Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Journal

Pengembangan Produk Biskuit Berbahan Dasar Ikan Kuniran (Upeneus sulphureus) Sebagai Makanan Tambahan (PMT) Untuk Alternatif Upaya Perbaikan Gizi Balita

Indonesian Journal of Public Health and Nutrition · Vol. 2 No. 3 (2022) · pp. 365–371

DOI
10.15294/ijphn.v2i3.56547
ISSN
2776-9968, 2798-4265
Published
2022-11-30
Publisher
Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Latar Belakang: Dibeberapa tempat, program upaya pemenuhan gizi balita melalui PMT kurang memadai. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formula biskuit PMT dari ikan kuniran (Upeneus sulphureus) sebagai alternatiif upaya perbaikan gizi balita.Metode: Jenis penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) single factor, panelis dalam penelitian ini adalah 25 ibu-ibu balita Posyandu Dahlia I. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah konsentrasi tepung ikan kuniran, lalu kandungan gizi berupa kalori dan protein serta sifat organoleptik dari biskuit PMT untuk variabel terikatnya. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini ada kuesioner uji hedonik sifat organoleptik untuk pengambilan datanya dan laboratorium untuk membuat tepung dan biskuit PMT. Untuk teknik analisis data menggunakan SPSS dengan uji One Way Anova, namun jika data tidak terdistribusi normal maka akan menggunakan uji alternatif yaitu Kruskal Wallis.Hasil: Nilai rata rata uji kalori dan protein adalah 41,7 kkal/40 g dan 2,805 g/40 g. Tidak terdapat perbedaan pada semua sifat organoleptik pada formulasi biskuit PMT berbahan dasar ikan kuniran.Kesimpulan: Formulasi biskuit PMT yang paling disukai ada pada formulasi F2 (penambahan 10% tepung ikan kuniran), sedangkan untuk kandungan gizi terbaik adalah F3 (penambahan 15% tepung ikan kuniran.

Collaboration network of the authors

40 authors · 79 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • State University of Semarang
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Oktia Woro Kasmini HandayaniState University of Semarang3
Mahalul AzamAffiliation unknown2
Yuni WijayantiAffiliation unknown2
Lukman FauziAffiliation unknown2
Alfiana Ainun NisaAffiliation unknown2
Bertakalswa HermawatiAffiliation unknown2
Eko FaridaAffiliation unknown2
Igadhini VitriyanaAffiliation unknown1
Komala Dewi SetiowatiAffiliation unknown1
Audiva Cahya AsriAffiliation unknown1
Melly OctaviyaniAffiliation unknown1
Pradita NurmaliaAffiliation unknown1
Tandiyo RahayuAffiliation unknown1
Sofwan IndarjoState University of Semarang1
Muhammad AzinarAffiliation unknown1
Maulina IstighfarohAffiliation unknown1
Zahra Amalia GardynaAffiliation unknown1
Anna NugrahaniAffiliation unknown1
Cahyani Wulan SuciAffiliation unknown1
Adzra Syifa AndhiniAffiliation unknown1
Akhmad Samsu DukhaAffiliation unknown1
Citra Indah SariAffiliation unknown1
Raudya Kamillia InsaniAffiliation unknown1
Sipa AlfitrianAffiliation unknown1
Vicky Vidira Sukma JeniAffiliation unknown1
Azizul Wildan RamadhaniAffiliation unknown1
Afifa Ghina AthayaAffiliation unknown1
Risqi Ayu SafitriAffiliation unknown1
Zubaidah Puan ElsyahAffiliation unknown1
Iin ArdianaAffiliation unknown1
Erika FebriaraAffiliation unknown1
Hanna Damai YolandaAffiliation unknown1
. JamilaAffiliation unknown1
Afi Elsha VeryanaAffiliation unknown1
Gayatri Sekar PertiwiAffiliation unknown1
Nita SariAffiliation unknown1
Andesta SariAffiliation unknown1
Lilik Nur Indah SariAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/IJPHN/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengembangan Produk Biskuit Berbahan Dasar Ikan Kuniran (Upeneus sulphureus) Sebagai Makanan Tambahan (PMT) Untuk Alternatif Upaya Perbaikan Gizi Balita</dc:title>
	<dc:creator>Claudiana, Nike Nuarissa</dc:creator>
	<dc:creator>Budiono, Irwan</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar Belakang: Dibeberapa tempat, program upaya pemenuhan gizi balita melalui PMT kurang memadai. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formula biskuit PMT dari ikan kuniran (Upeneus sulphureus) sebagai alternatiif upaya perbaikan gizi balita.Metode: Jenis penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) single factor, panelis dalam penelitian ini adalah 25 ibu-ibu balita Posyandu Dahlia I. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah konsentrasi tepung ikan kuniran, lalu kandungan gizi berupa kalori dan protein serta sifat organoleptik dari biskuit PMT untuk variabel terikatnya. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini ada kuesioner uji hedonik sifat organoleptik untuk pengambilan datanya dan laboratorium untuk membuat tepung dan biskuit PMT. Untuk teknik analisis data menggunakan SPSS dengan uji One Way Anova, namun jika data tidak terdistribusi normal maka akan menggunakan uji alternatif yaitu Kruskal Wallis.Hasil: Nilai rata rata uji kalori dan protein adalah 41,7 kkal/40 g dan 2,805 g/40 g. Tidak terdapat perbedaan pada semua sifat organoleptik pada formulasi biskuit PMT berbahan dasar ikan kuniran.Kesimpulan: Formulasi biskuit PMT yang paling disukai ada pada formulasi F2 (penambahan 10% tepung ikan kuniran), sedangkan untuk kandungan gizi terbaik adalah F3 (penambahan 15% tepung ikan kuniran.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia</dc:publisher>
	<dc:date>2022-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/IJPHN/article/view/56547</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/ijphn.v2i3.56547</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Indonesian Journal of Public Health and Nutrition; Vol 2 No 3 (2022): Special Issue; 365-371</dc:source>
	<dc:source>2776-9968</dc:source>
	<dc:source>2798-4265</dc:source>
	<dc:source>10.15294/ijphn.v2i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/IJPHN/article/view/56547/23329</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Indonesian Journal of Public Health and Nutrition</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>