Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

Kondisi Pencahayaan Lingkungan Rumah Sebagai Penyebab Kejadian Pneumonia pada Anak di Kabupaten Banjarnegara

Indonesian Journal of Public Health and Nutrition · Vol. 5 No. 2 (2026) · pp. 190–197

DOI
10.15294/ijphn.v5i2.32425
ISSN
2776-9968, 2798-4265
Published
2026-01-05
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Latar Belakang: Pneumonia merupakan penyebab utama kematian balita, dengan beban besar di negara berkembang termasuk Indonesia. Prevalensi pneumonia balita meningkat dari 3,55% (2019–2021) menjadi 4,06% pada 2023, dengan tren serupa di Jawa Tengah dan Kabupaten Banjarnegara. Kondisi fisik rumah, terutama pencahayaan alami, diduga menjadi faktor risiko penting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pencahayaan rumah dengan kejadian pneumonia pada anak usia 1–5 tahun di Kabupaten Banjarnegara. Metode: Penelitian case control ini melibatkan 68 responden (34 kasus, 34 kontrol) yang dipilih secara purposive sampling di wilayah kerja Puskesmas Punggelan I dan Susukan II. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pengukuran menggunakan lux meter. Analisis bivariat dilakukan dengan uji chi-square. Hasil: Pencahayaan buruk (<60 lux) memiliki hubungan signifikan dengan pneumonia (OR = 2,091; 95% CI: 1,220–3,584; p = 0,008). Kesimpulan: Ada hubungan bermakna antara pencahayaan rumah dan pneumonia balita. Anak yang tinggal di rumah dengan pencahayaan kurang baik berisiko lebih dari dua kali lipat terkena pneumonia dibandingkan dengan yang tinggal di rumah dengan pencahayaan memadai.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 96 co-authorship links · 3 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • State University of Semarang
  • Mahidol University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
‪Eram Tunggul Pawenang‬State University of Semarang4
Ferry NurhandokoAffiliation unknown3
Zulfa AyuningsihAffiliation unknown2
Evi WidowatiAffiliation unknown2
Anik Setyo WahyuningsihAffiliation unknown2
Risa Anggita PutriAffiliation unknown2
Hanif Satria FebrianandaAffiliation unknown2
Sofwan IndarjoState University of Semarang1
Shobiechah Aldillah WulandhariMahidol University1
Hapsari Dyah AyuhaniAffiliation unknown1
Dyah Mahendrasari SukendraAffiliation unknown1
Fitriana PuspitaraniAffiliation unknown1
Nur RohmawatiAffiliation unknown1
Hasty WidyastariAffiliation unknown1
Widya Hary CahyatiAffiliation unknown1
Siti Ainun NadhirohAffiliation unknown1
Diah Indriyani NovtasariAffiliation unknown1
Siswanti SiswantiAffiliation unknown1
Fery NurhandokoAffiliation unknown1
Erika PrihatiningsihAffiliation unknown1
Muhammad Hakam ArifinAffiliation unknown1
Dian FitrianaAffiliation unknown1
Ina YulianaAffiliation unknown1
Ike RahayuAffiliation unknown1
Nita SuryaningsihAffiliation unknown1
Tri Putri Nur MilatiAffiliation unknown1
Mahalul AzamAffiliation unknown1
Irwan BudionoAffiliation unknown1
Lukman FauziAffiliation unknown1
Alfiana Ainun NisaAffiliation unknown1
Tandiyo RahayuAffiliation unknown1
Citra Ayu AnandaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/journals/IJPHN/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Kondisi Pencahayaan Lingkungan Rumah Sebagai Penyebab Kejadian Pneumonia pada Anak di Kabupaten Banjarnegara</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Wijayanti, Yuni</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Siwiendrayanti , Arum </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Istiklaili, Fifti </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Muzaqi, Lutfi </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Kurniawan, Tri Prapto </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Waluya, Agus Sapta Eka </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Pramesti, Adinda Mayhana </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Kusumaningtyas, Diyan Argani </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Lingkungan Rumah </dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pencahayaan </dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pneumonia</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Latar Belakang: Pneumonia merupakan penyebab utama kematian balita, dengan beban besar di negara berkembang termasuk Indonesia. Prevalensi pneumonia balita meningkat dari 3,55% (2019–2021) menjadi 4,06% pada 2023, dengan tren serupa di Jawa Tengah dan Kabupaten Banjarnegara. Kondisi fisik rumah, terutama pencahayaan alami, diduga menjadi faktor risiko penting.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pencahayaan rumah dengan kejadian pneumonia pada anak usia 1–5 tahun di Kabupaten Banjarnegara.
Metode: Penelitian case control ini melibatkan 68 responden (34 kasus, 34 kontrol) yang dipilih secara purposive sampling di wilayah kerja Puskesmas Punggelan I dan Susukan II. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pengukuran menggunakan lux meter. Analisis bivariat dilakukan dengan uji chi-square.
Hasil: Pencahayaan buruk (&amp;lt;60 lux) memiliki hubungan signifikan dengan pneumonia (OR = 2,091; 95% CI: 1,220–3,584; p = 0,008).
Kesimpulan: Ada hubungan bermakna antara pencahayaan rumah dan pneumonia balita. Anak yang tinggal di rumah dengan pencahayaan kurang baik berisiko lebih dari dua kali lipat terkena pneumonia dibandingkan dengan yang tinggal di rumah dengan pencahayaan memadai.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2026-01-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/journals/IJPHN/article/view/32425</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/ijphn.v5i2.32425</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Indonesian Journal of Public Health and Nutrition; Vol. 5 No. 2 (2025); 190 - 197</dc:source>
	<dc:source>2776-9968</dc:source>
	<dc:source>2798-4265</dc:source>
	<dc:source>10.15294/ijphn.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/journals/IJPHN/article/view/32425/7866</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Indonesian Journal of Public Health and Nutrition</dc:rights>
</oai_dc:dc>