Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

Formulasi Snack Bar Berbahan Dasar Tepung Kedelai (Glycine max L.) dan Tepung Labu Kuning (Cucurbita moschata Durch) Sebagai Makanan Alternatif Sumber Energi

Indonesian Journal of Public Health and Nutrition · Vol. 4 No. 2 (2024) · pp. 217–224

DOI
10.15294/ijphn.v4i2.9713
ISSN
2776-9968, 2798-4265
Published
2024-07-28
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Latar Belakang: Gizi kurang merupakan penyebab tingginya angka kematian pada dewasa, salah satunya dipengaruhi perilaku konsumsi selingan yang minim zat gizi. Padahal pemenuhan kebutuhan gizi untuk permasalahan gizi kurang sebenarnya dapat didukung dengan mengonsumsi selingan. Tujuan dari penelitian ini adalah memformulasikan snack bar tinggi energi yang dapat diterima oleh masyarakat dengan memanfaatkan potensi gizi kedelai dan labu kuning.Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel bebas dalam penelitian adalah formulasi snack bar dan variabel terikat meliputi kandungan gizi dan daya terima snack bar. Sampel snack bar terdiri dari tiga formulasi dengan perbandingan tepung kedelai dan tepung labu kuning 75%:25%, 50%:50%, dan 25%:75%. Analisis uji kandungan gizi meliputi kadar abu, air, protein, lemak, karbohidrat, dan energi menggunakan One-Way ANOVA. Analisis uji daya terima warna, aroma, rasa, tekstur, dan keseluruhan dilakukan dengan Mann-Whitney.Hasil: Produk snack bar dengan kandungan energi paling tinggi adalah F3 yang yang mengandung kadar abu 2,53%, kadar air 30,62%, protein 14,45%, lemak total 17,09%, karbohidrat 35,30%, dan energi total 352,83 kkal/100 gram. Hasil uji daya terima warna paling disukai adalah F3, parameter aroma F1, serta aspek rasa dan tekstur F3.Kesimpulan: Terdapat perbedaan pada keseluruhan kandungan gizi, daya terima warna, dan daya terima keseluruhan kenampakan produk.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 100 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • State University of Semarang
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Intan ZainafreeAffiliation unknown2
Irwan BudionoAffiliation unknown2
Araniya Hadiza BuanAffiliation unknown1
Devita Meksi Liana SariAffiliation unknown1
Adelia FatmaAffiliation unknown1
Aprilia Nurul MulyanaAffiliation unknown1
Kesya DesmartaAffiliation unknown1
Ika Parsi Saputri SaputriAffiliation unknown1
Lutfi MuzaqiAffiliation unknown1
Zulfa AyuningsihAffiliation unknown1
Kartika Dian PertiwiAffiliation unknown1
Ismi Elya WirdatiAffiliation unknown1
Cong Yoke MingAffiliation unknown1
Ayu MelindaAffiliation unknown1
Nur Atik UmamiAffiliation unknown1
Intan Rohmah NadiyahAffiliation unknown1
Laela MulyanaAffiliation unknown1
Ainun SafitriAffiliation unknown1
Nurma Astrid UtamiAffiliation unknown1
Aulia ShabrinaAffiliation unknown1
Anggita NurmallasariAffiliation unknown1
Ade Nurul Sulis SetianingsihAffiliation unknown1
Munifa MajdiyyahAffiliation unknown1
Padilla Nur UtamiAffiliation unknown1
Andrea Siti ZhafiraAffiliation unknown1
Sri Ratna RahayuAffiliation unknown1
Aufiena Nur Ayu MerzistyaAffiliation unknown1
Habibah Yulia RestiAffiliation unknown1
Erli WidiastutiAffiliation unknown1
Salsabila Kinaya PraninditaAffiliation unknown1
Zuyyinatun MuflikhahAffiliation unknown1
Chatila MaharaniAffiliation unknown1
Elsa MutiaraAffiliation unknown1
Ari YuniastutiState University of Semarang1
Oktia Woro Kasmini HandayaniAffiliation unknown1
Anita Dyah ListyariniAffiliation unknown1
Elisa ElisaAffiliation unknown1
Eprami Mukti WibawaniAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/journals/IJPHN/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Formulasi Snack Bar Berbahan Dasar Tepung Kedelai (Glycine max L.) dan Tepung Labu Kuning (Cucurbita moschata Durch) Sebagai Makanan Alternatif Sumber Energi</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Maulida Majid, Syahrina</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Farida, Eko</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Snack Bar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Soybean Flour</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pumpkin Flour</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">High in Energy</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Latar Belakang: Gizi kurang merupakan penyebab tingginya angka kematian pada dewasa, salah satunya dipengaruhi perilaku konsumsi selingan yang minim zat gizi. Padahal pemenuhan kebutuhan gizi untuk permasalahan gizi kurang sebenarnya dapat didukung dengan mengonsumsi selingan. Tujuan dari penelitian ini adalah memformulasikan snack bar tinggi energi yang dapat diterima oleh masyarakat dengan memanfaatkan potensi gizi kedelai dan labu kuning.Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel bebas dalam penelitian adalah formulasi snack bar dan variabel terikat meliputi kandungan gizi dan daya terima snack bar. Sampel snack bar terdiri dari tiga formulasi dengan perbandingan tepung kedelai dan tepung labu kuning 75%:25%, 50%:50%, dan 25%:75%. Analisis uji kandungan gizi meliputi kadar abu, air, protein, lemak, karbohidrat, dan energi menggunakan One-Way ANOVA. Analisis uji daya terima warna, aroma, rasa, tekstur, dan keseluruhan dilakukan dengan Mann-Whitney.Hasil: Produk snack bar dengan kandungan energi paling tinggi adalah F3 yang yang mengandung kadar abu 2,53%, kadar air 30,62%, protein 14,45%, lemak total 17,09%, karbohidrat 35,30%, dan energi total 352,83 kkal/100 gram. Hasil uji daya terima warna paling disukai adalah F3, parameter aroma F1, serta aspek rasa dan tekstur F3.Kesimpulan: Terdapat perbedaan pada keseluruhan kandungan gizi, daya terima warna, dan daya terima keseluruhan kenampakan produk.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2024-07-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/journals/IJPHN/article/view/9713</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/ijphn.v4i2.9713</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Indonesian Journal of Public Health and Nutrition; Vol. 4 No. 2 (2024); 217-224</dc:source>
	<dc:source>2776-9968</dc:source>
	<dc:source>2798-4265</dc:source>
	<dc:source>10.15294/ijphn.v4i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/journals/IJPHN/article/view/9713/1000</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 Indonesian Journal of Public Health and Nutrition</dc:rights>
</oai_dc:dc>