Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

INTEGRACY POLICY SEBAGAI UPAYA PREVENTIF PERKAWINAN ANAK DI DESA KEDUNGKELOR KECAMATAN WARUREJA KABUPATEN TEGAL

Jurnal Pengabdian Hukum Indonesia (Indonesian Journal of Legal Community Engagement) JPHI · Vol. 2 No. 1 (2019) · pp. 19–29

DOI
10.15294/jphi.v2i1.34709
ISSN
2654-8313, 2654-8305
Published
2019-11-19
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Syarat usia kawin menurut UU No. 1 Tahun 1974 adalah 19 tahun. Namun di Desa Kedungkelor Kecamatan Waru Reja Kabupaten Tegal banyak pasangan perkawinan yang melakukan perkawinan di usia anak (belum dewasa). Hal ini disebabkan dari faktor pendidikan, budaya, ekonomi dan sosial. Upaya preventif dilakukan oleh lembaga terkait melalui penyuluhan, sosialisasi, belum memperlihatkan hasil yang maksimal karena kuatnya budaya setempat yang melanggengkan perkawinan anak. Agenda Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangungan Berkelanjutan 2015-2030 yakni mencapai kesetaraan gender dan pemberdayaan seluruh perempuan dan anak perempuan, secara spesifik dalam Target 5.3 disebutkan target untuk menghilangkan segala praktek-praktek berbahaya seperti perkawinan anak, pernikahan paksa, serta khitan perempuan. Model integracy Policy digunakan untuk upaya preventif perkawinan anak dengan melibatkan pihak terkait Desa Munding. Perkawinan anak terjadi karena (1) Adat kebiasan (kultur) kawin di usia muda, (2) Kurangnya wawasan masyarakat tentang perkawinan anak, (3) Kurangnya akses dan minat untuk melanjutkan pendidikan. Upaya preventif dilakukan dengan model integracy policy yang melibatkan berbagai pihak terkait perkawinan anak yaitu orang tua, aparat desa, KUA, Kementrian Agama, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan. Antusiasme mitra pengabdian Nampak dengan banyaknya peserta yang hadir. Forum diskusi dilakukan dengan sangat semangat sehingga sasaran pengabdi paham tentang perkawinan anak, dampak negatifnya serta akibat hukumnya. Kunjungan dilakukan sebanyak 3 kali yaitu tanggal 5, 12, 19 Juli 2019. Kunjungan pertama untuk mengurus perijinan dan melakukan observasi secara mendalam tentang kondisi masysrakat sasaran. Kunjungan ke dua berupa sosialisasi edukasi preventif perkawinan anak. Kunjungan ke tiga berupa evaluasi terhadap masyarakat sasaran ditinjau dari sisi perspektif terkait realita perkawinan anak, dan penundaan perkawinan anak bagi yang akan melanhsungkan perkawinan.

