Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Journal

Efikasi Diri Pada Penderita Positif Filariasis di Kota Pekalongan

Indonesian Journal of Public Health and Nutrition · Vol. 1 No. 2 (2021) · pp. 234–243

DOI
10.15294/ijphn.v1i2.45398
ISSN
2776-9968, 2798-4265
Published
2021-07-31
Publisher
Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Latar Belakang: Filariasis adalah penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filarial melalui gigitan nyamuk yang dapat menimbulkan cacat fisik permanen berupa pembengkakan bagian tubuh dan memberikan dampak pada mobilitas fisik, psikologis, stigma sosial, ekonomi, serta penurunan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran self efficacy X penderita filariasis di Kota Pekalongan. Metode: Jenis rancangan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan metode studi kasus. Pengumpulan data melalui wawancara terstruktur dan observasi. Informan berjumlah 3 orang (1 informan utama, 2 informan triangulasi) yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan pendekatan kualitatif dengan model Miles dan Huberment yang terdiri dari pengumpulan data, analisis data, reduksi data, verifikasi data, kemudian penarikan kesimpulan. Hasil: Penderita filariasis memiliki self efficacy yang baik meliputi dimensi level dan strength. Sedangkan pada dimensi generality kurang baik terhadap keyakinan atas kemampuan bersosialisasi di masyarakat lebih luas. Dukungan keluarga, emosi, dan pengetahuan filariasis memiliki pengaruh terhadap tingkat self efficacy. Kesimpulan: Self efficacy penderita positif filariasis di Kota Pekalongan menunjukkan pada tingkat yang baik. Kata kunci: Filariasis, Penderita positif filariasis, Self efficacy

Collaboration network of the authors

40 authors · 81 co-authorship links · 3 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • State University of Semarang
  • Mahidol University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Efa NugrohoAffiliation unknown3
Bambang Budi RaharjoAffiliation unknown2
Annisa Novanda Maharani UtamiAffiliation unknown2
Bertakalswa HermawatiAffiliation unknown2
Evi WidowatiAffiliation unknown2
Oktia Woro Kasmini HandayaniAffiliation unknown2
Arum SiwiendrayantiState University of Semarang1
‪Eram Tunggul Pawenang‬State University of Semarang1
Shobiechah Aldillah WulandhariMahidol University1
Rita AndayaniAffiliation unknown1
Susi Dwi Maret TatiAffiliation unknown1
Ayu Imade RosdianaAffiliation unknown1
Aminatuz ZuhriyahAffiliation unknown1
Aniesah AmieratunnisaAffiliation unknown1
Naili Akrima FaradisAffiliation unknown1
Khusnuddin KhusnuddinAffiliation unknown1
Mmustafa Daru AffandiAffiliation unknown1
Irwan BudionoAffiliation unknown1
Lukman FauziAffiliation unknown1
Muhammad AzinarAffiliation unknown1
Maulina IstighfarohAffiliation unknown1
Zahra Amalia GardynaAffiliation unknown1
Anna NugrahaniAffiliation unknown1
Yulia SantiAffiliation unknown1
Ratna AnjelikaAffiliation unknown1
Septiana Rahma SantiAffiliation unknown1
Diva Nadia H. SakkaAffiliation unknown1
Linuria Asra LailyAffiliation unknown1
Hayu Retno ParamestiAffiliation unknown1
Rico Novian YuswantoroAffiliation unknown1
Annisa Vira Nurul MutoharohAffiliation unknown1
Fika Khikma FianaAffiliation unknown1
Hamidah LismianaAffiliation unknown1
Nur Aini AnisaAffiliation unknown1
Nazla Nuril IlmiAffiliation unknown1
Qurrotu AinyAffiliation unknown1
Azi RiskiyantoAffiliation unknown1
Annida Octavia RahmanAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/IJPHN/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efikasi Diri Pada Penderita Positif Filariasis di Kota Pekalongan</dc:title>
	<dc:creator>Ulfiana, Hikmah Resti</dc:creator>
	<dc:creator>Indarjo, Sofwan</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar Belakang: Filariasis adalah penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filarial melalui gigitan nyamuk yang dapat menimbulkan cacat fisik permanen berupa pembengkakan bagian tubuh dan memberikan dampak pada mobilitas fisik, psikologis, stigma sosial, ekonomi, serta penurunan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran self efficacy X penderita filariasis di Kota Pekalongan. Metode: Jenis rancangan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan metode studi kasus. Pengumpulan data melalui wawancara terstruktur dan observasi. Informan berjumlah 3 orang (1 informan utama, 2 informan triangulasi) yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan pendekatan kualitatif dengan model Miles dan Huberment yang terdiri dari pengumpulan data, analisis data, reduksi data, verifikasi data, kemudian penarikan kesimpulan. Hasil: Penderita filariasis memiliki self efficacy yang baik meliputi dimensi level dan strength. Sedangkan pada dimensi generality kurang baik terhadap keyakinan atas kemampuan bersosialisasi di masyarakat lebih luas. Dukungan keluarga, emosi, dan pengetahuan filariasis memiliki pengaruh terhadap tingkat self efficacy. Kesimpulan: Self efficacy penderita positif filariasis di Kota Pekalongan menunjukkan pada tingkat yang baik.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Kata kunci: Filariasis, Penderita positif filariasis, Self efficacy</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2021-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/IJPHN/article/view/45398</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/ijphn.v1i2.45398</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Indonesian Journal of Public Health and Nutrition; Vol 1 No 2 (2021): Regular Issue; 234 - 243</dc:source>
	<dc:source>2776-9968</dc:source>
	<dc:source>2798-4265</dc:source>
	<dc:source>10.15294/ijphn.v1i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/IJPHN/article/view/45398/19532</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Indonesian Journal of Public Health and Nutrition</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>