementing the activities is counseling and training. Extension and training activities were carried out at the composting site of KTH Mega Buana 3. The results of this activity were: 1) KTH members knew agricultural waste that could be used as compost add-on; 2) knowing the equipment needed for the manufacture of compost additives; 3) Skilled in using charcoal kilns and grinding machines. This activity is expected to increase the utilization of agricultural waste such as banana stems, kapok skin and coconut fiber as compost additives and become the flagship product of KTH Mega Buana 3.
Keywords: Charcoal, Banana stem, Kapok skin, Coconut fiber</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS</dc:publisher>
	<dc:date>2022-10-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jdp/article/view/23525</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/jdp.v8i1.23525</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Dinamika Pengabdian; Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 1 OKTOBER 2022; 11-17</dc:source>
	<dc:source>2528-3219</dc:source>
	<dc:source>2460-8173</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jdp/article/view/23525/8744</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2022 Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP)</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>