Elektrokoagulasi dapat digunakan sebagai salah satu alternatif penanganan air limbah pada industri pembekuan udang. Limbah cair pada industri udang berasal dari proses berbahan dasar udang dimana dalam limbah cair tersebut mengandung zat organik yang berbahaya diantaranya mengandung unsur karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), dan sulfur (S). Proses eletrokoagulasi merupakan adaptasi dari proses elektrokimia dan proses koagulasi - flokulasi yang digabungkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi jarak plat elektroda, besarnya tegangan dan waktu kontak dalam menurunkan kadar BOD, COD, dan amonia sebelum dan sesudah diolah dengan proses elektrokoagulasi. Variabel penelitian ini menggunakan yaitu variasi tegangan 15, 18, dan 24 volt, variasi waktu proses adalah 90, 120 dan 180 menit dan perbedaan jarak plat elektroda yaitu 2 cm dan 4 cm. Hasil penelitian menunjukan bahwa elektrokoagulasi mampu menurunkan kadar BOD, COD dan amonia pada limbah cold storage dengan hasil terbaik diperoleh pada variabel tegangan 24 volt dan waktu proses 180 menit menggunakan jarak elektroda 2 cm. Variasi besarnya tegangan dan perbedaan waktu proses berpengaruh terhadap penurunan kadar BOD, COD dan amonia sedangkan jarak elektroda berpengaruh pada kecepatan transfer elektron selama proses elektrokoagulasi.
Collaboration network of the authors
23 authors ·
54 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
Institut Agama Islam Negeri Kendari
Affiliation unknown
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.