Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

RINTANGAN KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA DALAM PERKAWINAN DAN PERCERAIAN ETNIS JAWA DENGAN PAPUA DI KOTA JAYAPURA (SUATU STRATEGI MANAJEMEN KONFLIK DALAM HUBUNGAN INTERPERSONAL PASANGAN SUAMI ISTRI)

KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi · Vol. 5 No. 2 (2017) · pp. 273–285

ISSN
2528-2891, 2088-4117
Published
2017-06-11
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin
Language
en

Abstract

The research aims to (1) identify the barriers of communication between the pair of Javanese culture with Papua, which is still in wedlock or from couples who have divorced, (2) analyzing conflict management strategies in interpersonal relationships Javanese couples with Papua in addressing existing conflicts. Research using interpretive approach to qualitative research methods. Data obtained by conducting in-depth interviews with 15 informants, which consists of 5 couples who still harmony in marriage and two pairs ex-husband and wife who have been divorced, and 1 widow of marriage Javanese settled Papua in Jayapura. Based on the results of the study indicate that many married couples of different ethnic Papuans with Java, which tends to want to show the characteristic of the culture of self respective dominant one another. One source of conflict is due to misscommunication between two parties resulting from differences in ethnicity and its difficult to adjust the condition. This study shows that openness of communication between couples who either can not necessarily reduce the intensity of the conflict escalation process in a marital relationship. Factors communication style in Javanese with Papua (controlling, aggressive, coercive, domination and racist) contribute to determining the appearance of conflict. The ultimate solution is that they form a bond strong commitment and understanding of the need for diversity. Penelitian bertujuan (1) mengidentifikasi rintangan komunikasi antar budaya pasangan etnis Jawa dengan Papua yang masih dalam ikatan perkawinan maupun dari pasangan yang telah bercerai, (2) menganalisa strategi manajemen konflik dalam hubungan interpersonal pasangan etnis Jawa dengan Papua dalam menyikapi konflik yang ada. Penelitian menggunakan pendekatan interpretatif dengan metode penelitian kualitatif. Data diperoleh dengan melakukan wawancara mendalam dengan 15 orang informan, yang terdiri dari 5 pasangan suami istri yang masih harmonis dalam ikatan perkawinan dan 2 pasangan mantan suami istri yang telah bercerai, serta 1 orang janda dari perkawinan etnis Jawa dengan Papua yang menetap di Kota Jayapura. Berdasarkan hasil penelitian mengindikasikan bahwa banyak pasangan suami istri berbeda etnis Papua dengan Jawa yang cenderung ingin menampilkan ciri khas budaya diri masing-masing secara dominan satu sama lain. Salah satu penyebab terjadinya konflik adalah karena adanya misscommunication diantara kedua belah pihak yang diakibatkan karena perbedaan etnis dan sulit nya menyesuaikan kondisi tersebut. Penelitian ini menunjukkan, keterbukaan komunikasi antar pasangan suami istri yang baik belum tentu bisa mengurangi intensitas konflik pada proses eskalasi hubungan dalam perkawinan. Faktor gaya komunikasi pada etnis Jawa dengan Papua (mengontrol, agresif, koersif, dominasi dan bersifat rasis) memberi kontribusi untuk menentukan munculnya konflik. Solusi utamanya adalah mereka membentuk ikatan komitmen yang kuat dan perlunya pemahaman akan adanya keberagaman.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 68 co-authorship links · 10 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Hasanuddin University
  • Universitas Indonesia Timur
  • Universitas Ahmad Dahlan
  • University of Indonesia
  • LSPR Institute of Communication and Business
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Andi Alimuddin UndeAffiliation unknown17
Hasrullah HasrullahAffiliation unknown5
Tuti BahfiartiHasanuddin University5
Muhammad Iqbal SultanAffiliation unknown4
Muhammad FaridHasanuddin University4
Dwia Aries Tina PulubuhuHasanuddin University2
Hasrullah HasrullahHasanuddin University2
Fajar Dwi PutraUniversitas Ahmad Dahlan2
Jeanny Maria FatimahAffiliation unknown2
Agus Surya BaktiHasanuddin University1
Eriyanto EriyantoUniversity of Indonesia1
Ani NigeriawatiLSPR Institute of Communication and Business1
Joevi RoedyatiAffiliation unknown1
Mitha Mayestika KuenUniversitas Indonesia Timur1
St. ShofiyahUniversitas Indonesia Timur1
Fyan Andinasari KuenUniversitas Indonesia Timur1
Nurdin SibawehAffiliation unknown1
Muhammad HasyimAffiliation unknown1
Dwi Ratnasari RatnasariAffiliation unknown1
Besse RisnayantiAffiliation unknown1
Rachmawaty DjaffarAffiliation unknown1
Muhammad Syahban SidiqAffiliation unknown1
Andi WarnaenAffiliation unknown1
La JaaliAffiliation unknown1
