Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

Analisis Cemaran Logam Berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) Dalam Daging Ikan Kakap Merah (Lutjanus sp.) Di TPI Kluwut Brebes

Life Science · Vol. 9 No. 2 (2020) · pp. 149–160

DOI
10.15294/lifesci.v9i2.47158
ISSN
2528-5009, 2252-6277
Published
2020-11-15
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Red snapper (Lutjanus sp.) is fish that has a high selling value in TPI Kluwut Brebes and widely consumed by the public. Along with the rapid growth rate of development in all fields, it allows humans to utilize various types of chemicals, one of which is heavy metals for their daily needs. Previous research shows that waters in Indonesia have been contaminated with heavy metals, 2 of which are lead and cadmium. This research was conducted in August 2019 which aims to determine the amount of heavy metal content contained in red snapper meat. Samples used 9 fish weighing ±1 kg/fish taken 3 fish every week and analyzed using Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). The results showed Pb and Cd content that accumulated in red snapper meat in 3 times the repetitionobtained results, 0,0198; 0,0939 and 0,0597 mg/kg for Pb and 0,0540; 0,09535 and 0,0598 mg/kg for Cd. These results indicate Pb and Cd metal content in red snapper meat taken from TPI Kluwut Brebes is still below the quality standard set according Peraturan Kepala BPOM RI No.5 Tahun 2018 is 0,20 mg/kg for Pb and 0,10 mg/kg for Cd. Ikan kakap merah (Lutjanus sp.) merupakan ikan yang memiliki nilai jual yang tinggi di TPI Kluwut Brebes dan banyak dikomsumsi oleh masyarakat. Seiring dengan pesatnya laju pertumbuhan pembangunan disegala bidang, memungkinkan manusia memanfaatkan berbagai jenis bahan kimia salah satunya logam berat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa perairan di Indonesia telah tercemar logam berat, 2 diantaranya timbal (Pb) dan kadmium (Cd). Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2019 bertujuan untuk mengetahui jumlah kadar logam berat yang terkandung dalam daging ikan kakap merah. Sampel yang digunakan sebanyak 9 ekor dengan berat ±1 kg/ekor yang diambil 3 ekor setiap minggu dan dianalisis menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan kandungan Pb dan Cd yang terakumulasi dalam daging ikan kakap merah dalam 3 kali waktu pengulangan memperoleh hasil yaitu 0,0198; 0,0939 dan 0,0597 mg/kg untuk Pb dan 0,0540; 0,09535 dan 0,0598 mg/kg untuk Cd. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kandungan Pb dan Cd dalam daging ikan kakap merah yang diambil dari TPI Kluwut Brebes masih berada di bawah batas baku mutu yang ditetapkan sesuai Peraturan Kepala BPOM RI No.5 Tahun 2018 yaitu 0,20 mg/kg untuk Pb dan 0,10 mg/kg untuk Cd.

