Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

Peramalan Jumlah Kasus Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Surveilans Kasus dan Curah Hujan

HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 4 No. 1 (2020) · pp. 1–11

DOI
10.15294/higeia.v4i1.33686
ISSN
2541-5581, 2541-5603
Published
2020-03-17
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Kota Magelang memiliki jumlah kasus DBD yang fluktuatif dan tertinggi di Jawa Tengah pada tahun 2015 dan 2017. Tujuan penelitian ini untuk meramalkan jumlah kasus DBD pada 12 periode berikutnya. Penelitian ini merupakan penelitian non-reaktif dengan metode kausal, menggunakan analisis regresi linier sederhana. Hasil menunjukkan persamaan regresi linier sederhana yaitu Ŷ = 1,915 + 0,003 (X). Peramalan jumlah kasus DBD di Kota Magelang bulan Februari 2019 hingga bulan Januari 2020 secara berturut-turut yaitu; 25 kasus, 9 kasus, 10 kasus, 4 kasus, 10 kasus, 10 kasus, 11 kasus, 11 kasus, 11 kasus, 12 kasus, 12 kasus, dan 13 kasus, serta curah hujan (p = 0,001; r = 0,114) berpengaruh terhadap jumlah kasus DBD di Kota Magelang. Kesimpulan hasil peramalan jumlah kasus DBD pada 12 periode selanjutnya yaitu 25 kasus, 9 kasus, 10 kasus, 4 kasus, 10 kasus, 10 kasus, 11 kasus, 11 kasus, 11 kasus, 12 kasus, 12 kasus, dan 13 kasus.

Collaboration network of the authors

40 authors · 67 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • State University of Semarang
  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Bertakalswa HermawatiAffiliation unknown3
Yunita Dyah Puspita SantikAffiliation unknown3
Fitri IndrawatiAffiliation unknown3
Jayanti Evananda FebrianAffiliation unknown2
Anisa FitriInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Arvia Dhitya MaharhaniAffiliation unknown2
Devita Uzlah SibaraniAffiliation unknown1
Sherly GusnawanAffiliation unknown1
Hermi Nur LaelaAffiliation unknown1
Arum SiwiendrayantiState University of Semarang1
Fitriana PuspitaraniAffiliation unknown1
Isnaningsih IsnaningsihAffiliation unknown1
Fitriyana FitriyanaAffiliation unknown1
Rudatin WindraswaraAffiliation unknown1
Annisa Arum Kartika DewiAffiliation unknown1
Atiya InayahAffiliation unknown1
Siti Yuliana SyafriatiAffiliation unknown1
Nila KusumawatiAffiliation unknown1
Ragil AndrianiAffiliation unknown1
Isnaini Alfazcha ZukhrufAffiliation unknown1
Azizah Nur AbdillahAffiliation unknown1
Afifah Maulidia Az Zahro'Affiliation unknown1
Dela Putri WulandariAffiliation unknown1
Nanda Putri DewantiAffiliation unknown1
Siti Lailatin NasifahAffiliation unknown1
Ella Wahyu IrawanAffiliation unknown1
Erna Zuliana MuanifahAffiliation unknown1
Intan Tasya Az ZahraAffiliation unknown1
Dwi Salsabilla PutriAffiliation unknown1
Nur Arifatun NuzzilahAffiliation unknown1
Sinta Dwi HabsariAffiliation unknown1
‪Eram Tunggul Pawenang‬State University of Semarang1
Ririn Wardani ZuhrufAffiliation unknown1
Fiki GhoniatussilmiAffiliation unknown1
Rizky Ayu FandikaAffiliation unknown1
Agcrista Permata KusumaAffiliation unknown1
Widya Hary CahyatiAffiliation unknown1
Yunita Dyah PSAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Peramalan Jumlah Kasus Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Surveilans Kasus dan Curah Hujan</dc:title>
	<dc:creator>Syahbani, Aswi Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Sukendra, Dyah Mahendrasari</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kota Magelang memiliki jumlah kasus DBD yang fluktuatif dan tertinggi di Jawa Tengah pada tahun 2015 dan 2017. Tujuan penelitian ini untuk meramalkan jumlah kasus DBD pada 12 periode berikutnya. Penelitian ini merupakan penelitian non-reaktif dengan metode kausal, menggunakan analisis regresi linier sederhana. Hasil menunjukkan persamaan regresi linier sederhana yaitu Ŷ = 1,915 + 0,003 (X). Peramalan jumlah kasus DBD di Kota Magelang bulan Februari 2019 hingga bulan Januari 2020 secara berturut-turut yaitu; 25 kasus, 9 kasus, 10 kasus, 4 kasus, 10 kasus, 10 kasus, 11 kasus, 11 kasus, 11 kasus, 12 kasus, 12 kasus, dan 13 kasus, serta curah hujan (p = 0,001; r = 0,114) berpengaruh terhadap jumlah kasus DBD di Kota Magelang. Kesimpulan hasil peramalan jumlah kasus DBD pada 12 periode selanjutnya yaitu 25 kasus, 9 kasus, 10 kasus, 4 kasus, 10 kasus, 10 kasus, 11 kasus, 11 kasus, 11 kasus, 12 kasus, 12 kasus, dan 13 kasus.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2020-03-17</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/33686</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/higeia.v4i1.33686</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development); Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020; 1-11</dc:source>
	<dc:source>2541-5581</dc:source>
	<dc:source>2541-5603</dc:source>
	<dc:source>10.15294/higeia.v4i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/33686/15619</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)</dc:rights>
</oai_dc:dc>