Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

PERSEPSI PETANI TERHADAP LADA ORGANIK DAN NON ORGANIK

Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian · Vol. 14 No. 2 (2018) · pp. 121–132

DOI
10.20956/jsep.v14i2.4243
ISSN
2598-5922, 0853-8395
Published
2018-07-16
Publisher
Hasanuddin University
Language
en

Abstract

Pertanian organik merespon dampak negatif dari pertanian modern. Trend pertanian organik mulai diperkenalkan kepada petani yang sudah memahami keunggulan sistem pertanian organik. Salah satu produk organik yang dikembangkan saat ini adalah lada. Desa Swatani Kecamatan Rilau Ale Kabupaten Bulukumba merupakan salah satu daerah yang telah mengadopsi sistem pertanian organik, tetapi banyak pula diantara petani yang masih mengadopsi cara bertani secara non organik. Adanya perbedaan cara budidaya menimbulkan persepsi yang berbeda dikalangan masyarakat tani. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan persepsi petani lada organik dan non organik, mendeskripsikan relasi profil sosial ekonomi petani lada organik dan mendeskripsikan perbedaan tingkat pendapatan petani organik dan non organik. Analisis yang digunakan yaitu, analisis deskriptif, analisis spearman rank dan analisis perbandingan pendapatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Sistem pertanian lada organik dan non organik melalui tahapan yaitu pembibitan, pengolahan tanah, penanaman, pemupukan, pemangkasan, pemanenan, pascapanen hingga pemasaran. Persepsi positif yang diberikan yaitu pada sistem pengolahan tanah, pembibitan, pemeliharaan tanaman,pemanenan dan pemasaran. Usia dan pendidikan merupakan 2 indikator profil yang memiliki hubungan sangat kuat dengan persepsi petani lada organik. Pendapatan petani lada organik lebih menguntungkan dibandingkan dengan pendapatan petani lada non organik. Kata Kunci: Persepsi, Lada, Pertanian Organik, Pertanian Non Organik

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 100 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Bakri YusufUniversitas Halu Oleo6
Sarpin SarpinUniversitas Halu Oleo5
Jamaluddin HosUniversitas Halu Oleo3
SITTI ROSYIDAHAffiliation unknown2
Muhammad Zakaria UmarAffiliation unknown2
Mazhfia UmarAffiliation unknown2
Sarmadan SarmadanAffiliation unknown2
Peribadi PeribadiUniversitas Halu Oleo2
Ambo UpeUniversitas Halu Oleo2
Aceng HaetamiAffiliation unknown2
Annas Ma’rufAffiliation unknown2
Darmawan SalmanAffiliation unknown2
Samhuddin SamhuddinAffiliation unknown1
Al Ichlas ImranAffiliation unknown1
Wardiman WardimanAffiliation unknown1
Muhammad NasirAffiliation unknown1
Darmin TuwuUniversitas Halu Oleo1
Adrian TawaiUniversitas Halu Oleo1
Megawati Asrul TawuloAffiliation unknown1
Nur Suci Ariyanti WibowoUniversitas Halu Oleo1
Nur Alam Adi SaputraAffiliation unknown1
Alang AlangAffiliation unknown1
Muhammad YasirUniversitas Halu Oleo1
Dewi AnggrainiUniversitas Halu Oleo1
Dahlena DahlenaAffiliation unknown1
Mei Dini HariatiAffiliation unknown1
Rety Reka MerlinsAffiliation unknown1
Wa Ode VirayuniaAffiliation unknown1
Sri Murtia NingsihAffiliation unknown1
Al IkramAffiliation unknown1
Hj. Suharty RoslanAffiliation unknown1
Muhammad Afandi GunawanAffiliation unknown1
Megawati Asrul TawuloUniversitas Halu Oleo1
Aldi Reski DewaAffiliation unknown1
La Ode SidrataAffiliation unknown1
Aryuni Salpiana JabarUniversitas Halu Oleo1
Nur AimaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/jsep/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PERSEPSI PETANI TERHADAP LADA ORGANIK DAN NON ORGANIK</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Sam, Ummu Sa'ada</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">S. Ali, M. Saleh</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Arsyad, Muhammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">pertanian organik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Pertanian organik merespon dampak negatif dari pertanian modern. Trend pertanian organik mulai diperkenalkan kepada petani yang sudah memahami keunggulan sistem pertanian organik. Salah satu produk organik yang dikembangkan saat ini adalah lada. Desa Swatani Kecamatan Rilau Ale Kabupaten Bulukumba merupakan salah satu daerah yang telah mengadopsi sistem pertanian organik, tetapi banyak pula diantara petani yang masih mengadopsi cara bertani secara non organik. Adanya perbedaan cara budidaya menimbulkan persepsi yang berbeda dikalangan masyarakat tani. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan persepsi petani lada organik dan non organik, mendeskripsikan relasi profil sosial ekonomi petani lada organik dan mendeskripsikan perbedaan tingkat pendapatan petani organik dan non organik. Analisis yang digunakan yaitu, analisis deskriptif, analisis spearman rank dan analisis perbandingan pendapatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Sistem pertanian lada organik dan non organik melalui  tahapan yaitu pembibitan, pengolahan tanah, penanaman, pemupukan, pemangkasan, pemanenan, pascapanen hingga pemasaran. Persepsi positif yang diberikan yaitu pada sistem pengolahan tanah, pembibitan, pemeliharaan tanaman,pemanenan dan pemasaran . Usia dan pendidikan merupakan 2 indikator profil yang memiliki hubungan sangat kuat dengan persepsi petani lada organik. Pendapatan petani lada organik lebih menguntungkan dibandingkan dengan pendapatan petani lada non organik. Kata Kunci: Persepsi , Lada, Pertanian Organik , Pertanian Non Organik</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2018-07-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">qualitatif</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jsep/article/view/4243</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/jsep.v14i2.4243</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian; Vol. 14 No. 2 (2018): Juni 2018; 121-132</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian; Vol 14 No 2 (2018): Juni 2018; 121-132</dc:source>
	<dc:source>2598-5922</dc:source>
	<dc:source>0853-8395</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jsep/article/view/4243/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2018 Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian</dc:rights>
</oai_dc:dc>