Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

Pengetahuan Risiko Pernikahan Dini pada Remaja Umur 13-19 Tahun

HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 2 No. 2 (2018) · pp. 239–248

DOI
10.15294/higeia.v2i2.23031
ISSN
2541-5581, 2541-5603
Published
2018-04-30
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

ABSTRAK Pernikahan dini adalah menikah pada usia kurang dari 20 tahun. Banyaknya kejadian pernikahan pada usia muda yaitu usia dibawah 20 tahun yang merupakan salah satu permasalahan yang berkaitan dengan sistem reproduksi pada remaja yang sangat memerlukan perhatian dan resiko pernikahan dini. Untuk itu perlu diteliti tingkat pengetahuan remaja di Desa Pudak Payung tentang resiko pernikahan dini terhadap remaja usia 13 – 20 tahun. Penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 22 November 2017 yang dilakukan di Lingkungan RW 06 kelurahan Pudak Payung Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan teknik sampel dengan jumlah sebanyak 30 responden. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan kuosioner. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa pengetahuan responden ada tiga golongan yaitu golongan baik, cukup, dan kurang. Berdasarkan data yang telah di dapat melalui kuesioner yaitu Pengetahuan responden dari 30 responden yang berpengetahuan baik sebanyak 2 responden ( 8%), responden dengan pengetahuan cukup sebanyak 23 responden (78%), dan yang berpengetahuan kurang sebanyak 5 responden (14%). Hal ini peneliti dapat simpulkan bahwa dari hasil perhitungan melalui tabel frekuensi tingkat pengetahuan responden di Desa Pudak Payung mayoritas tergolong berpengetahuan cukup dengan presentase 78%, dipengaruhi oleh rendahnya pendidikan remaja dan pemahaman dari remaja yang minim. Oleh karena itu diharapkan remaja untuk memahami dan mendapatkan informasi tentang pengetahuan resiko pernikahan dini supaya dapat menekan terjadinya pernikahan dini pada remaja di Desa Pudak Payung. Abstract Survey results in September 2017 conducted on 30 young women in Pudak Umbrella Village, found 4 young women (13.3%) who did not understand about the risk of early marriage. This had implications for the high incidence of early marriage age under 20 years, whereas in Semarang City there was already a policy on Child Friendly City. This study aimed to determine the image of early marriage risk knowledge in adolescents aged 13-19 years in Pudak Payung Urban Village. This research used descriptive quantitative research method with cross sectional study. This research activity was conducted on November 22nd, 2017 which was done in Neighborhood RW 06 Pudak Payung Urban Village Semarang. The sample of this study amounted to 30 respondents. The research instrument used questionnaires, documentation and observation. The results showed that respondents who were well knowledge as much as 2 respondents (8%), quite as much as 23 respondents (78%), and less as many as 5 respondents (14%). The conclusion of this research was the level of knowledge of adolescents aged 13-19 years in Pudak Payung Village majority classified as knowledgeable enough with percentage 78%, influenced by low education of adolescents and understanding of teenagers minimal. Keyword: Knowledge, Early Marriage, Youth

