Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

IDENTIFIKASI STOK IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer Bloch, 1790) MENGGUNAKAN KARAKTER MORFOMETRIK

Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan · Vol. 7 No. 13 (2020)

DOI
10.20956/jipsp.v7i13.8570
ISSN
2614-5014, 2355-729X
Published
2020-04-24
Publisher
Hasanuddin University
Language
en

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis diferensiasi morfologi yang terjadi di antara stok ikan kakap putih, barramundi (Lates calcarifer Bloch, 1790) di perairan pantai Kabupaten Bone, Wajo, Takalar, dan Kalimantan Utara. Diferensiasi karakter morfometrik dianalisis menggunakan fungsi dikskriminan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan kakap putih dari perairan Teluk Bone, Selat Makassar dan pesisir Pantai Sekatak Kalimantan Utara bersifat monophyletic. Aliran gen dan migrasi di antara populasi atau stok ikan kakap putih sangat terbatas atau hampir tidak ada. Stok ikan kakap putih di pesisir pantai Desa Akkotengeng Kabupaten Wajo dan stok di pesisir pantai dan daerah aliran sungai (DAS) Sungai Saro Kabupaten Takalar melakukan rekruitmen sendiri. Terdapat satu individu ikan kakap putih di perairan pantai Siwa Kabupaten Wajo dan Cenrana Kabupaten Bone (kedua stok berlokasi di Teluk Bone) yang memiliki fenotipe (morfologi) yang mirip dengan ikan kakap putih di perairan pantai Bulungan Kalimantan Utara. Analisis kontribusi 15 karakter morfometrik terhadap fungsi kanonik menunjukkan bahwa karakter yang menjadi penciri di antara stok adalah tinggi badan, caudal peduncle, dan diameter mata. Hasil discriminant function analysis (DFA) menunjukkan bahwa terdapat tiga populasi lokal yang signifikan berbeda secara fenotipe, sehingga dalam pengelolaannya dibutuhkan manajemen yang berbeda.Kata kunci: Asian seabass, barramundi, karakter morfometrik, Lates calcarifer

Collaboration network of the authors

40 authors · 132 co-authorship links · 6 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Sulawesi Tenggara
  • Universitas Halu Oleo
  • Indonesia University of Education
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Joeharnani TresnatiAffiliation unknown5
Suwarni SuwarniAffiliation unknown4
Sharifuddin Bin Andy OmarAffiliation unknown4
Muhammad NurAffiliation unknown4
Sri Wahyuni RahimAffiliation unknown4
Hadiratul KudsiahAffiliation unknown3
Khusnul YaqinAffiliation unknown3
Sharifuddin Bin Andy OmarAffiliation unknown3
Budiman YunusAffiliation unknown3
Nita RukminasariAffiliation unknown3
Sri KhayatiUniversitas Sulawesi Tenggara2
Muh. Arifin DahlanAffiliation unknown2
Djohar ArifinUniversitas Sulawesi Tenggara1
Sri MulyaniIndonesia University of Education1
Rifkah Anniza RahmanUniversitas Sulawesi Tenggara1
Andi NovrianiAffiliation unknown1
Dewi AnggrainiAffiliation unknown1
Sulsalman MoitaUniversitas Halu Oleo1
Ayu Lestari DewiUniversitas Sulawesi Tenggara1
Muh. TahirUniversitas Halu Oleo1
M YusufUniversitas Sulawesi Tenggara1
La NiasaUniversitas Sulawesi Tenggara1
Hijriani HijrianiUniversitas Sulawesi Tenggara1
Supriadi SupriadiAffiliation unknown1
Muhammad ArsyadUniversitas Halu Oleo1
Jamaluddin HosUniversitas Halu Oleo1
Arnianti ArniantiAffiliation unknown1
Nurleni NurleniAffiliation unknown1
Andi KusumawatiAffiliation unknown1
Andi Tenri Gading Nurul AzizahAffiliation unknown1
Alfina Asha Putri RamadhaniAffiliation unknown1
Muhammad Irdam FerdiansahAffiliation unknown1
Nurul Jihan HasrilAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/iptekspsp/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">IDENTIFIKASI STOK IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer Bloch, 1790) MENGGUNAKAN KARAKTER MORFOMETRIK</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Irmawati, Irmawati</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Tassakka, Asmi Citra Malina AR</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Alimuddin, Alimuddin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Nadiarti, Nadiarti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Husain, Aidah Ambo Ala</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Umar, Moh Tauhid</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Parawansa, Basse Siang</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis diferensiasi morfologi yang terjadi di antara stok ikan kakap putih, barramundi (Lates calcarifer Bloch, 1790) di perairan pantai Kabupaten Bone, Wajo, Takalar, dan Kalimantan Utara. Diferensiasi karakter morfometrik dianalisis menggunakan fungsi dikskriminan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan kakap putih dari perairan Teluk Bone, Selat Makassar dan pesisir Pantai Sekatak Kalimantan Utara bersifat monophyletic. Aliran gen dan migrasi di antara populasi atau stok ikan kakap putih sangat terbatas atau hampir tidak ada. Stok ikan kakap putih di pesisir pantai Desa Akkotengeng Kabupaten Wajo dan stok di pesisir pantai dan daerah aliran sungai (DAS) Sungai Saro Kabupaten Takalar melakukan rekruitmen sendiri. Terdapat satu individu ikan kakap putih di perairan pantai Siwa Kabupaten Wajo dan Cenrana Kabupaten Bone (kedua stok berlokasi di Teluk Bone) yang memiliki fenotipe (morfologi) yang mirip dengan ikan kakap putih di perairan pantai Bulungan Kalimantan Utara. Analisis kontribusi 15 karakter morfometrik terhadap fungsi kanonik menunjukkan bahwa karakter yang menjadi penciri di antara stok adalah tinggi badan, caudal peduncle, dan diameter mata. Hasil discriminant function analysis (DFA) menunjukkan bahwa terdapat tiga populasi lokal yang signifikan berbeda secara fenotipe, sehingga dalam pengelolaannya dibutuhkan manajemen yang berbeda.Kata kunci: Asian seabass, barramundi, karakter morfometrik, Lates calcarifer</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2020-04-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Research article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/iptekspsp/article/view/8570</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/jipsp.v7i13.8570</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan; Vol. 7 No. 13 (2020)</dc:source>
	<dc:source>2614-5014</dc:source>
	<dc:source>2355-729X</dc:source>
	<dc:source>10.20956/jipsp.v7i13</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/iptekspsp/article/view/8570/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan</dc:rights>
</oai_dc:dc>