Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

Unsafe Action pada Peternak Sapi di Kelompok Tani Ternak

HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 7 No. 2 (2023) · pp. 164–174

DOI
10.15294/higeia.v7i2.60782
ISSN
2541-5581, 2541-5603
Published
2023-04-30
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Abstrak Sebanyak 41% dari total kecelakaan kerja di Indonesia terjadi di sektor peternakan. Pada periode 2019 – 2021, terdapat 20 kasus kecelakaan kerja di Kota Semarang terjadi di peternakan sapi. Umumnya kecelakaan di peternakan sapi disebabkan oleh unsafe action. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan unsafe action pada peternak sapi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli – Agustus 2022 dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 45 orang, dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner dan lembar observasi. Hasil uji Fisher-exact menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan unsafe action adalah pengetahuan K3 (p = 0,020), beban kerja mental (p = 0,007), kelelahan kerja (p = 0,001). Tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin (p = 1,000), usia (p = 0,288), masa kerja (p = 0,165), dan tingkat pendidikan (p = 0,467). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan K3, beban kerja mental, dan kelelahan kerja dengan unsafe action, namun tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin, usia, masa kerja, dan tingkat pendidikan dengan unsafe action. Kata Kunci: Peternak sapi, kecelakaan kerja, unsafe action Abstract As many as 41% of the total work accidents in Indonesia occurred in the livestock sector. In 2019-2021, 20 work accidents in Semarang City occurred on cattle farms. Generally, accidents on cattle farms are caused by unsafe actions. This study aimed to determine the factors associated with unsafe action in cattle farmers. This research was conducted in July – August 2022 using a cross-sectional approach. The sample in this study amounted to 45 people, using a total sampling technique. The instruments used were questionnaires and observation sheets. This study was analyzed by the Fisher-exact test. The results show that the variables associated with unsafe action were OSH knowledge (p = 0.020), mental workload (p = 0.007), and work fatigue (p = 0.001). There was no relationship between gender (p = 1,000), age (p = 0.288), working period (p = 0.165), and education level (p = 0.467). This study concluded that there was a relationship between OSH knowledge, mental workload, and work fatigue with unsafe action, but there was no relationship between gender, age, working period, and level of education with unsafe action. Keywords: Cattle farmer, work accident, unsafe action

Collaboration network of the authors

40 authors · 77 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • State University of Semarang
  • Institut Teknologi Nasional Bandung
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Evi WidowatiAffiliation unknown10
Ummi Nur Laila SulistyaniAffiliation unknown4
Risa Anggita PutriAffiliation unknown4
Sugiharto SugihartoAffiliation unknown3
Herry KoesyantoAffiliation unknown3
Hanif Satria FebrianandaAffiliation unknown3
Lutfi MuzaqiAffiliation unknown3
Lugas Yan PrastowoAffiliation unknown2
Arum SiwiendrayantiState University of Semarang2
Aza Putri AnisaAffiliation unknown2
Ayu Fadilah WahidAffiliation unknown2
Fitri IndrawatiAffiliation unknown1
Laela FitrianaAffiliation unknown1
Dinda Nur SyakbaniaAffiliation unknown1
Muhammad Satria Adi RachimAffiliation unknown1
Bambang WahyonoAffiliation unknown1
Lidia Sarah FairyoAffiliation unknown1
Yunita Dyah Puspita SantikAffiliation unknown1
Renita MuzalfahAffiliation unknown1
Miranda mirandaAffiliation unknown1
Avilia Ayu Setyo BudiAffiliation unknown1
Eko HarjantoAffiliation unknown1
Nia Noor SafitriAffiliation unknown1
Ulfa Laela FarhatiAffiliation unknown1
Raihan Kenang TiasnaAffiliation unknown1
Sherli Jesinata SafitriAffiliation unknown1
Nizham Al MulkAffiliation unknown1
Violindra AmaliaAffiliation unknown1
Oky Aristantiko PutraAffiliation unknown1
Wulan Dwi LestariAffiliation unknown1
Dicky DarmawanInstitut Teknologi Nasional Bandung1
Toriq FaturahmanAffiliation unknown1
Laili Meiranda MahlithosikhaAffiliation unknown1
Junio Agam MahendraAffiliation unknown1
Rr. Nirmala Ficky SebrinaAffiliation unknown1
Ryan Wahyu DwiseptiantoAffiliation unknown1
Bagas AriyantoAffiliation unknown1
Nur Kholipah YuniatiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Unsafe Action pada Peternak Sapi di Kelompok Tani Ternak</dc:title>
	<dc:creator>Dewi, Sinta Nirawati</dc:creator>
	<dc:creator>Wahyuningsih, Anik Setyo</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak
Sebanyak 41% dari total kecelakaan kerja di Indonesia terjadi di sektor peternakan. Pada periode 2019 – 2021, terdapat 20 kasus kecelakaan kerja di Kota Semarang terjadi di peternakan sapi. Umumnya kecelakaan di peternakan sapi disebabkan oleh unsafe action. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan unsafe action pada peternak sapi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli – Agustus 2022 dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 45 orang, dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner dan lembar observasi. Hasil uji Fisher-exact menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan unsafe action adalah pengetahuan K3 (p = 0,020), beban kerja mental (p = 0,007), kelelahan kerja (p = 0,001). Tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin (p = 1,000), usia (p = 0,288), masa kerja (p = 0,165), dan tingkat pendidikan (p = 0,467). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan K3, beban kerja mental, dan kelelahan kerja dengan unsafe action, namun tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin, usia, masa kerja, dan tingkat pendidikan dengan unsafe action.
Kata Kunci: Peternak sapi, kecelakaan kerja, unsafe action
Abstract
As many as 41% of the total work accidents in Indonesia occurred in the livestock sector. In 2019-2021, 20 work accidents in Semarang City occurred on cattle farms. Generally, accidents on cattle farms are caused by unsafe actions. This study aimed to determine the factors associated with unsafe action in cattle farmers. This research was conducted in July – August 2022 using a cross-sectional approach. The sample in this study amounted to 45 people, using a total sampling technique. The instruments used were questionnaires and observation sheets. This study was analyzed by the Fisher-exact test. The results show that the variables associated with unsafe action were OSH knowledge (p = 0.020), mental workload (p = 0.007), and work fatigue (p = 0.001). There was no relationship between gender (p = 1,000), age (p = 0.288), working period (p = 0.165), and education level (p = 0.467). This study concluded that there was a relationship between OSH knowledge, mental workload, and work fatigue with unsafe action, but there was no relationship between gender, age, working period, and level of education with unsafe action.
Keywords: Cattle farmer, work accident, unsafe action</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2023-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/60782</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/higeia.v7i2.60782</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development); Vol 7 No 2 (2023): April 2023; 164-174</dc:source>
	<dc:source>2541-5581</dc:source>
	<dc:source>2541-5603</dc:source>
	<dc:source>10.15294/higeia.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/60782/24777</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)</dc:rights>
</oai_dc:dc>