Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

PENGUNGKAPAN DIRI ANGGOTA PASUKAN INONG BALEE DALAM KOMUNIKASI DAN INTEGRASI DENGAN MASYARAKAT PASCA KONFLIK BERSENJATA DI KABUPATEN ACEH BESAR PROVINSI ACEH

KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi · Vol. 4 No. 2 (2016) · pp. 116–131

ISSN
2528-2891, 2088-4117
Published
2016-06-25
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin
Language
en

Abstract

Abstract This research aimed to investigate (1) the self-disclosure of the members of Inong Balee force in their involvement in GAM armed force during the time of armed conflict in Aceh Besar Regency, Aceh Province, (2) the communication pattern and interaction between the members of Inong Balee force and the community, and (3) the integration process between the members of Inong Balee force and te community.The research was conducted in Aceh Besar regency, Aceh Province using the qualitative research. The research subjects consisted of 9 ex-members of Inong Balee force and 6 members of the community, who were chosen using the purpusive sampling technique and the showball manner. The data collection was carried out using observation, interviews, and documentation. The data were further analyzed using Miles and Huberman’s interactive model analysis.The research result revealed that the self-disclosure of the members of Inong Balee force in their involvement with GAM force was basically either attracted or self-interested since the Inong Balee force were recruited for the independence of Aceh. The patterns of communication and interaction were more open and therefore they were free to communicate and share information and more experience they acquired. Even atfer the armed conflict, the active members of Inong Balee force still gathered with their compatriots in GAM; hence they still had had leaders or commandants. As for the integration between the community and the members of Inong Balee force still run well; no obstruction felt in joining in doing their daily activities. This good integration was supported by their sacrifices and understanding each other. The sense of unity in life was still felt by Aceh community.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengungkapan diri anggota pasukan Inong Balee didalam keterlibatannya dengan pasukan bersenjata GAM pada masa konflik bersenjata di Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh, pola komunikasi dan interaksi antara anggota pasukan Inong Balee dengan masyarakat, serta proses integrasi antara anggota pasukan Inong Balee dengan masyarakat, dengan mengunakan metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian adalah di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Subjek penelitian ini terdiri dari 9 mantan anggota Inong Balee dan 6 orang masyarakat dengan teknik purposive sampling dan secara showball. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data selanjutnya dianalisis dengan mengunakan teknik analisis data model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan diri anggota pasukan Inong Balee dalam keterlibatannya dengan GAM adalah pada dasarnya mereka tertarik serta kemauan sendiri dan pasukan Inong Balee ini merupakan pasukan yang direkrut untuk kemerdekaan Aceh. Pola komunikasi dan interaksi yang terjadi lebih terbuka dan mereka leluasa dalam berkomunikasi sehingga dalam berbagi informasi dan pengalaman semakin banyak yang diperoleh. Selanjutnya pasca konflik bersenjata anggota pasukan Inong Balee yang aktif masih berkumpul dengan sesama anggota GAM sehingga jelas masih ada pemimpin atau komando bagi mereka. Adapun proses integrasi yang terjadi antara masyarakat dan anggota pasukan Inong Balee berjalan dengan baik. Tidak ada kendala yang dirasakan dalam menyatukan diri dalam melakukan kegiatan maupun aktivitas sehari- hari. Integrasi yang baik ini didukung oleh adanya pengorbanan dan juga rasa saling pengertian satu dengan lainnya. Rasa persatuan masih melekat erat dalam kehidupan masyarakat Aceh.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 78 co-authorship links · 14 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Hasanuddin University
  • Universitas Indonesia Timur
  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Ahmad Dahlan
  • University of Indonesia
  • LSPR Institute of Communication and Business
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Andi Alimuddin UndeAffiliation unknown21
Muhammad Iqbal SultanAffiliation unknown11
Tuti BahfiartiHasanuddin University7
Muhammad FaridHasanuddin University4
Dwia Aries Tina PulubuhuHasanuddin University2
Hasrullah HasrullahHasanuddin University2
Fajar Dwi PutraUniversitas Ahmad Dahlan2
Jeanny Maria FatimahAffiliation unknown2
La JaaliAffiliation unknown2
Muhammad NadjibAffiliation unknown2
Agus Surya BaktiHasanuddin University1
Eriyanto EriyantoUniversity of Indonesia1
Ani NigeriawatiLSPR Institute of Communication and Business1
Joevi RoedyatiAffiliation unknown1
Finsa Adhi PratamaInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Mitha Mayestika KuenUniversitas Indonesia Timur1
St. ShofiyahUniversitas Indonesia Timur1
Fyan Andinasari KuenUniversitas Indonesia Timur1
Hariati LestariUniversitas Halu Oleo1
Fifi NirmalaUniversitas Halu Oleo1
Nurdin SibawehAffiliation unknown1
Ashifa CahyaniAffiliation unknown1
Muh. Ichsan PutrayaniAffiliation unknown1
