Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Pelestarian Kesenian Tradisional Di Kota Makassar

GOVERNMENT : Jurnal Ilmu Pemerintahan · Vol. 4 No. 2 (2017) · pp. 89–96

DOI
10.31947/jgov.v4i2.1593
ISSN
1979-5645, 1979-5645
Published
2017-03-31
Publisher
Departemen Ilmu Pemerintahan Fisip Unhas
Language
en

Abstract

Abstract: This writing intend to know and describes the policy of local government in case to conserve traditional art on Makassar city and what kind of factors that influence the conserve of traditional arts of Makassar city. The result of the research showing that the local government Makassar city have a policy in case to conserve traditional arts of Makassar city. The local government policy in case to conserve the traditional arts in Makassar city is: (1) Held a group arts development; (2) became a facilitators of facilities and infrastructure to art group at traditional arts event; (3) Became a mediator to all people to develop touring potential for get a fund assistance from the private agencies; (4) cooperate with arts group in Makassar city; (5) Held a daily event, traditional arts show. the supporting factors of executioning the conserve of traditional arts in Makassar city are: (1) government, (2) Society. And the obstacles factors to execute the conserve is: (1) modernization, (2) lack of teenager interest to learn traditional arts; (3) the media raise less information about traditional arts; (4) Sosial change; (5) All traditional artist that lack in creativity and innovation. Keywords: Three, Policy, traditional arts, Makassar cityAbstrak: Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui Untuk mengetahui dan menggambarkan kebijakan pemerintah daerah dalam melestarikan kesenian tradisional di Kota Makassar dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pelestarian kesenian tradisional di kota Makassar. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemerintah daerah kota Makassar memiliki kebijakan dalam hal melestarikan kesenian tradisional khas kota Makassar. Adapun kebijakan pemerintah daerah dalam melestarikan kesenian tradisional di Kota Makassar adalah: (1) melaksanakan pembinaan kelompok kesenian; (2)menjadi fasilitator sarana/prasarana kepada kelompok seni dalam kegiatan pertunjukan seni tradisional; (3) menjadi mediator kepada masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata untuk mendapatkan bantuan dana dari instansi swasta; (4) bekerja sama dengan kelompok seni di Kota Makassar; (5) mengadakan acara rutin pagelaran seni tradisional. Faktor pendukung pelaksanaan pelestarian kesenian tradisional di Kota Makassar adalah: (1) pemerintah; (2) masyarakat. faktor penghambat dalam pelaksanaan kesenian tradisional adalah: (1) Modernisasi;(2) kurangnya minat remaja mempelajari kesenian tradisional;(3) media massa kurang memuat informasi dan tayangan tentang kesenian tradisional; (4) perubahan sosial;(5) para pelaku seni tradisional yang kurang kreatif dan inovatif.Kata kunci: tiga, Kebijakan, kesenian tradisional, Kota Makassar

