Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Journal

Kadar Β-Karoten, Serat, Protein, Dan Sifat Organoleptik Snack Bar Labu Kuning Dan Kacang Merah Sebagai Makanan Selingan Bagi Pasien Diabetes Melitus Tipe 2

Indonesian Journal of Public Health and Nutrition · Vol. 1 No. 3 (2021) · pp. 563–570

DOI
10.15294/ijphn.v1i3.49244
ISSN
2776-9968, 2798-4265
Published
2021-12-30
Publisher
Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Prevalensi Diabetes Melitus di Indonesia pada tahun 2018 cenderung mengalami kenaikan yaitu sebesar 2 %. Terapi diet yang dianjurkan adalah 3J yaitu tepat jenis, jumlah, dan jadwal. Makanan tinggi serat dan beta-karoten dibutuhkan untuk pasien diabetes melitus tipe 2 agar darah tetap stabil dan mencegah stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar beta-karoten, serat kasar, protein, dan sifat organoleptik snack bar labu kuning dan kacang merah dalam beberapa formulasi. Desain penelitian studi eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Metode penelitian menggunakan uji hedonik untuk mengetahui sifat organoleptik dan uji laboratorium untuk uji beta-karoten, serat kasar, dan protein. Teknik analisis data menggunakan Uji Kruskal Wallis untuk sifat organoleptik, dan beta karoten serta uji One Way ANOVA untuk serat dan protein. Hasil uji beta karoten menunjukkan nilai rata-rata 30,541 mg/100 g (p=0,007), serat kasar menunjukkan nilai rata-rata 16,969 g (p=0,002), protein dengan nilai rata-rata 9,998 g (p=0,000). Hasill uji organoleptik hedonik yang paling disukai pada aspek warna adalah F1 dan F3, aspek rasa dan aroma dengan F2, dan aspek tekstur dengan F3. Snack bar dengan sifat organoleptik secara keseluruhan (warna, rasa, aroma, tekstur) yang paling disukai panelis dan uji kandungan gizi terbaik adalah snack bar F2 (70% labu kuning: 30% kacang merah) memiliki kadar beta-karoten 9,162 mg, serat 4,5 g, dan protein 3 g per saji (30 gram).

Collaboration network of the authors

35 authors · 107 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Teknologi Kalimantan
  • Universiti Teknologi MARA
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Widya Hary CahyatiAffiliation unknown2
Siti WahyuningsihAffiliation unknown2
Wiranto WirantoAffiliation unknown1
Sri Wahyu NurkhofifahAffiliation unknown1
Aldias BahatmakaAffiliation unknown1
Annisa WHAffiliation unknown1
Cahya PramestiAffiliation unknown1
Sulis TiawatiAffiliation unknown1
Siti Nur RahmaAffiliation unknown1
Amelia Fitra KhasanahAffiliation unknown1
Tri NurharsonoAffiliation unknown1
Cahyo YuwonoAffiliation unknown1
Adi SAffiliation unknown1
Hilmy AliriadAffiliation unknown1
Sri Indah IhsaniAffiliation unknown1
Made Bang Redy UtamaAffiliation unknown1
Desty Ervira PuspaningtyasAffiliation unknown1
Syifa AeniAffiliation unknown1
Isra IyyahAffiliation unknown1
Desi Lestari WulandariAffiliation unknown1
Kartika NugraheniInstitut Teknologi Kalimantan1
Alfiana Ainun NisaAffiliation unknown1
Refani Alycia KusumaAffiliation unknown1
Alia AzmiUniversiti Teknologi MARA1
Azliyana AzizanAffiliation unknown1
Sri Ratna RahayuAffiliation unknown1
Aufiena Nur Ayu MerzistyaAffiliation unknown1
Salsabila Kinaya PraninditaAffiliation unknown1
Zuyyinatun MuflikhahAffiliation unknown1
Adiska Rani Ditya CandraAffiliation unknown1
Siti Norashikin Mohamad ShaifuddinAffiliation unknown1
Mustafa Daru AffandiAffiliation unknown1
Vitta Maitri Budhi JayaputraAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/IJPHN/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kadar Β-Karoten, Serat, Protein, Dan Sifat Organoleptik Snack Bar  Labu Kuning Dan Kacang Merah  Sebagai Makanan  Selingan Bagi Pasien Diabetes  Melitus Tipe 2</dc:title>
	<dc:creator>Na'imah, Fitriyatun</dc:creator>
	<dc:creator>Putriningtyas, Natalia Desy</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Prevalensi Diabetes Melitus di Indonesia pada tahun 2018 cenderung mengalami kenaikan yaitu sebesar 2 %.&amp;nbsp; Terapi diet yang dianjurkan adalah 3J yaitu tepat jenis, jumlah, dan jadwal. Makanan tinggi serat dan beta-karoten dibutuhkan untuk pasien diabetes melitus tipe 2 agar darah tetap stabil dan mencegah stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar beta-karoten, serat kasar, protein, dan sifat organoleptik snack bar labu kuning dan kacang merah dalam beberapa formulasi. Desain penelitian studi eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Metode penelitian menggunakan uji hedonik untuk mengetahui sifat organoleptik dan uji laboratorium untuk uji beta-karoten, serat kasar, dan protein. Teknik analisis data menggunakan Uji Kruskal Wallis untuk sifat organoleptik, dan beta karoten serta uji One Way ANOVA untuk serat dan protein. Hasil uji beta karoten menunjukkan nilai rata-rata 30,541 mg/100 g (p=0,007), serat kasar menunjukkan nilai rata-rata 16,969 g&amp;nbsp; (p=0,002), protein dengan nilai rata-rata 9,998 g (p=0,000). Hasill uji organoleptik hedonik yang paling disukai pada aspek warna adalah F1 dan F3,&amp;nbsp; aspek rasa dan aroma dengan F2, dan aspek&amp;nbsp; tekstur dengan F3. Snack bar dengan sifat organoleptik secara keseluruhan (warna, rasa, aroma, tekstur) yang paling disukai panelis dan uji kandungan gizi terbaik adalah snack bar F2 (70% labu kuning : 30% kacang merah) memiliki kadar beta-karoten 9,162 mg, serat 4,5 g, dan protein 3 g per saji (30 gram).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/IJPHN/article/view/49244</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/ijphn.v1i3.49244</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Indonesian Journal of Public Health and Nutrition; Vol 1 No 3 (2021): Supplement Issue; 563-570</dc:source>
	<dc:source>2776-9968</dc:source>
	<dc:source>2798-4265</dc:source>
	<dc:source>10.15294/ijphn.v1i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/IJPHN/article/view/49244/20775</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Indonesian Journal of Public Health and Nutrition</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>