Muh. ErsyanAffiliation unknown1
Tita Aulia S.Affiliation unknown1
Abdul Mollah JayaAffiliation unknown1
Muhammad HasyimAffiliation unknown1
Dwi Ratnasari RatnasariAffiliation unknown1
Besse RisnayantiAffiliation unknown1
Rachmawaty DjaffarAffiliation unknown1
Ulfah AttamimiAffiliation unknown1
Muhammad Syahban SidiqAffiliation unknown1
Andi WarnaenAffiliation unknown1
Febri HerawatiAffiliation unknown1
Riza Darma PutraAffiliation unknown1
Ibrahim UmarAffiliation unknown1
Muhammad Yunus AmarAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/kareba/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PENGUNGKAPAN DIRI ANGGOTA PASUKAN INONG BALEE DALAM KOMUNIKASI DAN INTEGRASI DENGAN MASYARAKAT PASCA KONFLIK BERSENJATA DI KABUPATEN ACEH BESAR PROVINSI ACEH</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Musfirah, Lisa</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Cangara, Hafied</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Hasrullah, Hasrullah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">self-disclosure</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">patterns of communication and integration</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">integration</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Abstract This research aimed to investigate (1) the self-disclosure of the members of Inong Balee force in their involvement in GAM armed force during the time of armed conflict in Aceh Besar Regency, Aceh Province, (2) the communication pattern and interaction between the members of Inong Balee force and the community, and (3) the integration process between the members of Inong Balee force and te community.The research was conducted in Aceh Besar regency, Aceh Province using the qualitative research. The research subjects consisted of 9 ex-members of Inong Balee force and 6 members of the community, who were chosen using the purpusive sampling technique and the showball manner. The data collection was carried out using observation, interviews, and documentation. The data were further analyzed using Miles and Huberman’s interactive model analysis.The research result revealed that the self-disclosure of the members of Inong Balee force in their involvement with GAM force was basically either attracted or self-interested since the Inong Balee force were recruited for the independence of Aceh. The patterns of communication and interaction were more open and therefore they were free to communicate and share information and more experience they acquired. Even atfer the armed conflict, the active members of Inong Balee force still gathered with their compatriots in GAM; hence they still had had leaders or commandants. As for the integration between the community and the members of Inong Balee force still run well; no obstruction felt in joining in doing their daily activities. This good integration was supported by their sacrifices and understanding each other. The sense of unity in life was still felt by Aceh community.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengungkapan diri anggota pasukan Inong Balee didalam keterlibatannya dengan pasukan bersenjata GAM pada masa konflik bersenjata di Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh, pola komunikasi dan interaksi antara anggota pasukan Inong Balee dengan masyarakat, serta proses integrasi antara anggota pasukan Inong Balee dengan masyarakat, dengan mengunakan metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian adalah di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Subjek penelitian ini terdiri dari 9 mantan anggota Inong Balee dan 6 orang masyarakat dengan teknik purposive sampling dan secara showball. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data selanjutnya dianalisis dengan mengunakan teknik analisis data model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan diri anggota pasukan Inong Balee dalam keterlibatannya dengan GAM adalah pada dasarnya mereka tertarik serta kemauan sendiri dan pasukan Inong Balee ini merupakan pasukan yang direkrut untuk kemerdekaan Aceh. Pola komunikasi dan interaksi yang terjadi lebih terbuka dan mereka leluasa dalam berkomunikasi sehingga dalam berbagi informasi dan pengalaman semakin banyak yang diperoleh. Selanjutnya pasca konflik bersenjata anggota pasukan Inong Balee yang aktif masih berkumpul dengan sesama anggota GAM sehingga jelas masih ada pemimpin atau komando bagi mereka. Adapun proses integrasi yang terjadi antara masyarakat dan anggota pasukan Inong Balee berjalan dengan baik. Tidak ada kendala yang dirasakan dalam menyatukan diri dalam melakukan kegiatan maupun aktivitas sehari- hari. Integrasi yang baik ini didukung oleh adanya pengorbanan dan juga rasa saling pengertian satu dengan lainnya. Rasa persatuan masih melekat erat dalam kehidupan masyarakat Aceh. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-06-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/kareba/article/view/616</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi; Vol.4 No.2 April - Juni 2015; 116-131</dc:source>
	<dc:source>2528-2891</dc:source>
	<dc:source>2088-4117</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/kareba/article/view/616/436</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2016 KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi</dc:rights>
</oai_dc:dc>