Collaboration network of the authors

40 authors · 89 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • State University of Semarang
  • Diponegoro University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Oktia Woro Kasmini HandayaniAffiliation unknown5
Intan ZainafreeAffiliation unknown5
Nur SiyamAffiliation unknown4
Dina Nur Anggraini NingrumAffiliation unknown4
Yuliaji SiswantoAffiliation unknown3
Mahalul AzamAffiliation unknown3
Evi WidowatiAffiliation unknown3
Ari YuniastutiState University of Semarang3
Yuni WijayantiAffiliation unknown3
Wandah WibawantoAffiliation unknown2
Natalia Desy PutriningtyasAffiliation unknown2
Margareta RahayuningsihAffiliation unknown2
Russiska RussiskaAffiliation unknown2
Hanif Pandu SuhitoAffiliation unknown2
KustiyonoAffiliation unknown2
Sri Ratna RahayuAffiliation unknown2
Casmuti CasmutiAffiliation unknown2
Eko FaridaAffiliation unknown2
Selvia Mayka SyahputriAffiliation unknown1
Karima Jafina Azka AnjaliAffiliation unknown1
Agus RiyantoDiponegoro University1
Devita Uzlah SibaraniAffiliation unknown1
Ika UtamiAffiliation unknown1
Tri Septa AnggrainiAffiliation unknown1
Arum SiwiendrayantiState University of Semarang1
Siti Ainun NadhirohAffiliation unknown1
Ni'mal MunaAffiliation unknown1
Mirnawati MirnawatiAffiliation unknown1
Nurfitriani NurfitrianiAffiliation unknown1
Febriana Maya ZulfiariniAffiliation unknown1
Merlinda Permata SariAffiliation unknown1
Tika MaelaniAffiliation unknown1
Najib NajibAffiliation unknown1
Karnowo HasanAffiliation unknown1
Tri WahyuniAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengetahuan Risiko Pernikahan Dini pada Remaja  Umur 13-19 Tahun</dc:title>
	<dc:creator>Oktavia, Eka Radiyani</dc:creator>
	<dc:creator>Agustin, Fatehah Rahma</dc:creator>
	<dc:creator>Magai, Nandito Mapian</dc:creator>
	<dc:creator>Widyawati, Sigit Ambar</dc:creator>
	<dc:creator>Cahyati, Widya Hary</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK
Pernikahan dini adalah menikah pada usia kurang dari 20 tahun. Banyaknya kejadian pernikahan pada usia muda yaitu usia dibawah 20 tahun yang merupakan salah satu permasalahan yang berkaitan dengan sistem reproduksi pada remaja yang sangat memerlukan perhatian dan resiko pernikahan dini. Untuk itu perlu diteliti tingkat pengetahuan remaja di Desa Pudak Payung tentang resiko pernikahan dini terhadap remaja usia 13 – 20 tahun. Penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian deskriptif &amp;nbsp;kuantitatif. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 22 November 2017 yang dilakukan di Lingkungan RW 06 kelurahan Pudak Payung Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan teknik sampel dengan jumlah sebanyak 30 responden. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan kuosioner. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa pengetahuan responden ada tiga golongan yaitu golongan baik, cukup, dan kurang. Berdasarkan data yang telah di dapat melalui kuesioner yaitu Pengetahuan responden dari 30 responden yang berpengetahuan baik sebanyak 2 responden ( 8%), responden dengan pengetahuan cukup sebanyak 23 responden (78%), dan yang berpengetahuan kurang sebanyak 5 responden (14%). Hal ini peneliti dapat simpulkan bahwa dari hasil perhitungan melalui tabel frekuensi tingkat pengetahuan responden di Desa Pudak Payung mayoritas tergolong berpengetahuan cukup dengan presentase 78%, dipengaruhi oleh rendahnya pendidikan remaja dan pemahaman dari remaja yang minim. Oleh karena itu diharapkan remaja untuk memahami dan mendapatkan informasi tentang pengetahuan resiko pernikahan dini supaya dapat menekan terjadinya pernikahan dini pada remaja di Desa Pudak Payung.
Abstract
Survey results in September 2017 conducted on 30 young women in Pudak Umbrella Village, found 4 young women (13.3%) who did not understand about the risk of early marriage. This had implications for the high incidence of early marriage age under 20 years, whereas in Semarang City there was already a policy on Child Friendly City. This study aimed to determine the image of early marriage risk knowledge in adolescents aged 13-19 years in Pudak Payung Urban Village. This research used descriptive quantitative research method with cross sectional study. This research activity was conducted on November 22nd, 2017 which was done in Neighborhood RW 06 Pudak Payung Urban Village Semarang. The sample of this study amounted to 30 respondents. The research instrument used questionnaires, documentation and observation. The results showed that respondents who were well knowledge as much as 2 respondents (8%), quite as much as 23 respondents (78%), and less as many as 5 respondents (14%). The conclusion of this research was the level of knowledge of adolescents aged 13-19 years in Pudak Payung Village majority classified as knowledgeable enough with percentage 78%, influenced by low education of adolescents and understanding of teenagers minimal.
Keyword :&amp;nbsp;Knowledge, Early Marriage, Youth</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2018-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/23031</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/higeia.v2i2.23031</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development); Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA; 239-248</dc:source>
	<dc:source>2541-5581</dc:source>
	<dc:source>2541-5603</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/23031/10976</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)</dc:rights>
</oai_dc:dc>