Journal
Kejadian Gizi Lebih dan Obesitas pada Remaja: Systematic Literature Review Terkait Faktor Risiko
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition · Vol. 5 No. 2 (2025) · pp. 301–314
- ISSN
- 2776-9968, 2798-4265
- Published
- 2025-12-30
- Publisher
- Universitas Negeri Semarang
- Language
- eng
Abstract
Latar Belakang: Permasalahan gizi yang sering terjadi pada remaja yaitu kejadian gizi lebih dan obesitas. Tingginya risiko terjadinya obesitas di masa dewasa dan risiko mengalami gangguan kesehatan akibat gizi lebih dan/atau obesitas menjadikan studi untuk mengidentifikasi faktor risiko kejadian gizi lebih dan obesitas perlu dilakukan. Tujuan: Penelitian ini disusun untuk menyajikan informasi terkini terkait faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian gizi lebih dan obesitas pada remaja. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian sekunder dengan pendekatan systematic literature review menggunakan panduan PRISMA untuk identifikasi artikel dan PEO+S framework untuk menentukan kriteria inklusi dan eksklusi. Sumber literatur dari database Pubmed, ProQuest, dan Portal Garuda, diterbitkan pada rentang 5 tahun terakhir, berbahasa Indonesia atau Inggris, artikel dapat diakses secara bebas, kata kunci “gizi lebih”, “obesitas”, “remaja”, “faktor risiko” (“overweight”, “obesity”, “adolescents”,”risk factors”) dengan operator boolean “DAN (AND)”. Hasil: sejumlah 18 artikel diidentifikasi dan dianalisis. Faktor gaya hidup/ kebiasaan seperti kebiasaan konsumsi junk food (n=5), kebiasaan makan yang buruk (n=7), asupan zat gizi tidak sesuai anjuran (n=3), kebiasaan/ gaya hidup sedentary (n=10), aktivitas fisik/ olahraga kurang (n=5), kebiasaan tidur yang buruk (n=4); faktor sosio-ekonomi misal pendapatan keluarga, pekerjaan orang tua, dan kepemilikan aset (barang elektronik) (masing-masing n=2) dan pendidikan orang tua (n=3); faktor sosio-demografi seperti usia (n=4), jenis kelamin (n=2), pendidikan remaja (n=3), lokasi tempat tinggal (n=2); faktor genetik yaitu riwayat obesitas keluarga (n=4); serta faktor biologis pubertas (n=2) berkaitan dengan kejadian gizi lebih dan obesitas pada remaja. Kesimpulan: Faktor risiko kejadian gizi lebih dan obesitas remaja yaitu faktor gaya hidup/ kebiasaan, faktor sosio-ekonomi, faktor sosio-demografi, faktor genetik, dan faktor biologis.
Keywords
Collaboration network of the authors
22 authors · 31 co-authorship links · 9 across different organisations
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- State University of Semarang
- Walisongo State Islamic University
- Universitas Muhammadiyah Semarang
- Sultan Idris Education University
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Araniya Hadiza Buan | State University of Semarang | 1 |
| Devita Meksi Liana Sari | State University of Semarang | 1 |
| Adelia Fatma | State University of Semarang | 1 |
| Aprilia Nurul Mulyana | State University of Semarang | 1 |
| Kesya Desmarta | State University of Semarang | 1 |
| Syahrina Maulida Majid | State University of Semarang | 1 |
| Lutfi Muzaqi | State University of Semarang | 1 |
| Zulfa Ayuningsih | Walisongo State Islamic University | 1 |
| Kartika Dian Pertiwi | Affiliation unknown | 1 |
| Ismi Elya Wirdati | Universitas Muhammadiyah Semarang | 1 |
| Cong Yoke Ming | Sultan Idris Education University | 1 |
| Nur Atik Umami | State University of Semarang | 1 |
| Intan Rohmah Nadiyah | State University of Semarang | 1 |
| Laela Mulyana | State University of Semarang | 1 |
| Ainun Safitri | State University of Semarang | 1 |
| Nurma Astrid Utami | State University of Semarang | 1 |
| Aulia Shabrina | State University of Semarang | 1 |
| Anggita Nurmallasari | State University of Semarang | 1 |
| Ade Nurul Sulis Setianingsih | State University of Semarang | 1 |
| Munifa Majdiyyah | State University of Semarang | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.