Collaboration network of the authors

40 authors · 138 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Waspiah WaspiahAffiliation unknown8
Anis WidyawatiAffiliation unknown6
Rodiyah RodiyahAffiliation unknown6
Ridwan ArifinAffiliation unknown6
Rahmawati Melati SaniAffiliation unknown3
Choirul FuadAffiliation unknown3
Yustina Dhian NovitaAffiliation unknown3
Lyna LatifahAffiliation unknown2
Rohadhatul AisyAffiliation unknown2
Shofriya Qonitatin AbidahAffiliation unknown2
Siti Amatil UlfiyahAffiliation unknown2
Amel Ellsamia IndiyaniAffiliation unknown2
Adilia Putri KusumaAffiliation unknown2
Heru SetyantoAffiliation unknown2
Dede Alvin SetiajiAffiliation unknown2
Ahmad Habib Al FikryAffiliation unknown2
Baidhowi BaidhowiAffiliation unknown2
Ahmad HabiburrahmanAffiliation unknown2
Nur Arif NugrahaAffiliation unknown2
Seni Ira Maya RasidahAffiliation unknown2
Kartika Fajar CahyaniAffiliation unknown1
Adinda Ratna PertiwiAffiliation unknown1
Anita Indah WidiastutiAffiliation unknown1
Adelia Setya AyuAffiliation unknown1
Dyah MayaAffiliation unknown1
Nike Natasya Dewi SumartonoAffiliation unknown1
Sulthan Faiz AkbarAffiliation unknown1
Kareem MubarakAffiliation unknown1
Anisa Endah Dwi SafitriAffiliation unknown1
Helda RahmasariAffiliation unknown1
Ade AdhariAffiliation unknown1
Muhammad Wahyu Saiful HudaAffiliation unknown1
Syahlila Umaya AstrovanapoeAffiliation unknown1
Tia AmaliaAffiliation unknown1
Muhammad Wildan Aulia FahmiAffiliation unknown1
R Benny RiyantoAffiliation unknown1
Nurul FibriantiAffiliation unknown1
Emmanuel LaryeaAffiliation unknown1
Yusriyadi YusriyadiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/JPHI/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">INTEGRACY POLICY   SEBAGAI UPAYA PREVENTIF PERKAWINAN ANAK DI DESA KEDUNGKELOR KECAMATAN WARUREJA KABUPATEN TEGAL</dc:title>
	<dc:creator>latifiani, dian</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Syarat usia kawin menurut UU No. 1 Tahun 1974 adalah 19 tahun.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Namun di&amp;nbsp;&amp;nbsp; Desa Kedungkelor&amp;nbsp; Kecamatan Waru Reja&amp;nbsp; Kabupaten Tegal &amp;nbsp;banyak pasangan&amp;nbsp; perkawinan yang melakukan&amp;nbsp; perkawinan di usia&amp;nbsp; anak (belum dewasa).&amp;nbsp; Hal ini disebabkan dari faktor pendidikan, budaya, ekonomi dan sosial. Upaya preventif&amp;nbsp; dilakukan oleh lembaga terkait melalui penyuluhan, sosialisasi,&amp;nbsp; belum memperlihatkan hasil yang maksimal karena&amp;nbsp; kuatnya budaya&amp;nbsp; setempat yang&amp;nbsp; melanggengkan perkawinan&amp;nbsp; anak. Agenda Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangungan Berkelanjutan 2015-2030 yakni mencapai kesetaraan gender dan pemberdayaan seluruh perempuan dan anak perempuan, secara spesifik dalam Target 5.3 disebutkan target untuk menghilangkan segala praktek-praktek berbahaya seperti perkawinan anak, pernikahan paksa, serta khitan perempuan. Model integracy Policy digunakan untuk&amp;nbsp; upaya preventif perkawinan anak dengan melibatkan pihak terkait Desa Munding. Perkawinan anak terjadi karena&amp;nbsp; (1) Adat kebiasan (kultur) kawin di usia muda, (2) Kurangnya wawasan masyarakat tentang perkawinan anak, (3) Kurangnya akses dan minat untuk melanjutkan&amp;nbsp; pendidikan. Upaya preventif dilakukan dengan model integracy policy&amp;nbsp; yang melibatkan berbagai pihak terkait perkawinan anak yaitu orang tua, aparat desa, KUA, Kementrian Agama, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan. Antusiasme&amp;nbsp; mitra pengabdian Nampak dengan&amp;nbsp; banyaknya peserta yang hadir. Forum diskusi dilakukan dengan sangat semangat sehingga sasaran pengabdi paham tentang perkawinan anak, dampak negatifnya serta akibat hukumnya. Kunjungan dilakukan sebanyak 3 kali yaitu tanggal 5, 12, 19 Juli 2019. Kunjungan&amp;nbsp; pertama untuk mengurus perijinan dan melakukan observasi secara mendalam tentang kondisi masysrakat sasaran. Kunjungan ke dua berupa sosialisasi edukasi preventif perkawinan anak. Kunjungan ke tiga berupa&amp;nbsp; evaluasi terhadap&amp;nbsp; masyarakat sasaran ditinjau dari&amp;nbsp; sisi perspektif terkait realita perkawinan anak, dan penundaan perkawinan&amp;nbsp; anak&amp;nbsp; bagi&amp;nbsp; yang akan melanhsungkan perkawinan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2019-11-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/JPHI/article/view/34709</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/jphi.v2i1.34709</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Hukum Indonesia (Indonesian Journal of Legal Community Engagement); Vol 2 No 1 (2019); 19-29</dc:source>
	<dc:source>2654-8313</dc:source>
	<dc:source>2654-8305</dc:source>
	<dc:source>10.15294/jphi.v2i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/JPHI/article/view/34709/17086</dc:relation>
</oai_dc:dc>