Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Journal

Beberapa Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Atlet Taekwondo

Indonesian Journal of Public Health and Nutrition · Vol. 1 No. 3 (2021) · pp. 555–562

DOI
10.15294/ijphn.v1i3.49218
ISSN
2776-9968, 2798-4265
Published
2021-12-30
Publisher
Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Latar Belakang: Upaya asuhan gizi telah diterapkan dalam pembinaan atlet, namun sayangnya sampai saat ini masih terdapat atlet dengan status gizi kurang dan status gizi gemuk. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui beberapa faktor yang berhubungan dengan status gizi atlet taekwondo tim pemusatan Kabupaten Semarang. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian survey yang bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional study. Subjek penelitiannya yaitu atlet taekwondo dan orang tua atlet. Variabel penelitiannya yaitu pengetahuan gizi orang tua dan atlet taekwondo, asupan energi, asupan zat gizi makro, dan status pengaturan berat badan menurut kelas pertandingan.Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner dan wawancara. Data analisis menggunakan uji korelasi spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar atlet berstatus gizi normal (92,1%). Berdasarkan analisis bivariat diketahui bahwa ada hubungan antara asupan lemak (p=0,048) dengan status gizi atlet. Tidak ada hubungan pengetahuan gizi orang tua (p=0,057), pengetahuan gizi atlet (p=0,057), asupan energi (0,409), asupan karbohidrat (0,537), asupan protein (0,680), dan status pengaturan berat badan menurut kelas pertandingan (0,072) dengan status gizi atlet. Kesimpulan: Kesimpulannya adalah ada hubungan asupan lemak dengan status gizi atlet.

Collaboration network of the authors

40 authors · 80 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • State University of Semarang
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Oktia Woro Kasmini HandayaniAffiliation unknown4
Mahalul AzamAffiliation unknown2
Yuni WijayantiAffiliation unknown2
Lukman FauziAffiliation unknown2
Alfiana Ainun NisaAffiliation unknown2
Bertakalswa HermawatiAffiliation unknown2
Eko FaridaAffiliation unknown2
Janu PurwonoAffiliation unknown1
Igadhini VitriyanaAffiliation unknown1
Komala Dewi SetiowatiAffiliation unknown1
Audiva Cahya AsriAffiliation unknown1
Melly OctaviyaniAffiliation unknown1
Pradita NurmaliaAffiliation unknown1
Tandiyo RahayuAffiliation unknown1
Sofwan IndarjoState University of Semarang1
Muhammad AzinarAffiliation unknown1
Maulina IstighfarohAffiliation unknown1
Zahra Amalia GardynaAffiliation unknown1
Anna NugrahaniAffiliation unknown1
Cahyani Wulan SuciAffiliation unknown1
Adzra Syifa AndhiniAffiliation unknown1
Akhmad Samsu DukhaAffiliation unknown1
Citra Indah SariAffiliation unknown1
Raudya Kamillia InsaniAffiliation unknown1
Sipa AlfitrianAffiliation unknown1
Vicky Vidira Sukma JeniAffiliation unknown1
Azizul Wildan RamadhaniAffiliation unknown1
Afifa Ghina AthayaAffiliation unknown1
Risqi Ayu SafitriAffiliation unknown1
Zubaidah Puan ElsyahAffiliation unknown1
Iin ArdianaAffiliation unknown1
Erika FebriaraAffiliation unknown1
Hanna Damai YolandaAffiliation unknown1
. JamilaAffiliation unknown1
Afi Elsha VeryanaAffiliation unknown1
Gayatri Sekar PertiwiAffiliation unknown1
Nita SariAffiliation unknown1
Andesta SariAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/IJPHN/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Beberapa Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Atlet Taekwondo</dc:title>
	<dc:creator>Andriyani, Fina</dc:creator>
	<dc:creator>Budiono, Irwan</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar Belakang: Upaya asuhan gizi telah diterapkan dalam pembinaan atlet, namun sayangnya sampai saat ini masih terdapat atlet dengan status gizi kurang dan status gizi gemuk. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui beberapa faktor yang berhubungan dengan status gizi atlet taekwondo tim pemusatan Kabupaten Semarang. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian survey yang bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional study. Subjek penelitiannya yaitu atlet taekwondo dan orang tua atlet. Variabel penelitiannya yaitu pengetahuan gizi orang tua dan atlet taekwondo, asupan energi, asupan zat gizi makro, dan status pengaturan berat badan menurut kelas pertandingan.Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner dan wawancara. Data analisis menggunakan uji korelasi spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar atlet berstatus gizi normal (92,1%). Berdasarkan analisis bivariat diketahui bahwa ada hubungan antara asupan lemak (p=0,048) dengan status gizi atlet. Tidak ada hubungan pengetahuan gizi orang tua (p=0,057), pengetahuan gizi atlet (p=0,057), asupan energi (0,409), asupan karbohidrat (0,537), asupan protein (0,680), dan status pengaturan berat badan menurut kelas pertandingan (0,072) dengan status gizi atlet. Kesimpulan: Kesimpulannya adalah ada hubungan asupan lemak dengan status gizi atlet.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/IJPHN/article/view/49218</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/ijphn.v1i3.49218</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Indonesian Journal of Public Health and Nutrition; Vol 1 No 3 (2021): Supplement Issue; 555-562</dc:source>
	<dc:source>2776-9968</dc:source>
	<dc:source>2798-4265</dc:source>
	<dc:source>10.15294/ijphn.v1i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/IJPHN/article/view/49218/20774</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Indonesian Journal of Public Health and Nutrition</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>