Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

SEMIOTIKA PESAN INSTAGRAM ANI YUDHOYONO DALAM PERSPEKTIF ETIKA KOMUNIKASI

KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi · Vol. 4 No. 1 (2016) · pp. 19–26

ISSN
2528-2891, 2088-4117
Published
2016-06-25
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin
Language
en

Abstract

Abstract Content’s messages in social media have hidden and visible meanings, that can cause differences in interpretation between people who view it, and affect the communication interaction from the perspective of communication ethics. This research aims to analyze Ani Yudhoyono’s Instagram account content and the communication interaction between her and her account viewers and then examined using the perspective of communication ethics. This research uses Roland Barthes’s semiotic analysis to find denotative and connotative meanings contained in the communication interaction between Ani Yudhoyono and her account viewers on the controversial content of her Instagram account. Data collection was done by observation on Ani Yudhoyono’s Instagram account and relevant news on online websites, and followed by relevant data selection, such as images and texts. Collected data then analyzed using Roland Barthes’s semiotic analysis to find the visible and hidden meanings of the content on communication interaction between Ani Yudhoyono and her account viewers, and also to find visible myth concerning power on the interaction. Furthermore, these findings were reviewed using the perspective of communication ethics to see if they meet the principles of communication ethics. The results of this research indicates that there are differences between Ani Yudhoyono and her account viewers on interpreting her Instagram account content which caused a conflict between them. As the result, this conflict affected their interaction and also people’s opinion towards Ani Yudhoyono and the institutions that she represents.Abstrak Pesan konten pada media sosial memiliki makna yang tampak dan tersembunyi, yang dapat menimbulkan perbedaan penafsiran antara khalayak yang melihatnya, dan mempengaruhi interaksi komunikasi tersebut dari perspektif etika komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pesan Instagram Ani Yudhoyono serta interaksi komunikasi antara beliau dan viewer akun beliau, kemudian dikaji dengan menggunakan perspektif etika komunikasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis semiotika Roland Barthes untuk menemukan makna denotatif dan konotatif yang terkandung pada interaksi komunikasi antara Ani Yudhoyono dan viewer beliau pada konten kontroversial akun Instagram beliau. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi pada akun media sosial Instagram Ani Yudhoyono dan berita pada situs online yang terkait dengannya, kemudian dilanjutkan dengan pemilihan data berupa foto dan teks yang terkait. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis semiotika Roland Barthes untuk mengungkap makna-makna yang tampak maupun yang tersembunyi pada konten dan interaksi komunikasi antara Ani Yudhoyono dan viewer beliau, serta menemukan myth atau mitos mengenai kekuasaan yang tampak pada interaksi tersebut. Selanjutnya, temuan tersebut akan dikaji dengan menggunakan perspektif etika komunikasi untuk melihat apakah sudah memenuhi kaidah etika komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara Ani Yudhoyono dan beberapa viewer beliau dalam memaknai konten akun Instagram beliau, yang menimbulkan konflik antara mereka. Sebagai akibatnya, hal ini kemudian berpengaruh terhadap interaksi komunikasi mereka, dan juga terhadap pandangan masyarakat kepada Ani Yudhoyono beserta institusi yang diwakilinya.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 72 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Hasanuddin University
  • Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Hafied CangaraHasanuddin University18
Hasrullah HasrullahAffiliation unknown5
Tuti BahfiartiHasanuddin University5
Muhammad FaridHasanuddin University5
Muhammad Iqbal SultanAffiliation unknown3
Tawany RahammaAffiliation unknown3
Jeanny Maria FatimahAffiliation unknown3
Asfah RahmanAffiliation unknown2
Nur QalbyAffiliation unknown1
Nahria NahriaAffiliation unknown1
Maya SariAffiliation unknown1
Muhammad Syahban SidiqAffiliation unknown1
Lisna SariAffiliation unknown1
Hendrek Semuel MesmorAffiliation unknown1
Febri HerawatiAffiliation unknown1
Hermansyah HermansyahAffiliation unknown1
Riza Darma PutraAffiliation unknown1
Andi Nur FitriAffiliation unknown1
Irwan IrwanUniversitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar1
Ihsan IhsanAffiliation unknown1
Djabir HamzahAffiliation unknown1
Yati SamsuddinAffiliation unknown1
Sitti Murni KaddiAffiliation unknown1
Sitti Murniati MuhtarAffiliation unknown1
Mustati MustatiAffiliation unknown1
Murniati MuhtarAffiliation unknown1
Muhammad Zulkifli TahirAffiliation unknown1