Keywords

Collaboration network of the authors

39 authors · 93 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Ahmad Dahlan Probolinggo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Rabina YunusAffiliation unknown3
Andi Lukman IrwanAffiliation unknown3
Sakaria To AnwarAffiliation unknown2
Arisnawawi ArisnawawiAffiliation unknown2
Suhardiman SyamsuAffiliation unknown2
Muhammad SabiqAffiliation unknown1
Sawedi MuhammadAffiliation unknown1
Andi Rewo Batari WantiAffiliation unknown1
Saifuddin SaifuddinInstitut Ahmad Dahlan Probolinggo1
Ahmad MuhajirAffiliation unknown1
Adnan KasogiAffiliation unknown1
Sadriani IlyasAffiliation unknown1
Aldiani Fitriayu SamAffiliation unknown1
Anni Mujahida KamalAffiliation unknown1
Rahmatullah RahmatullahAffiliation unknown1
Andi Fitrah Perdana PutraAffiliation unknown1
Wismoyo AdisaputraAffiliation unknown1
Nuradyatun PratamaAffiliation unknown1
Ardiyanto ArdiyantoAffiliation unknown1
Nurlinah NurlinahAffiliation unknown1
Andi Tenri WulangAffiliation unknown1
Andi Asnaldi TrisetiaAffiliation unknown1
Andi MurfhiAffiliation unknown1
Ady DeksaAffiliation unknown1
Andi AsmirwanAffiliation unknown1
Faried AliAffiliation unknown1
Muhammad AnsariAffiliation unknown1
Hasrat Arief SalehAffiliation unknown1
Ermita SavitryAffiliation unknown1
Aan Saddan HusainAffiliation unknown1
Agusman HidayatAffiliation unknown1
Andi Gau KadirAffiliation unknown1
Irmaya SuciAffiliation unknown1
Ayu liaAffiliation unknown1
Saharuddin SaharuddinAffiliation unknown1
A Lukman IrwanAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/government/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Pelestarian Kesenian Tradisional Di Kota Makassar</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Monika, Ika</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Nawawi, Juanda</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Arifin, Indar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Three</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Policy</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">traditional arts</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Makassar city</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Abstract: This writing intend to know and describes the policy of local government in case to conserve traditional art on Makassar city and what kind of factors that influence the conserve of traditional arts of Makassar city. The result of the research showing that the local government Makassar city have a policy in case to conserve traditional arts of Makassar city. The local government policy in case to conserve the traditional arts in Makassar city is : (1) Held a group arts development; (2) became a facilitators of facilities and infrastructure to art group at traditional arts event; (3) Became a mediator to all people to develop touring potential for get a fund assistance from the private agencies; (4) cooperate with arts group in Makassar city; (5) Held a daily event, traditional arts show. the supporting factors of executioning the conserve of traditional arts in Makassar city are : (1) government, (2) Society. And the obstacles factors to execute the conserve is : (1) modernization, (2) lack of teenager interest to learn traditional arts; (3) the media raise less information about traditional arts; (4) Sosial change; (5) All traditional artist that lack in creativity and innovation. Keywords: Three, Policy, traditional arts, Makassar cityAbstrak: Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui Untuk mengetahui dan menggambarkan kebijakan pemerintah daerah dalam melestarikan kesenian tradisional di Kota Makassar dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pelestarian kesenian tradisional di kota Makassar. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemerintah daerah kota Makassar memiliki kebijakan dalam hal melestarikan kesenian tradisional khas kota Makassar. Adapun kebijakan pemerintah daerah dalam melestarikan kesenian tradisional di Kota Makassar adalah : (1) melaksanakan pembinaan kelompok kesenian; (2)menjadi fasilitator sarana/prasarana kepada kelompok seni dalam kegiatan pertunjukan seni tradisional; (3) menjadi mediator kepada masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata untuk mendapatkan bantuan dana dari instansi swasta; (4) bekerja sama dengan kelompok seni di Kota Makassar ; (5) mengadakan acara rutin pagelaran seni tradisional. Faktor pendukung pelaksanaan pelestarian kesenian tradisional di Kota Makassar adalah : (1) pemerintah ; (2) masyarakat. faktor penghambat dalam pelaksanaan kesenian tradisional adalah : (1) Modernisasi ;(2) kurangnya minat remaja mempelajari kesenian tradisional;(3) media massa kurang memuat informasi dan tayangan tentang kesenian tradisional; (4) perubahan sosial;(5) para pelaku seni tradisional yang kurang kreatif dan inovatif.Kata kunci: tiga, Kebijakan, kesenian tradisional, Kota Makassar</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Ilmu Pemerintahan Fisip Unhas</dc:publisher>
	<dc:date>2017-03-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/government/article/view/1593</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31947/jgov.v4i2.1593</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">GOVERNMENT : Jurnal Ilmu Pemerintahan; Vol. 4 No. 2 (2011); 89-96</dc:source>
	<dc:source>1979-5645</dc:source>
	<dc:source>1979-5645</dc:source>
	<dc:source>10.31947/jgov.v4i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/government/article/view/1593/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2017 GOVERNMENT : Jurnal Ilmu Pemerintahan</dc:rights>
</oai_dc:dc>