Journal
WACANA KRITIS BERITA ONLINE KASUS PENYADAPAN PEMBICARAAN TELEPON ELIT INDONESIA OLEH AGEN RAHASIA AUSTRALIA
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi · Vol. 4 No. 1 (2016) · pp. 1–9
- ISSN
- 2528-2891, 2088-4117
- Published
- 2016-06-25
- Publisher
- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin
- Language
- en
Abstract
Abstract News on online portal has advantages over news on conventional media in constructing reality and affecting the audiences. This research aims to analyze online text news about Indonesian’s political elites phone-tapping by Australian intelligence agency in Indonesian and Australian online news portal. This research uses text analyzing technique with interpretative explanation application. Data collection were done by observation on four online news portals, and then continued by data selection in the form of related news text. This news text is acquaired by using search engine in the internet. Collected data then being analyzed using Van Dijk Critical Discourse Analysis to apprehend the social discourses constructed by the online news portals, ideologies behind it, and the impact of those news publication on Indonesia-Australia diplomatic relationship. The results of this research indicates that there is a difference in discourses between Australia and Indonesia’s online news portal regarding the phone-tapping of Indonesia’s political elites by the Australian intelligence agency. Reality construction which is built by those news portals shows some differences, caused by disparities of press system and communication cultures between the two nations. Besides that, media ideologies also affects that phone-tapping publication. Those news publication in the process inflicts reaction on the people of the two nations, which affects the diplomatic relations between the two country.Abstrak Berita pada portal berita online memiliki kelebihan dibandingkan berita pada media konvensional dalam menkonstruksi realitas dan mempengaruhi para pembaca. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teks berita mengenai kasus penyadapan para elit politik Indonesia oleh agen rahasia Australia pada portal berita online nasional di Indonesia dan Australia. Penelitian ini menggunakan teknik analisis teks dengan aplikasi interpretatif eksplanasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi pada empat portal berita online, kemudian dilanjutkan dengan pemilihan data berupa teks berita yang terkait. Teks berita ini diperoleh dengan menggunakan search engine pada internet. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan Analisis Wacana Kritis Van Dijk untuk menangkap konstruksi wacana sosial yang ingin dibangun oleh keempat portal berita online tersebut, ideologi yang berada dibaliknya, dan pengaruh berita tersebut terhadap hubungan diplomatik antara Indonesia dan Australia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara wacana yang dibangun oleh portal berita online nasional Indonesia dengan wacana yang dibangun oleh portal berita online nasional Australia mengenai kasus penyadapan isi pembicaraan telepon para elit politik Indonesia oleh agen rahasia Australia. Konstruksi realitas yang dibangun antara portal tersebut menunjukkan adanya perbedaan. Hal ini disebabkan oleh sistem pers dan budaya komunikasi yang berbeda antara kedua negara. Selain itu, ideologi media juga mempengaruhi pemberitaan kasus penyadapan tersebut. Pemberitaan tersebut kemudian menimbulkan reaksi pada masyarakat kedua negara, yang pada kelanjutannya berpengaruh terhadap hubungan diplomatik antara kedua negara.
Keywords
Collaboration network of the authors
40 authors · 68 co-authorship links · 11 across different organisations · showing the 40 most connected
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Hasanuddin University
- Universitas Halu Oleo
- Universitas Indonesia Timur
- University of Indonesia
- LSPR Institute of Communication and Business
- Universitas Ahmad Dahlan
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Andi Alimuddin Unde | Affiliation unknown | 17 |
| Tuti Bahfiarti | Hasanuddin University | 5 |
| Hasrullah Hasrullah | Affiliation unknown | 4 |
| Muhammad Iqbal Sultan | Affiliation unknown | 4 |
| Muhammad Farid | Hasanuddin University | 4 |
| Dwia Aries Tina Pulubuhu | Hasanuddin University | 2 |
| Hasrullah Hasrullah | Hasanuddin University | 2 |
| Jeanny Maria Fatimah | Affiliation unknown | 2 |
| Bambang Pramono | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Statiswaty | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Agus Surya Bakti | Hasanuddin University | 1 |
| Eriyanto Eriyanto | University of Indonesia | 1 |
| Ani Nigeriawati | LSPR Institute of Communication and Business | 1 |
| Joevi Roedyati | Affiliation unknown | 1 |
| Mitha Mayestika Kuen | Universitas Indonesia Timur | 1 |
| St. Shofiyah | Universitas Indonesia Timur | 1 |
| Fyan Andinasari Kuen | Universitas Indonesia Timur | 1 |
| Fajar Dwi Putra | Universitas Ahmad Dahlan | 1 |
| Nurdin Sibaweh | Affiliation unknown | 1 |
| Muhammad Hasyim | Affiliation unknown | 1 |
| Dwi Ratnasari Ratnasari | Affiliation unknown | 1 |
| Besse Risnayanti | Affiliation unknown | 1 |
| Rachmawaty Djaffar | Affiliation unknown | 1 |
| Muhammad Syahban Sidiq | Affiliation unknown | 1 |
| Andi Warnaen | Affiliation unknown | 1 |
| La Jaali | Affiliation unknown | 1 |
| Febri Herawati | Affiliation unknown | 1 |
| Ibrahim Umar | Affiliation unknown | 1 |
| Andi Nur Fitri | Affiliation unknown | 1 |
| Eko Priyo Utomo | Affiliation unknown | 1 |
| Andi Vita Sukmarini | Affiliation unknown | 1 |
| Sitti Murniati Muhtar | Affiliation unknown | 1 |
| Murniati Muhtar | Affiliation unknown | 1 |
| Muhammad Zulkifli Tahir | Affiliation unknown | 1 |
| Nosakros Arya | Hasanuddin University | 1 |
| Muhammad Massyat | Affiliation unknown | 1 |
| Citra Dano Putri | Affiliation unknown | 1 |
| Muhammad Yunus Amar | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.