Nosakros AryaHasanuddin University1
Rosniar RosniarAffiliation unknown1
Muhammad MassyatAffiliation unknown1
Telly MurianyAffiliation unknown1
Rahmad ArsyadAffiliation unknown1
Andi Muhammad IrvanAffiliation unknown1
Nolvy RuataAffiliation unknown1
Andi Rivai BetaAffiliation unknown1
Andi Dewi MasuaraAffiliation unknown1
Piter Barto TarukalloAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/kareba/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">SEMIOTIKA PESAN INSTAGRAM ANI YUDHOYONO DALAM PERSPEKTIF ETIKA KOMUNIKASI</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Putri, Kenny Monica Kemal</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Unde, Andi Alimuddin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Nadjib, Muhammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Roland Barthes’s semiotic analysis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">communication ethics</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">social media</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Abstract Content’s messages in social media have hidden and visible meanings, that can cause differences in interpretation between people who view it, and affect the communication interaction from the perspective of communication ethics. This research aims to analyze Ani Yudhoyono’s Instagram account content and the communication interaction between her and her account viewers and then examined using the perspective of communication ethics. This research uses Roland Barthes’s semiotic analysis to find denotative and connotative meanings contained in the communication interaction between Ani Yudhoyono and her account viewers on the controversial content of her Instagram account. Data collection was done by observation on Ani Yudhoyono’s Instagram account and relevant news on online websites, and followed by relevant data selection, such as images and texts. Collected data then analyzed using Roland Barthes’s semiotic analysis to find the visible and hidden meanings of the content on communication interaction between Ani Yudhoyono and her account viewers, and also to find visible myth concerning power on the interaction. Furthermore, these findings were reviewed using the perspective of communication ethics to see if they meet the principles of communication ethics. The results of this research indicates that there are differences between Ani Yudhoyono and her account viewers on interpreting her Instagram account content which caused a conflict between them. As the result, this conflict affected their interaction and also people’s opinion towards Ani Yudhoyono and the institutions that she represents.Abstrak Pesan konten pada media sosial memiliki makna yang tampak dan tersembunyi, yang dapat menimbulkan perbedaan penafsiran antara khalayak yang melihatnya, dan mempengaruhi interaksi komunikasi tersebut dari perspektif etika komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pesan Instagram Ani Yudhoyono serta interaksi komunikasi antara beliau dan viewer akun beliau, kemudian dikaji dengan menggunakan perspektif etika komunikasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis semiotika Roland Barthes untuk menemukan makna denotatif dan konotatif yang terkandung pada interaksi komunikasi antara Ani Yudhoyono dan viewer beliau pada konten kontroversial akun Instagram beliau. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi pada akun media sosial Instagram Ani Yudhoyono dan berita pada situs online yang terkait dengannya, kemudian dilanjutkan dengan pemilihan data berupa foto dan teks yang terkait. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis semiotika Roland Barthes untuk mengungkap makna-makna yang tampak maupun yang tersembunyi pada konten dan interaksi komunikasi antara Ani Yudhoyono dan viewer beliau, serta menemukan myth atau mitos mengenai kekuasaan yang tampak pada interaksi tersebut. Selanjutnya, temuan tersebut akan dikaji dengan menggunakan perspektif etika komunikasi untuk melihat apakah sudah memenuhi kaidah etika komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara Ani Yudhoyono dan beberapa viewer beliau dalam memaknai konten akun Instagram beliau, yang menimbulkan konflik antara mereka. Sebagai akibatnya, hal ini kemudian berpengaruh terhadap interaksi komunikasi mereka, dan juga terhadap pandangan masyarakat kepada Ani Yudhoyono beserta institusi yang diwakilinya. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-06-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/kareba/article/view/607</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi; Vol.4 No.1 Januari - Maret 2015; 19-26</dc:source>
	<dc:source>2528-2891</dc:source>
	<dc:source>2088-4117</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/kareba/article/view/607/427</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2016 KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi</dc:rights>
</oai_dc:dc>