Febri HerawatiAffiliation unknown1
Ibrahim UmarAffiliation unknown1
Andi Nur FitriAffiliation unknown1
Eko Priyo UtomoAffiliation unknown1
Andi Vita SukmariniAffiliation unknown1
Sitti Murniati MuhtarAffiliation unknown1
Murniati MuhtarAffiliation unknown1
Muhammad Zulkifli TahirAffiliation unknown1
Nosakros AryaHasanuddin University1
Muhammad MassyatAffiliation unknown1
Citra Dano PutriAffiliation unknown1
Ahmad RustanAffiliation unknown1
Isnaniah NurdinAffiliation unknown1
Muhammad Yunus AmarAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/kareba/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">RINTANGAN KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA DALAM PERKAWINAN DAN PERCERAIAN ETNIS JAWA DENGAN PAPUA DI KOTA JAYAPURA (SUATU STRATEGI MANAJEMEN KONFLIK DALAM HUBUNGAN INTERPERSONAL PASANGAN SUAMI ISTRI)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Anwar, Rostini</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Cangara, Hafied</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Rintangan Komunikasi Antar Budaya</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Hubungan Interpersonal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Strategi Manajemen Konflik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">The research aims to (1) identify the barriers of communication between the pair of Javanese culture with Papua, which is still in wedlock or from couples who have divorced, (2) analyzing conflict management strategies in interpersonal relationships Javanese couples with Papua in addressing existing conflicts. Research using interpretive approach to qualitative research methods. Data obtained by conducting in-depth interviews with 15 informants, which consists of 5 couples who still harmony in marriage and two pairs ex-husband and wife who have been divorced, and 1 widow of marriage Javanese settled Papua in Jayapura. Based on the results of the study indicate that many married couples of different ethnic Papuans with Java, which tends to want to show the characteristic of the culture of self respective dominant one another. One source of conflict is due to misscommunication between two parties resulting from differences in ethnicity and its difficult to adjust the condition. This study shows that openness of communication between couples who either can not necessarily reduce the intensity of the conflict escalation process in a marital relationship. Factors communication style in Javanese with Papua (controlling, aggressive, coercive, domination and racist) contribute to determining the appearance of conflict. The ultimate solution is that they form a bond strong commitment and understanding of the need for diversity.  Penelitian bertujuan (1) mengidentifikasi rintangan komunikasi antar budaya pasangan etnis Jawa dengan Papua yang masih dalam ikatan perkawinan maupun dari pasangan yang telah bercerai, (2) menganalisa strategi manajemen konflik dalam hubungan interpersonal pasangan etnis Jawa dengan Papua dalam menyikapi konflik yang ada. Penelitian menggunakan pendekatan interpretatif dengan metode penelitian kualitatif. Data diperoleh dengan melakukan wawancara mendalam dengan 15 orang informan, yang terdiri dari 5 pasangan suami istri yang masih harmonis dalam ikatan perkawinan dan 2 pasangan mantan suami istri yang telah bercerai, serta 1 orang janda dari perkawinan etnis Jawa dengan Papua yang menetap di Kota Jayapura. Berdasarkan hasil penelitian mengindikasikan bahwa banyak pasangan suami istri berbeda etnis Papua dengan Jawa yang cenderung ingin menampilkan ciri khas budaya diri masing-masing secara dominan satu sama lain. Salah satu penyebab terjadinya konflik adalah karena adanya misscommunication diantara kedua belah pihak yang diakibatkan karena perbedaan etnis dan sulit nya menyesuaikan kondisi tersebut. Penelitian ini menunjukkan, keterbukaan komunikasi antar pasangan suami istri yang baik belum tentu bisa mengurangi intensitas konflik pada proses eskalasi hubungan dalam perkawinan. Faktor gaya komunikasi pada etnis Jawa dengan Papua (mengontrol, agresif, koersif, dominasi dan bersifat rasis) memberi kontribusi untuk menentukan munculnya konflik. Solusi utamanya adalah mereka membentuk ikatan komitmen yang kuat dan perlunya pemahaman akan adanya keberagaman.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2017-06-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/kareba/article/view/1906</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi; Vol.5 No.2 Juli - Desember 2016; 273-285</dc:source>
	<dc:source>2528-2891</dc:source>
	<dc:source>2088-4117</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/kareba/article/view/1906/1064</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2017 KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi</dc:rights>
</oai_dc:dc>