Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

Pengaruh Ekstrak Bunga Sepatu (Hibiscus Rosa – Sinensis L. ) terhadap Kadar Asam Urat Tikus Putih Galur Wistar

Indonesian Journal of Public Health and Nutrition · Vol. 4 No. 2 (2024) · pp. 181–190

DOI
10.15294/ijphn.v4i2.9694
ISSN
2776-9968, 2798-4265
Published
2024-07-28
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Latar Belakang: Asam urat atau gout arthritis memiliki prevalensi sebesar 11,9% di Indonesia. Bunga sepatu adalah salah satu tanaman yang mengandung pigmen antosianin, flavonoid, dan saponin berpotensi menghambat pembentukan asam urat dengan menghalangi aksi xantin oksidase, yang mengubah purin menjadi asam urat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak bunga sepatu (Hibiscus rosa – sinensis L.) terhadap kadar asam urat tikus putih galur wistar.Metode: Jenis penelitian eksperimental dengan rancangan post test only control group. Sebanyak 15 ekor tikus dibagi 3 kelompok yaitu K – (kontrol negatif atau normal), K+ (kontrol positif diberikan jus hati ayam 2 ml/kgBB), dan P1 (Diberikan jus hati ayam 2 ml/kgBB dan ekstrak bunga sepatu (Hibiscus rosa sinensis L.) 250 mg/kgBB). Tikus diberikan hati ayam 2 ml/kgBB untuk menginduksi asam urat. Pemeriksaan kadar asam urat dilakukan pada hari ke- 22 menggunakan cobas c111 dengan metode uricase – PA. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik parametrik. Untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan, data dianalisis menggunakan uji one way annova.Hasil: Pemberian ekstrak bunga sepatu selama 14 hari tidak berpengaruh terhadap kadar asam urat pada 3 kelompok (p = 0,594). Kadar asam urat kelompok K – (1,10 ± 1,78 mg/dl); kelompok K+ (1,17 ± 1,51 mg/dl); dan kelompok P1 (0,92 ± 1,34 mg/dl).

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 100 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • State University of Semarang
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Intan ZainafreeAffiliation unknown2
Irwan BudionoAffiliation unknown2
Araniya Hadiza BuanAffiliation unknown1
Devita Meksi Liana SariAffiliation unknown1
Adelia FatmaAffiliation unknown1
Aprilia Nurul MulyanaAffiliation unknown1
Syahrina Maulida MajidAffiliation unknown1
Ika Parsi Saputri SaputriAffiliation unknown1
Lutfi MuzaqiAffiliation unknown1
Zulfa AyuningsihAffiliation unknown1
Kartika Dian PertiwiAffiliation unknown1
Ismi Elya WirdatiAffiliation unknown1
Cong Yoke MingAffiliation unknown1
Ayu MelindaAffiliation unknown1
Nur Atik UmamiAffiliation unknown1
Intan Rohmah NadiyahAffiliation unknown1
Laela MulyanaAffiliation unknown1
Ainun SafitriAffiliation unknown1
Nurma Astrid UtamiAffiliation unknown1
Aulia ShabrinaAffiliation unknown1
Anggita NurmallasariAffiliation unknown1
Ade Nurul Sulis SetianingsihAffiliation unknown1
Munifa MajdiyyahAffiliation unknown1
Padilla Nur UtamiAffiliation unknown1
Andrea Siti ZhafiraAffiliation unknown1
Sri Ratna RahayuAffiliation unknown1
Aufiena Nur Ayu MerzistyaAffiliation unknown1
Habibah Yulia RestiAffiliation unknown1
Erli WidiastutiAffiliation unknown1
Salsabila Kinaya PraninditaAffiliation unknown1
Zuyyinatun MuflikhahAffiliation unknown1
Chatila MaharaniAffiliation unknown1
Elsa MutiaraAffiliation unknown1
Ari YuniastutiState University of Semarang1
Oktia Woro Kasmini HandayaniAffiliation unknown1
Anita Dyah ListyariniAffiliation unknown1
Elisa ElisaAffiliation unknown1
Eprami Mukti WibawaniAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/journals/IJPHN/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pengaruh Ekstrak Bunga Sepatu (Hibiscus Rosa – Sinensis L. ) terhadap Kadar Asam Urat Tikus Putih Galur Wistar</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Desmarta, Kesya</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Farida, Eko</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Extract</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Gout</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Hibiscus flower (Hibiscus rosa sinensis L.)</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Latar Belakang: Asam urat atau gout arthritis memiliki prevalensi sebesar 11,9% di Indonesia. Bunga sepatu adalah salah satu tanaman yang mengandung pigmen antosianin, flavonoid, dan saponin berpotensi menghambat pembentukan asam urat dengan menghalangi aksi xantin oksidase, yang mengubah purin menjadi asam urat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak bunga sepatu (Hibiscus rosa – sinensis L.) terhadap kadar asam urat tikus putih galur wistar.Metode: Jenis penelitian eksperimental dengan rancangan post test only control group. Sebanyak 15 ekor tikus dibagi 3 kelompok yaitu K – (kontrol negatif atau normal), K+ (kontrol positif diberikan jus hati ayam 2 ml/kgBB), dan P1 (Diberikan jus hati ayam 2 ml/kgBB dan ekstrak bunga sepatu (Hibiscus rosa sinensis L.) 250 mg/kgBB). Tikus diberikan hati ayam 2 ml/kgBB untuk menginduksi asam urat. Pemeriksaan kadar asam urat dilakukan pada hari ke- 22 menggunakan cobas c111 dengan metode uricase – PA. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik parametrik. Untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan, data dianalisis menggunakan uji one way annova.Hasil: Pemberian ekstrak bunga sepatu selama 14 hari tidak berpengaruh terhadap kadar asam urat pada 3 kelompok (p = 0,594). Kadar asam urat kelompok K – (1,10 ± 1,78 mg/dl); kelompok K+ (1,17 ± 1,51 mg/dl); dan kelompok P1 (0,92 ± 1,34 mg/dl).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2024-07-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/journals/IJPHN/article/view/9694</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/ijphn.v4i2.9694</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Indonesian Journal of Public Health and Nutrition; Vol. 4 No. 2 (2024); 181-190</dc:source>
	<dc:source>2776-9968</dc:source>
	<dc:source>2798-4265</dc:source>
	<dc:source>10.15294/ijphn.v4i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/journals/IJPHN/article/view/9694/994</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 Indonesian Journal of Public Health and Nutrition</dc:rights>
</oai_dc:dc>