Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DALAM KAITANNYA DENGAN MALARIA, POLA KONSUMSI PANGAN DAN STATUS SOSIAL EKONOMI DI DAERAH ENDEMIK MALARIA

Media Kesehatan Masyarakat Indonesia · Vol. 10 No. 2 (2016) · pp. 85–89

DOI
10.30597/mkmi.v10i2.488
ISSN
2356-4067, 0216-2482
Published
2016-06-21
Publisher
Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar
Language
en

Abstract

Anemia pada remaja putri merupakan salah satu masalah gizi utama di negara berkembang apalagi pada mereka yang bermukim di wilayah endemik malaria. Penelitian ini bertujuan menilai faktor yang berperan dalam kejadian anemia pada remaja putri di wilayah endemik malaria. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional yang dirancang dalam bentuk survei pada wilayah kabupaten, pada setiap kecamatan dipilih beberapa desa yang dilakukan dalam bentuk cluster. Terdapat 314 sampel remaja putri yang terpilih dalam penelitian ini. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, anamnesa malaria, pemeriksaan darah untuk hemoglobin, dan formulir frekuensi makanan. Analisis data menggunakan uji chi square. Ditemukan prevalensi anemia sebesar 29,9%. Responden dengan pola makan bervariasi lebih sedikit yang anemia (10,2% vs 33,6%) (p=0,001). Responden yang tidak terbiasa sarapan pagi lebih banyak yang anemia (44,3% vs 26,5%) (p=0,006). Dan yang pernah menderita gejala malaria klinis dalam tiga bulan terakhir hampir dua kali lebih banyak yang anemia (45,1% vs 27,0%) (p=0,010). Sedangkan berdasarkan penghasilan keluarga ditemukan pula bahwa remaja putri dengan penghasilan keluarga yang rendah lebih banyak yang anemia (32,5% vs 24,8%) (p=0,156). Sebagai kesimpulan bahwa pola konsumsi pangan, kebiasaan sarapan pagi, dan penyakit malaria memiliki hubungan yang bermakna dengan anemia pada remaja putri di wilayah endemik malaria.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 157 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Abdul SalamInstitut Agama Islam Negeri Kendari15
Rahayu IndriasariAffiliation unknown9
Aminuddin SyamAffiliation unknown8
Safrullah AmirAffiliation unknown7
Burhanuddin BaharAffiliation unknown5
Healthy HidayantiAffiliation unknown4
Saifuddin SirajuddinAffiliation unknown4
Marini Amalia MansurAffiliation unknown4
Healthy HidayantyAffiliation unknown4
citrakesumasari citrakesumasariAffiliation unknown3
sabaria battungAffiliation unknown3
NurzakiahAffiliation unknown3
Syamsiar RussengAffiliation unknown2
Veni HadjuAffiliation unknown2
Marini AmaliaAffiliation unknown2
Djunaidi M DachlanAffiliation unknown2
ZakariaAffiliation unknown2
Sabaria MantiAffiliation unknown2
Djunaidi M DachlanAffiliation unknown2
Citrakesumasari .Affiliation unknown2
Laksmi TrisasmitaAffiliation unknown2
Darnawati DarnawatiAffiliation unknown1
RAMLY RAMLYAffiliation unknown1
Abdul KadirUniversitas Halu Oleo1
Gunawan GunawanAffiliation unknown1
St. Mutiatu RahmahAffiliation unknown1
Syamsiar S. RussengAffiliation unknown1
Fitriani Rahmatismi BlongkodAffiliation unknown1
Gemely DelfaniAffiliation unknown1
Ridwan ThahaAffiliation unknown1
Andi Nur HudayahAffiliation unknown1
Sabaria Manti BattungAffiliation unknown1
ain widya surgawiAffiliation unknown1
Dwi SulastriAffiliation unknown1
ezha widnatusifahAffiliation unknown1
HERMAN HERMANAffiliation unknown1
Syarifah NurhalimaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/mkmi/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DALAM KAITANNYA DENGAN MALARIA, POLA KONSUMSI PANGAN DAN STATUS SOSIAL EKONOMI DI DAERAH ENDEMIK MALARIA</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Ansar, Ansar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Taslim, Nurpudji A.</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Jafar, Nurhaedar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Anemia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">malaria</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">konsumsi pangan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">sosial ekonomi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Anemia pada remaja putri merupakan salah satu masalah gizi utama di negara berkembang apalagi pada mereka yang bermukim di wilayah endemik malaria. Penelitian ini bertujuan menilai faktor yang berperan dalam kejadian anemia pada remaja putri di wilayah endemik malaria. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional yang dirancang dalam bentuk survei pada wilayah kabupaten, pada setiap kecamatan dipilih beberapa desa yang dilakukan dalam bentuk cluster. Terdapat 314 sampel remaja putri yang terpilih dalam penelitian ini. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, anamnesa malaria, pemeriksaan darah untuk hemoglobin, dan formulir frekuensi makanan. Analisis data menggunakan uji chi square. Ditemukan prevalensi anemia sebesar 29,9%. Responden dengan pola makan bervariasi lebih sedikit yang anemia (10,2% vs 33,6%) (p=0,001). Responden yang tidak terbiasa sarapan pagi lebih banyak yang anemia (44,3% vs 26,5%) (p=0,006). Dan yang pernah menderita gejala malaria klinis dalam tiga bulan terakhir hampir dua kali lebih banyak yang anemia (45,1% vs 27,0%) (p=0,010). Sedangkan berdasarkan penghasilan keluarga ditemukan pula bahwa remaja putri dengan penghasilan keluarga yang rendah lebih banyak yang anemia (32,5% vs 24,8%) (p=0,156). Sebagai kesimpulan bahwa pola konsumsi pangan, kebiasaan sarapan pagi, dan penyakit malaria memiliki hubungan yang bermakna dengan anemia pada remaja putri di wilayah endemik malaria.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar</dc:publisher>
	<dc:date>2016-06-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mkmi/article/view/488</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.30597/mkmi.v10i2.488</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Media Kesehatan Masyarakat Indonesia; Vol. 10 No. 2: JUNI 2014; 85-89</dc:source>
	<dc:source>2356-4067</dc:source>
	<dc:source>0216-2482</dc:source>
	<dc:source>10.30597/mkmi.v10i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mkmi/article/view/488/300</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2016 Media Kesehatan Masyarakat Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>