Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR TERHADAP KUANTITAS DAN KUALITAS AIR SUSU IBU (ASI) PADAIBU MENYUSUI BAYI 0-6 BULAN

Media Kesehatan Masyarakat Indonesia · Vol. 12 No. 3 (2016) · pp. 161–169

DOI
10.30597/mkmi.v12i3.1077
ISSN
2356-4067, 0216-2482
Published
2016-11-23
Publisher
Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar
Language
en

Abstract

Daun kelor mengandung berbagai macam zat gizi serta sumber fitokemikal. Rendahnya gizi mikro yang dikonsumsi ibu menyusui akan memengaruhi kemampuan untuk menyediakan ASI dengan kandungan gizi mikro yang cukup untuk pertumbuhan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efek dari ekstrak daun kelor terhadap kuantitas dan kualitas ASI pada ibu menyusui. Penelitian ini adalah double blind randomized kontroled design dan dilaksanakan di Kabupaten Maros. Subjek adalah ibu menyusui setelah seminggu melahirkan dan dibagi kedalam dua kelompok. Kelompok pertama menerima ekstrak daun kelor (EK) dua kali dua kapsul, 800mg/kapsul, (kelompok EK, n=35) dan kelompok lainnya menerima tepung daun kelor (TE) dengan dosis yang sama (kelompok TE, n=35). Kuantitas dan kualitas ASI diukur sebelum dan sesudah 3 bulan diintervensi. Diukur menggunakan metode Byerley sedangkan kualitas dinilai melalui pengukuran zat besi, vitamin C, dan vitamin E. Ana- lisis statistik menggunakan uji t sampel berpasangan dan bebas. Kuantitas ASI meningkat pada kedua kelompok EK (397±118 menjadi 661±158, p=0,001) dan TK (449±129 to 600±120, p=0,001). Peningkatan kuantitas ASI berbeda signifikan antara kelompok EK dan TK (masing-masing 263±41 vs. 151±9, p=0,40). Kadar besi, vitamin C dan vitamin E tidak berubah sebelum dan sesudah intervensi pada kedua kelompok (p>0,05). Pemberian EK dan TE dapat meningkatkan volume ASI, peningkatan volume ASI lebih tinggi pada kelompok yang mendapat EK dibanding TK, tetapi tidak berpengaruh terhadap kualitas ASI (besi, vitamin C dan vitamin E).

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 174 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Nurhaedar JafarAffiliation unknown7
Rahayu IndriasariAffiliation unknown6
Citrakesumasari .Affiliation unknown6
Abdul SalamInstitut Agama Islam Negeri Kendari5
Healthy HidayantyAffiliation unknown4
Djunaidi M DachlanAffiliation unknown3
Agussalim BukhariAffiliation unknown3
Nurbaya SyamAffiliation unknown3
Citra KesumasariAffiliation unknown3
Mardiana AhmadAffiliation unknown3
Safrullah AmirAffiliation unknown2
AminuddinAffiliation unknown2
Nur AshariAffiliation unknown2
Andi Yasmin SyaukiAffiliation unknown2
Mardiana MadjidAffiliation unknown2
Nur Ainun RaniAffiliation unknown2
Andi FaradilahAffiliation unknown2
Andi Arsyi Adlina Putra SadikinAffiliation unknown2
Nurpudji Astuti TaslimAffiliation unknown2
sabaria battungAffiliation unknown2
Aminuddin SyamAffiliation unknown2
Devintha ViraniAffiliation unknown2
Sabaria MantiAffiliation unknown2
Marini Amalia MansurAffiliation unknown2
Sabrina YasinAffiliation unknown1
Wina Kurnia SAffiliation unknown1
Masyitha MuisAffiliation unknown1
A. Ummu SalamahAffiliation unknown1
I Made SudartaAffiliation unknown1
Anna KhuzaimahAffiliation unknown1
Harlinah HarlinahAffiliation unknown1
Andi HarisAffiliation unknown1
Rahmat MuhammadAffiliation unknown1
Syahrul SyamAffiliation unknown1
Ridwan ThahaAffiliation unknown1
Andi Nur HudayahAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/mkmi/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR TERHADAP KUANTITAS DAN KUALITAS AIR SUSU IBU (ASI) PADAIBU MENYUSUI BAYI 0-6 BULAN</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Zakaria, Zakaria</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Hadju, Veni</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">As'ad, Suryani</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Bahar, Burhanuddin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Kelor</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">ASI</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">menyusui</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Daun kelor mengandung berbagai macam zat gizi serta sumber fitokemikal. Rendahnya gizi mikro yang dikonsumsi ibu menyusui akan memengaruhi kemampuan untuk menyediakan ASI dengan kandungan gizi mikro yang cukup untuk pertumbuhan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efek dari ekstrak daun kelor terhadap kuantitas dan kualitas ASI pada ibu menyusui. Penelitian ini adalah double blind randomized kontroled design dan dilaksanakan di Kabupaten Maros. Subjek adalah ibu menyusui setelah seminggu melahirkan dan dibagi kedalam dua kelompok. Kelompok pertama menerima ekstrak daun kelor (EK) dua kali dua kapsul, 800mg/kapsul, (kelompok EK, n=35) dan kelompok lainnya menerima tepung daun kelor (TE) dengan dosis yang sama (kelompok TE, n=35). Kuantitas dan kualitas ASI diukur sebelum dan sesudah 3 bulan diintervensi. Diukur menggunakan metode Byerley sedangkan kualitas dinilai melalui pengukuran zat besi, vitamin C, dan vitamin E. Ana- lisis statistik menggunakan uji t sampel berpasangan dan bebas. Kuantitas ASI meningkat pada kedua kelompok EK (397±118 menjadi 661±158, p=0,001) dan TK (449±129 to 600±120, p=0,001). Peningkatan kuantitas ASI berbeda signifikan antara kelompok EK dan TK (masing-masing 263±41 vs. 151±9, p=0,40). Kadar besi, vitamin C dan vitamin E tidak berubah sebelum dan sesudah intervensi pada kedua kelompok (p&amp;gt;0,05). Pemberian EK dan TE dapat meningkatkan volume ASI, peningkatan volume ASI lebih tinggi pada kelompok yang mendapat EK dibanding TK, tetapi tidak berpengaruh terhadap kualitas ASI (besi, vitamin C dan vitamin E).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar</dc:publisher>
	<dc:date>2016-11-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mkmi/article/view/1077</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.30597/mkmi.v12i3.1077</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Media Kesehatan Masyarakat Indonesia; Vol. 12 No. 3: SEPTEMBER 2016; 161-169</dc:source>
	<dc:source>2356-4067</dc:source>
	<dc:source>0216-2482</dc:source>
	<dc:source>10.30597/mkmi.v12i3</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mkmi/article/view/1077/667</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2016 Media Kesehatan Masyarakat Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>