Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

Kombinasi Penaksiran Model Lag Terdistribusi Dengan Ekspektasi Adaptif Dan Penyesuaian Parsial

Jurnal Matematika, Statistika dan Komputasi · Vol. 3 No. 2 (2018) · pp. 96–102

DOI
10.20956/jmsk.v3i2.3317
ISSN
2614-8811, 1858-1382
Published
2018-01-30
Publisher
Department of Mathematics, Hasanuddin University
Language
en

Abstract

Dalam menaksir Model Lag Terdistribusi, masalah yang mungkin terjadi adalah tidak adanya pegangan baku tentang panjang maksimum lag, selain itu apabila variabel lag yang digunakan semakin banyak maka mengakibatkan bertambah banyak data yang hilang dan akan muncul multikolinearitas. Satu cara yang dilakukan untuk mengatasi hal tersebut sebelum dilakukan penaksiran model adalah dengan menggunakan Transformasi Koyck sehingga diperoleh Model Koyck. Selanjutnya Model Ekspektasi Adaptif menggunakan variabel lag dan memberikan peran yang penting pada periode sekarang untuk dihasilkan pada periode yang akan datang, sedangkan Model Ekspektasi Penyesuaian Parsial mampu menyesuaikan diri, dan memanfaatkan variabel lag untuk menjelaskan penyesuaian ekspektasi yang dikaitkan dengan ketidakpastian di masa depan. Selanjutnya, kombinasi Model Ekspektasi Adaptif dan Penyesuaian Parsial menggunakan variabel lag untuk dihasilkan pada jangka panjang (long run). Tingkat signifikansi Model Adaptif, Model Parsial Adjustment dan kombinasinya relatif kurang baik, hal ini disebabkan adanya multikolinier dan autokolerasi

Collaboration network of the authors

7 authors · 10 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Hasanuddin University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Erna Tri HerdianiHasanuddin University1
Andi waru A. PaluseriAffiliation unknown1
Agustinus RibalAffiliation unknown1
Astri AksanAffiliation unknown1
Georgina Maria TinungkiHasanuddin University1
Aprizal ReskyHasanuddin University1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/jmsk/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Kombinasi Penaksiran Model Lag Terdistribusi Dengan Ekspektasi Adaptif Dan Penyesuaian Parsial</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Rangkuti, Aidawayati</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Dalam menaksir Model Lag Terdistribusi, masalah yang mungkin terjadi adalah tidak adanya pegangan baku tentang panjang maksimum lag, selain itu apabila variabel lag yang digunakan semakin banyak maka mengakibatkan bertambah banyak data yang hilang dan akan muncul multikolinearitas. Satu cara yang dilakukan untuk mengatasi hal tersebut sebelum dilakukan penaksiran model adalah dengan menggunakan Transformasi Koyck sehingga diperoleh Model Koyck. Selanjutnya Model Ekspektasi Adaptif menggunakan variabel lag dan memberikan peran yang penting pada periode sekarang untuk dihasilkan pada periode yang akan datang, sedangkan Model Ekspektasi Penyesuaian Parsial mampu menyesuaikan diri, dan memanfaatkan variabel lag untuk menjelaskan penyesuaian ekspektasi yang dikaitkan dengan ketidakpastian di masa depan. Selanjutnya, kombinasi Model Ekspektasi Adaptif dan Penyesuaian Parsial menggunakan variabel lag untuk dihasilkan pada jangka panjang (long run). Tingkat signifikansi Model Adaptif, Model Parsial Adjustment dan kombinasinya relatif kurang baik, hal ini disebabkan adanya multikolinier dan autokolerasi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Department of Mathematics, Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2018-01-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jmsk/article/view/3317</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/jmsk.v3i2.3317</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Matematika, Statistika dan Komputasi; Vol. 3 No. 2: January 2007; 96-102</dc:source>
	<dc:source>2614-8811</dc:source>
	<dc:source>1858-1382</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jmsk/article/view/3317/1858</dc:relation>
	<dc:relation>10.20956/j.v3i2.3317.g1858</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2018 Aidawayati Rangkuti</dc:rights>
</oai_dc:dc>