Collaboration network of the authors

36 authors · 91 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • State University of Semarang
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Nur Kusuma DewiAffiliation unknown3
Bambang PriyonoState University of Semarang2
Novita WindasariAffiliation unknown1
Nur Rahayu UtamiAffiliation unknown1
Herlina OktavianiAffiliation unknown1
Pramesti DewiAffiliation unknown1
Elfrida Theresia SiburianAffiliation unknown1
Gandhung Herdha LiliantoAffiliation unknown1
Sri NgabektiState University of Semarang1
Rahmadyan TefaraniAffiliation unknown1
Nisa ArkiantiAffiliation unknown1
Muhammad AbdullahState University of Semarang1
Mahendra Noor FebriyantoAffiliation unknown1
Lutfia Nur HadiyantiState University of Semarang1
Solichin SolichinAffiliation unknown1
Margareta RahayuningsihAffiliation unknown1
Khoirunisa AlfirdaniAffiliation unknown1
Alfira ArzaAffiliation unknown1
Ning SetiatiAffiliation unknown1
Laela Noor Fa’izahAffiliation unknown1
Laelatul KhoiriyahAffiliation unknown1
Nurwilis Elsa ZaharaAffiliation unknown1
Siti Harnina BintariAffiliation unknown1
Retno - IstifariniAffiliation unknown1
Aditya MariantiAffiliation unknown1
Dhenok WendraningrumAffiliation unknown1
Tyas Agung PribadiAffiliation unknown1
Tiffany TiffanyAffiliation unknown1
Wiwi IsnaeniState University of Semarang1
Desi Ayu PrabawatiAffiliation unknown1
Siti AlimahState University of Semarang1
Ratih KurniyantiAffiliation unknown1
Noor Aini HabibahAffiliation unknown1
Annisaa NurjannahAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/UnnesJLifeSci/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Cemaran Logam Berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) Dalam Daging Ikan Kakap Merah (Lutjanus sp.) Di TPI Kluwut Brebes</dc:title>
	<dc:creator>Haryanti, Endang Tris</dc:creator>
	<dc:creator>Tri Martuti, Nana Kariada</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Red snapper (Lutjanus sp.) is fish that has a high selling value in TPI Kluwut Brebes and widely consumed by the public. Along with the rapid growth rate of development in all fields, it allows humans to utilize various types of chemicals, one of which is heavy metals for their daily needs. Previous research shows that waters in Indonesia have been contaminated with heavy metals, 2 of which are lead and cadmium. This research was conducted in August 2019 which aims to determine the amount of heavy metal content contained in red snapper meat. Samples used 9 fish weighing ±1 kg/fish taken 3 fish every week and analyzed using Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). The results showed Pb and Cd content that accumulated in red snapper meat in 3 times the repetitionobtained results, 0,0198; 0,0939 and 0,0597 mg/kg for Pb and 0,0540; 0,09535 and 0,0598 mg/kg for Cd. These results indicate Pb and Cd metal content in red snapper meat taken from TPI Kluwut Brebes is still below the quality standard set according Peraturan Kepala BPOM RI No.5 Tahun 2018 is 0,20 mg/kg for Pb and 0,10 mg/kg for Cd.
&amp;nbsp;
Ikan kakap merah (Lutjanus sp.) merupakan ikan yang memiliki nilai jual yang tinggi di TPI Kluwut Brebes dan banyak dikomsumsi oleh masyarakat. Seiring dengan pesatnya laju pertumbuhan pembangunan disegala bidang, memungkinkan manusia memanfaatkan berbagai jenis bahan kimia salah satunya logam berat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa perairan di Indonesia telah tercemar logam berat, 2 diantaranya timbal (Pb) dan kadmium (Cd). Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2019 bertujuan untuk mengetahui jumlah kadar logam berat yang terkandung dalam daging ikan kakap merah. Sampel yang digunakan sebanyak 9 ekor dengan berat ±1 kg/ekor yang diambil 3 ekor setiap minggu dan dianalisis menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan kandungan Pb dan Cd yang terakumulasi dalam daging ikan kakap merah dalam 3 kali waktu pengulangan memperoleh hasil yaitu 0,0198; 0,0939 dan 0,0597 mg/kg untuk Pb dan 0,0540; 0,09535 dan 0,0598 mg/kg untuk Cd. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kandungan Pb dan Cd dalam daging ikan kakap merah yang diambil dari TPI Kluwut Brebes masih berada di bawah batas baku mutu yang ditetapkan sesuai Peraturan Kepala BPOM RI No.5 Tahun 2018 yaitu 0,20 mg/kg untuk Pb dan 0,10 mg/kg untuk Cd.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/UnnesJLifeSci/article/view/47158</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/lifesci.v9i2.47158</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Life Science; Vol 9 No 2 (2020): November 2020; 149-160</dc:source>
	<dc:source>2528-5009</dc:source>
	<dc:source>2252-6277</dc:source>
	<dc:source>10.15294/lifesci.v9i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/UnnesJLifeSci/article/view/47158/19080</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Life Science</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujls</dc:rights>
</oai_dc:dc>