Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

Analisis Spasial Faktor Lingkungan Fisik Daerah Endemik Antraks

HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 3 No. 2 (2019) · pp. 190–201

DOI
10.15294/higeia.v3i2.25478
ISSN
2541-5581, 2541-5603
Published
2019-05-02
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Kabupaten Boyolali merupakan salah satu kabupaten endemik antraks di Jawa Tengah. Kasus antraks di Boyolali terus berulang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara faktor lingkungan fisik dengan kejadian antraks di Boyolali. Desain penelitian ini adalah studi ekologi dengan pendekatan spasial dan dengan populasi subyek penelitian 49 (21 antraks manusia dan 28 antraks hewan). Penelitian dilakukan 1 Agustus menggunakan lembar observasi, citra Landsat & DEM, dan aplikasi GPS. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat.Variabel yang signifikan adalah variabel ketinggian terhadap kejadian antraks manusia (p=0,001 dan r=-0,864) dan variabel kerapatan vegetasi terhadap kejadian antraks hewan (p=0,039 dan r=0,6). Ada korelasi antara ketinggian terhadap kejadian antraks manusia dan kerapatan vegetasi terhadap kejadian antraks hewan.

Collaboration network of the authors

18 authors · 20 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Ningrum PangestuAffiliation unknown1
Tiara Ayu Huurun IenAffiliation unknown1
Andayani AndayaniAffiliation unknown1
Muhammad AzinarAffiliation unknown1
Isyfina Fikrotul MunaAffiliation unknown1
Dian Safitri Rara DefiAffiliation unknown1
Erli WidiastutiAffiliation unknown1
Zuyyinatun MuflikhahAffiliation unknown1
Sri HintariAffiliation unknown1
Hanik Anur MariaAffiliation unknown1
Casmuti CasmutiAffiliation unknown1
Amalia Augustina FadlilahAffiliation unknown1
Mahalul AzamAffiliation unknown1
Muhamad Zakki SaefurrohimAffiliation unknown1
Mahmudah MahmudahAffiliation unknown1
Dinda MelinaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Spasial Faktor Lingkungan Fisik Daerah Endemik Antraks</dc:title>
	<dc:creator>Abawi, Ira</dc:creator>
	<dc:creator>Fibriana, Arulita Ika</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kabupaten Boyolali merupakan salah satu kabupaten endemik antraks di Jawa Tengah. Kasus antraks di Boyolali terus berulang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara faktor lingkungan fisik dengan kejadian antraks di Boyolali. Desain penelitian ini adalah studi ekologi dengan pendekatan spasial dan dengan populasi subyek penelitian 49 (21 antraks manusia dan 28 antraks hewan). Penelitian dilakukan 1 Agustus menggunakan lembar observasi, citra Landsat &amp;amp; DEM, dan aplikasi GPS. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat.Variabel yang signifikan adalah variabel ketinggian terhadap kejadian antraks manusia (p=0,001 dan r=-0,864) dan variabel kerapatan vegetasi terhadap kejadian antraks hewan (p=0,039 dan r=0,6). Ada korelasi antara ketinggian terhadap kejadian antraks manusia dan kerapatan vegetasi terhadap kejadian antraks hewan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2019-05-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/25478</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/higeia.v3i2.25478</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development); Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019; 190-201</dc:source>
	<dc:source>2541-5581</dc:source>
	<dc:source>2541-5603</dc:source>
	<dc:source>10.15294/higeia.v3i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/25478/13475</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)</dc:rights>
</oai_dc:dc>