Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

Implementasi Standar K3 Di Ketinggian Sebagai Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja Di Proyek Pembangunan Gedung X (Studi Kasus Proyek Pembangunan Gedung X Kota Semarang)

HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 6 No. 4 (2022) · pp. 332–343

DOI
10.15294/higeia.v6i4.58444
ISSN
2541-5581, 2541-5603
Published
2022-10-28
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Abstrak Proyek gedung sangat berkaitan dengan pekerjaan di ketinggian. Pekerjaan ketinggian pada pekerjaan struktur diketahui bahwa memiliki tingkat risiko yang tinggi. Berdasarkan data Canadian Centre for Occupational Health and Safety tahun 2021, lebih dari 42.000 pekerja cedera setiap tahun karena jatuh. Sekitar 67% jatuh terjadi pada tingkat yang sama akibat terpeleset dan tersandung. 33% sisanya jatuh dari ketinggian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi standar K3 di ketinggian sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja di Proyek Pembangunan Gedung X Kota Semarang. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada bulan Februari 2022 sampai bulan Maret 2022. Hasil Penelitian ini diketahui bahwa dari 22 poin indikator, presentase indikator yang sesuai sejumlah 9,09% (2 indikator), tidak sesuai sejumlah 59,09% (13 indikator), dan tidak dilakukan sejumlah 31,81% (7 indikator). Simpulan dari penelitian ini yaitu implementasi standar K3 di ketinggian sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja di Proyek Pembangunan Gedung X Kota Semarang Belum Maksimal. Saran dari penelitian ini yaitu manajemen proyek Pembangunan Gedung X, melaksanakan indikator yang tidak sesuai dan tidak dilaksanakan. Abstract The building project is closely related to the work at height. Work at height on structural work is known to have a high level of risk. Based on 2021 Canadian Centre for Occupational Health and Safety data, more than 42,000 workers are injured each year from falls. About 67% of falls occur at the same rate as a result of slipping and tripping. The remaining 33% fell from a height. The purpose of this study is to determine the implementation of the K3 standard at high altitudes to prevent work accidents in the Semarang City Building X Construction Project. This type of research is descriptive and qualitative and will be carried out from February 2022 to March 2022. The results of this study are known that from 22 indicator points, the percentage of corresponding indicators amounted to 9.09% (2 indicators), did not match the number of 59.09% (13 indicators), and did not do 31.81% (7 indicators). This study concludes that the implementation of the K3 standard at high altitudes as an effort to prevent work accidents in the Semarang City Building X Construction Project has not been maximized. The advice from this study is the project management of Building X Construction, implementing indicators that are not appropriate and not implemented.

Collaboration network of the authors

40 authors · 106 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • State University of Semarang
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Anik Setyo WahyuningsihAffiliation unknown10
Ummi Nur Laila SulistyaniAffiliation unknown6
Risa Anggita PutriAffiliation unknown4
Sugiharto SugihartoAffiliation unknown3
Herry KoesyantoAffiliation unknown3
Hanif Satria FebrianandaAffiliation unknown3
Aza Putri AnisaAffiliation unknown3
Ayu Fadilah WahidAffiliation unknown3
Lutfi MuzaqiAffiliation unknown3
Widya Hary CahyatiAffiliation unknown3
Laura Marulia SubrotoAffiliation unknown2
Fitra Aulia RahmaAffiliation unknown2
Della FitrianaAffiliation unknown2
Alfiana Ainun NisaAffiliation unknown2
Rafidha Nur AlifahAffiliation unknown2
Luvi Lia NursucilowatiAffiliation unknown2
Octavia RahayuAffiliation unknown2
Yuliati YuliatiAffiliation unknown2
Sofwan IndarjoState University of Semarang2
Efa NugrohoAffiliation unknown2
Fitri IndrawatiAffiliation unknown1
Nur Rizqi SeptianaAffiliation unknown1
Nunuk SafitriAffiliation unknown1
Sutianik RomadhoniAffiliation unknown1
Sri Ratna RahayuAffiliation unknown1
Al Asyhar Aahyu AzadyAffiliation unknown1
Galuh Nita PrameswariAffiliation unknown1
Nurida Choirinisa ArfiyanaAffiliation unknown1
Ratih BerlianaAffiliation unknown1
Kristiana Wulan SariAffiliation unknown1
Wisda Fahmi SaputraAffiliation unknown1
Eko HarjantoAffiliation unknown1
Nurul QoidahAffiliation unknown1
Al Fitra Salim As-SyifaAffiliation unknown1
Dyah Ayu PramusantiAffiliation unknown1
Lidya Nathalia PatandungAffiliation unknown1
Intan Farida Sukma DewiAffiliation unknown1
Fransisca BonitaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Implementasi Standar K3 Di Ketinggian Sebagai Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja Di Proyek Pembangunan Gedung X (Studi Kasus Proyek Pembangunan Gedung X Kota Semarang)</dc:title>
	<dc:creator>Prasetyo, Rizky Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Widowati, Evi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak
Proyek gedung sangat berkaitan dengan pekerjaan di ketinggian. Pekerjaan ketinggian pada pekerjaan struktur diketahui bahwa memiliki tingkat risiko yang tinggi. Berdasarkan data Canadian Centre for Occupational Health and Safety tahun 2021, lebih dari 42.000 pekerja cedera setiap tahun karena jatuh. Sekitar 67% jatuh terjadi pada tingkat yang sama akibat terpeleset dan tersandung. 33% sisanya jatuh dari ketinggian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi standar K3 di ketinggian sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja di Proyek Pembangunan Gedung X Kota Semarang. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada bulan Februari 2022 sampai bulan Maret 2022. Hasil Penelitian ini diketahui bahwa dari 22 poin indikator, presentase indikator yang sesuai sejumlah 9,09% (2 indikator), tidak sesuai sejumlah 59,09% (13 indikator), dan tidak dilakukan sejumlah 31,81% (7 indikator). Simpulan dari penelitian ini yaitu implementasi standar K3 di ketinggian sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja di Proyek Pembangunan Gedung X Kota Semarang Belum Maksimal. Saran dari penelitian ini yaitu manajemen proyek Pembangunan Gedung X, melaksanakan indikator yang tidak sesuai dan tidak dilaksanakan.
Abstract
The building project is closely related to the work at height. Work at height on structural work is known to have a high level of risk. Based on 2021 Canadian Centre for Occupational Health and Safety data, more than 42,000 workers are injured each year from falls. About 67% of falls occur at the same rate as a result of slipping and tripping. The remaining 33% fell from a height. The purpose of this study is to determine the implementation of the K3 standard at high altitudes to prevent work accidents in the Semarang City Building X Construction Project. This type of research is descriptive and qualitative and will be carried out from February 2022 to March 2022. The results of this study are known that from 22 indicator points, the percentage of corresponding indicators amounted to 9.09% (2 indicators), did not match the number of 59.09% (13 indicators), and did not do 31.81% (7 indicators). This study concludes that the implementation of the K3 standard at high altitudes as an effort to prevent work accidents in the Semarang City Building X Construction Project has not been maximized. The advice from this study is the project management of Building X Construction, implementing indicators that are not appropriate and not implemented.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2022-10-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/58444</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/higeia.v6i4.58444</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development); Vol 6 No 4 (2022): October 2022; 332-343</dc:source>
	<dc:source>2541-5581</dc:source>
	<dc:source>2541-5603</dc:source>
	<dc:source>10.15294/higeia.v6i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/58444/23834</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)</dc:rights>
</oai_dc:dc>